alexametrics
30C
Malang
Sunday, 7 March 2021

Medsos Beri Efek Candu Setara Alkohol dan Narkoba

RADARMALANG – Eksistensi seseorang di media sosial (medsos) beberapa waktu belakangan semakin meningkat seiring dengan kebiasaan baru untuk mengisi waktu di rumah akibat pandemi Covid-19. Namun, siapa sangka jika menggunakan media sosial juga bisa membuat kecanduan. Sama seperti alkohol, media sosial juga memberi efek candu yang sama.

Perbedaan yang terlihat saat seseorang mengalami kecanduan media sosial dibandingkan alkohol terletak pada dampaknya pada tubuh. Kecanduan alkohol dapat menyebabkan seseorang mengalami dampak buruk pada fisik, terutama ginjal. Jika seseorang mengalami ketergantungan pada media sosial, kerusakan dapat terjadi pada emosi, perilaku, dan hubungan antar manusia.

“Generasi sekarang, milenial terutama itu kecanduannya media sosial. Teknologi yang seharusnya digunakan untuk bersantai atau berinteraksi dengan orang lain menjadi sesuatu yang membuat seseorang sulit untuk meninggalkannya karena menimbulkan rasa adiksi,” ujar dr Rizal Fadli melansir dari Halodoc, Senin (18/1).

Dalam studi yang dilakukan oleh University of Chicago Booth School of Business, ditemukan bahwa media sosial bisa lebih membuat kecanduan dibandingkan alkohol. Karena keinginan untuk mengonsumsi alkohol bisa dikontrol atau diturunkan. Namun, keinginan untuk memeriksa apa yang terjadi di media sosial bisa dibilang sulit ditahan. Tentu saja ini bisa disebut sebagai salah satu kecanduan yang serius.

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif seperti membuang-buang waktu (waktu kerja dan istirahat jadi terganggu), menurunkan rasa percaya diri, hingga perubahan suasana hati.

Peristiwa ini sebagian besar dapat berkontribusi pada lingkungan sosial yang memicu dopamin (hormon pengendali emosi yang dapat memengaruhi berbagai aktivitas manusia). Platform media sosial, seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram, mampu menghasilkan masalah saraf yang sama ditimbulkan saat seseorang berjudi dan mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk menjaga ketergantungan pada produknya.

“Interaksi dari media sosial dapat memengaruhi area otak untuk memicu reaksi kimia yang sama layaknya kokain,” sebut penelitian tersebut.

Penulis : Khrisna Ambar

RADARMALANG – Eksistensi seseorang di media sosial (medsos) beberapa waktu belakangan semakin meningkat seiring dengan kebiasaan baru untuk mengisi waktu di rumah akibat pandemi Covid-19. Namun, siapa sangka jika menggunakan media sosial juga bisa membuat kecanduan. Sama seperti alkohol, media sosial juga memberi efek candu yang sama.

Perbedaan yang terlihat saat seseorang mengalami kecanduan media sosial dibandingkan alkohol terletak pada dampaknya pada tubuh. Kecanduan alkohol dapat menyebabkan seseorang mengalami dampak buruk pada fisik, terutama ginjal. Jika seseorang mengalami ketergantungan pada media sosial, kerusakan dapat terjadi pada emosi, perilaku, dan hubungan antar manusia.

“Generasi sekarang, milenial terutama itu kecanduannya media sosial. Teknologi yang seharusnya digunakan untuk bersantai atau berinteraksi dengan orang lain menjadi sesuatu yang membuat seseorang sulit untuk meninggalkannya karena menimbulkan rasa adiksi,” ujar dr Rizal Fadli melansir dari Halodoc, Senin (18/1).

Dalam studi yang dilakukan oleh University of Chicago Booth School of Business, ditemukan bahwa media sosial bisa lebih membuat kecanduan dibandingkan alkohol. Karena keinginan untuk mengonsumsi alkohol bisa dikontrol atau diturunkan. Namun, keinginan untuk memeriksa apa yang terjadi di media sosial bisa dibilang sulit ditahan. Tentu saja ini bisa disebut sebagai salah satu kecanduan yang serius.

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif seperti membuang-buang waktu (waktu kerja dan istirahat jadi terganggu), menurunkan rasa percaya diri, hingga perubahan suasana hati.

Peristiwa ini sebagian besar dapat berkontribusi pada lingkungan sosial yang memicu dopamin (hormon pengendali emosi yang dapat memengaruhi berbagai aktivitas manusia). Platform media sosial, seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram, mampu menghasilkan masalah saraf yang sama ditimbulkan saat seseorang berjudi dan mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk menjaga ketergantungan pada produknya.

“Interaksi dari media sosial dapat memengaruhi area otak untuk memicu reaksi kimia yang sama layaknya kokain,” sebut penelitian tersebut.

Penulis : Khrisna Ambar

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru