alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Berdasar Pengalaman Pahit, Rendy Laks Rilis Single Abu

MALANG KOTA – Sebuah single berjudul “Abu”, secara resmi diluncurkan oleh penyanyi solo Rendy Laks, Senin (15/11). Penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengatakan, lagu ini terinpirasi dari pengalaman pribadi semasa hidupnya.

Mengusung genre Pop, lirik dari lagu Abu menggambarkan Rendy Laks pernah mengalami fase kehampaan, kepahitan, dan kegetiran dalam perjalanan hidupnya. Karena kehilangan orang yang dicintai, yaitu sang kakak yang telah meninggalkan keluarga.

“Ada saat semua pasti berakhir, ketika menjadi abu dan tak bisa diputar kembali. Namun kita harus bisa melewatinya dengan segala daya upaya, karena kehidupan terus berjalan,” terang penyanyi bernama asli Alfonsus Rendy Laksditalia Nugroho.

Rendy Laks menuturkan, Abu adalah bentuk rasa kehilangan yang mustahil untuk dikembalikan wujudnya. Abu adalah sebuah fragmentasi memori dan kisah. Sebuah jejak-jejak yang pernah dipijak dan dihidupi, akan tetapi tidak akan pernah bisa digapai lagi. Di sisi lain, Abu juga dapat dimaknai sebagai titik balik sebuah awal kebangkitan, mengantarkan kepada jalan hidup yang baru.

“Arus waktu tidak dapat diputar balik, namun arus waktu itulah yang akan mengantarkan kita pada proses kehidupan selanjutnya,” imbuh alumnus Universitas Brawijaya itu.

Dari segi musik, lagu ‘Abu’ disusun dengan bentuk dua bagian (AABB) dan dimainkan dengan format ensembel band. Pola permainan musiknya tetap dengan gaya yang umum dipakai dalam musik populer. Dengan ciri khas melodi tema yang easy listening dan lirik lagu yang tidak jauh dari persoalan kehidupan sehari-hari.

“Konsepnya seperti kord Asian Romantic ala Korea. Dengan penggarapan musik terpisah di berbagai kota karena pandemi, seperti Rendy ambil vokal di Bandung, drummer di Bali, dan arrange musik di Malang,” ungkap Music Director, Rachmat Dhani Yusuf.

Produksi lagu Abu sendiri menggandeng banyak tangan kreatif pemuda yang berasal dari Kota Malang. Mulai dari aransemen hingga pembuatan video klip. Bahkan, Rendy Laks memilih Indra Music Indonesia (IMI) yang berasal dari Kota Malang, sebagai music label dan publishing music.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Sebuah single berjudul “Abu”, secara resmi diluncurkan oleh penyanyi solo Rendy Laks, Senin (15/11). Penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu mengatakan, lagu ini terinpirasi dari pengalaman pribadi semasa hidupnya.

Mengusung genre Pop, lirik dari lagu Abu menggambarkan Rendy Laks pernah mengalami fase kehampaan, kepahitan, dan kegetiran dalam perjalanan hidupnya. Karena kehilangan orang yang dicintai, yaitu sang kakak yang telah meninggalkan keluarga.

“Ada saat semua pasti berakhir, ketika menjadi abu dan tak bisa diputar kembali. Namun kita harus bisa melewatinya dengan segala daya upaya, karena kehidupan terus berjalan,” terang penyanyi bernama asli Alfonsus Rendy Laksditalia Nugroho.

Rendy Laks menuturkan, Abu adalah bentuk rasa kehilangan yang mustahil untuk dikembalikan wujudnya. Abu adalah sebuah fragmentasi memori dan kisah. Sebuah jejak-jejak yang pernah dipijak dan dihidupi, akan tetapi tidak akan pernah bisa digapai lagi. Di sisi lain, Abu juga dapat dimaknai sebagai titik balik sebuah awal kebangkitan, mengantarkan kepada jalan hidup yang baru.

“Arus waktu tidak dapat diputar balik, namun arus waktu itulah yang akan mengantarkan kita pada proses kehidupan selanjutnya,” imbuh alumnus Universitas Brawijaya itu.

Dari segi musik, lagu ‘Abu’ disusun dengan bentuk dua bagian (AABB) dan dimainkan dengan format ensembel band. Pola permainan musiknya tetap dengan gaya yang umum dipakai dalam musik populer. Dengan ciri khas melodi tema yang easy listening dan lirik lagu yang tidak jauh dari persoalan kehidupan sehari-hari.

“Konsepnya seperti kord Asian Romantic ala Korea. Dengan penggarapan musik terpisah di berbagai kota karena pandemi, seperti Rendy ambil vokal di Bandung, drummer di Bali, dan arrange musik di Malang,” ungkap Music Director, Rachmat Dhani Yusuf.

Produksi lagu Abu sendiri menggandeng banyak tangan kreatif pemuda yang berasal dari Kota Malang. Mulai dari aransemen hingga pembuatan video klip. Bahkan, Rendy Laks memilih Indra Music Indonesia (IMI) yang berasal dari Kota Malang, sebagai music label dan publishing music.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru