alexametrics
28.2 C
Malang
Wednesday, 28 October 2020

Gelap Terang Content Creator asal Malang, Ada Pensiunan Mucikari

Ketiga content creator asal Malang ini punya alasan kuat meninggalkan pekerjaan lama, kemudian banting setir di dunia YouTube. Ada yang menjadikan YouTube sebagai panggung dakwah setelah hijrah dari dunia malam, mengasah bakat, hingga pendongkrak bisnis. Berikut liputan wartawan Jawa Pos Radar Malang Arlita Ulya Kusuma dan Septianur Aji Hariyanto.

Modal Logat Medok, Raih 1,86 Juta Subscriber

CHANNEL YouTube Ini Vindy mungkin sudah tidak asing bagi perempuan yang sudah melihat tutorial make-up. Maklum, perempuan bernama Hafrida Vindy Agustie itu kerap membagikan tutorial make-up di channel-nya. Sudah tidak terhitung berkali-kali unggahan sejak dia menekuni dunia YouTube pada 2014 lalu itu. Mulai make-up beauty, make-up character, hingga make-up special effects pernah dia unggah. Bahkan salah satu video tutorial make-up character yang dia buat tiga tahun lalu berhasil meraup 291 juta penonton di kanalnya. Yakni dengan judul My Little Pony Easy Facepainting Tutorial.
Kesuksesannya menjadi content creator tidak didapatkannya dengan instan. Sebelum menjadi content creator, ibu satu anak ini bekerja sebagai desainer grafis di salah satu media di Kota Malang. Kecintannya pada dunia make-up dimulai dari saat dia dipercaya meng-handle salah satu web tentang perempuan. Hal itu meng­ha­ruskannya menguasai hal-hal terkait perempuan, mulai dari make-up, fashion, hingga masakan.
”Dari situ sebagai karyawan, mau nggak mau ya harus mencari sumber-sumber informasi tentang make-up. Akhirnya mulai terjun di dunia blogger, harapannya bisa sharing lewat blog, sehingga bisa lebih mudah mendapat informasi,” kata perempuan asli Malang itu.
Di blog tersebut, dia kerap membagikan potongan-potongan foto tutorial hijab. Nyaman menjadi blogger, dia pun memutuskan resign dari pekerjaannya di media dan full time di blogger. Singkat cerita, atas permintaan follower blognya atas tutorial hijab dengan video, akhirnya dia mulai merambah YouTube.
Salah satu yang menjadi kendalanya adalah logat Jawa medok khas Malang yang membuatnya sempat minder. Akhirnya di video-video selanjutnya dia memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri, yakni menggunakan bahasa campuran Indonesia dan Jawa lengkap dengan logat medoknya.
Di luar dugaan, cara komunikasinya itu malah menjadi ciri khasnya dan diterima oleh penikmat channel YouTube-nya. Baginya, YouTube adalah tempatnya untuk terus berkembang. ”Saya jadi lebih berani public speaking. Awalnya terpaksa menjadi terbiasa, mengubah rasa insecure saya juga. Dulunya berpikir bahwa kelemahan kita ini adalah sesuatu yang memalukan, tapi ternyata justru ini malah menjadi ciri khas,” jelasnya. (arl/c1/dan)

Tak Perlu Masuk TV untuk Populer

Wawan Saktiawan, peraih 21 besar Stand Up Comedy Akademi (SUCA-2) yang digelar Indosiar itu juga banting setir menjadi content creator. Alumnus Universitas Brawijaya (UB) itu mengungkapkan alasannya berkecimpung di dunia YouTube. ”Berawal dari Stand up Comedy, lalu menjadi content creator. Sekarang sedang membuat video production untuk membuatkan iklan para pelaku UMKM,” ujar pria bernama asli Amir Gunawan, saat ditemui di studionya, Tasikmadu, Lowokwaru, Jumat (16/10).
Di sebuah studio yang kedap suara itu, dia menceritakan perjalannya dari stand up comedy yang banting setir jadi content creator. Ketika terjun ke dunia stand up comedy, pria kelahiran 14 Maret 1987 menyadari punya bakat lucu sejak di bangku SMP. ”Saya pernah pentas teater,” paparnya.
Ketika SMA, pria kelahiran Kediri ini kerap melucu meski aktif di organisasi juga. Kemudian pada 2012 ketika stand up comedy hanya ada di Metro TV, dia mulai mengasah kemampuannya. Tujuannya agar bisa tampil. Mulanya, dia tampil di komunitas-komunitas. ”Lumayan gerr dan mendapat antusias saat tampil di UB,” kenang Wawan.
Kemudian pada 2016 lalu, dia melihat pengumuman audisi SUCA-2 di Indosiar. Saat itu dia memberanikan diri mengikuti audisi tersebut. Sempat lolos hingga 21 besar, kemudian terleminasi. ”Saya menyadari segmen saya lokal dengan stand up boso Jowoan,” tandas Wawan yang kerap tampil off air setelah tereleminasi dari SUCA-2 Indosiar.
Dari semua pengalamannya manggung, dia paling berkesan ketika tampil special show di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada 2015 dan 2017 lalu.
Bagi Wawan, tidak perlu menjadi komika yang masuk TV dulu untuk menjadi terkenal, tapi bisa dari local heroes. ”Dan untuk zaman ini, arena lucu itu harus bisa ditransfer di dunia online,” katanya (ajh/c1/dan)

Habis Mucikari, Terbit YouTuber Religius

Yudi Prata dibilang sukses melalui unggahan videonya di YouTube. Sejak 2015 lalu, dia dikenal sebagai penyanyi genre pop. YouTube channel-nya Yakni Yudi Prata Official jadi tempatnya menggunggah video klip dari single-single lagunya.
Lama berkarir menjadi penyanyi pop, dua bulan lalu dia merilis lagu yang 180 derajat bertolak belakang dari sebelumnya. Yakni pop dangdut dengan lirik Jawa. Siapa sangka, single berjudul ”Sak Celupan” itu justru meraup viewer lebih banyak dibandingkan single-single sebelumnya. Hingga Jumat lalu (16/10), di YouTube-nya terlihat sudah ada 18 ribu pengunjung yang menikmati lagunya. ”Saya baru menggeluti dan aktif di YouTube ya setelah single Sak Celupan itu, karena merasa lagu Sak Celupan ini saya banget,” kata pria yang belum berkeluarga hingga saat ini.
Single Sak Celupan itu dinyanyikan featuring dengan Aira, yang sebenarnya juga penyanyi pop. Kenapa memilih judul Sak Celupan? Yudi menyadari judul Sak Celupan berkonotasi negatif. Namun di lagu ini, dipelesetkan menjadi sesuatu yang lucu, yakni bercerita tentang seorang suami yang meminta dibuatkan kopi oleh istrinya. Sak Celupan itu merujuk pada kalimat ”Sak Celupan Kopi”. Konsep komedi dari lagu itu juga didukung video klip yang langka. ”Video klipnya lebih ke komedi patahan, karena selama ini belum ada video klip musik atau apa pun yang pakai komedi patahan. Lebih kepada humor dan hiburan,” imbuh Yudi.
Meski belum lama merilis single-nya, alumnus Universitas Brawijaya (UB) itu terbilang beruntung karena mendapat kesempatan satu panggung bersama Denny Caknan dan Cak Percil, komedian yang kerap tampil di layar kaca.
Karirnya sebagai penyanyi juga tidak dia dapatkan secara instan. Siapa sangka, pria kelahiran 1986 itu dulunya sempat kecemplung di dunia malam. Tidak tanggung-tanggung, dulunya dia seorang mucikari, sebelum akhirnya hijrah dari dunia underground itu.
Dia menjadi mucikari karena tidak sengaja saat menangani event organizer. Suatu saat dia diminta meng-handle kegiatan touring nasional di Bromo. ”Waktu itu partisipannya ribuan peserta, dari seluruh daerah di Indonesia. Dan di acara itu saya diminta menghadirkan SPG (sales promotion girl), sekitar 200-an orang,” ujar dia.
Melalui relasinya, dia pun berhasil mengumpulkan sekitar 200 SPG, tanpa dia ketahui bahwa SPG tersebut dijadikan ”teman” bagi peserta selama di Bromo. Sejak saat itulah, dia menjadi perantara bagi pria-pria hidung belang yang mencari kupu-kupu malam. Sekitar lima bulan menjadi mucikari, dia pun memutuskan untuk hijrah pada 2015 lalu.
Seolah ingin menebus kekhilafannya menjadi penyuplai kupu-kupu malam, Yudi kerap menyisipkan dakwah kepada teman-temannya. Misalnya mengajak salat di sela-sela menyiapkan content YouTube. Dia memiliki impian untuk mensyiarkan ajaran agama Islam dari panggung YouTube. ”Cita-cita saya nanti kalau pas manggung lalu pas jamnya salat, bisa berhenti dulu dan ngajak kru salat jamaah,” kata dia. (arl/c1/dan)

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).

Pendidikan Siswa Insan Permata Didukung USQ dan BCIP

MALANG KOTA – Dalam mencetak kader berkarakter Islami, Yayasan Insan Permata Malang (YIPM) selain memiliki tiga unit utama jenjang pendidikan, juga ada layanan lain untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Kedua unit itu adalah Unit Sahabat Quran (USQ) dan Talenta dan Business Center Insan Permata (BCIP).

Wajib Dibaca

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).