alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Facebook Blokir Konten Berita di Australia

RADAR MALANG – Warga Australia dikejutkan dengan pemblokiran Facebook terhadap seluruh konten media pada Kamis (18/2). Bahkan konten itu termasuk berbagai halaman seperti kesehatan, darurat, politisi, badan amal, meterologi, dan pemerintah resmi juga ikut dihapus. Pemblokiran ini tentu menyebabkan banyak kekhwatiran atas akses publik terhadap berbagai informasi penting.

Orang-orang dari luar Australia juga mengatakan mereka tidak dapat membaca dan bahkan mengakses berbagai konten dari Australia melalui Facebook. Pemblokiran ini dikarenakan perselisihan Facebook dengan pemerintah Australia yang mewajibkan Facebook untuk membayar konten terkait Australia. Pemerintah Austalia memang sedang merancang undang-undang yang akan membuat berbagai raksasa teknologi membayar konten berita mereka.

Sementara itu, Facebook berpendapat bahwa undang-undang tersebut tidak ramah pada cara kerja internet dan tidak adil pada platform sejenis. Tindakan Facebook ini terjadi beberapa jam setelah Google setuju untuk membayar konten dari seluruh situs berita yang ada di plaformnya. Sedangkan Facebook, lebih memilih untuk berhenti memberikan layanan mereka kepada Australia.

Facebook dalam rilis pernyataan yang dikutip dari BBC, Kamis (18/2) justru mengatakan pemblokiran berbagai halaman tersebut karena tidak sengaja dan akan segera mereka aktifkan kembali. Namun mereka tidak mengatakan dengan jelas hingga kapan pemblokiran itu akan terus terjadi.

Sedangkan pemblokiran tersebut membuat pengguna Facebook dari Australia marah karena mereka tiba-tiba kehilangan akses ke sumber terpercaya. “Memutus akses informasi penting ke seluruh negara saat tengah malam itu sangat tidak masuk akal,” ucap Elaine Pearson, Direktur Human Rights Watch Australia.

Josh Fryendenberg, bendahara Australia, mengatakan melalui tweetnya bahwa pemerintah dan kepala eksekutif Facebook sedang melakukan diskusi untuk menemukan solusi atas permasalahan undang-undang tersebut.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Warga Australia dikejutkan dengan pemblokiran Facebook terhadap seluruh konten media pada Kamis (18/2). Bahkan konten itu termasuk berbagai halaman seperti kesehatan, darurat, politisi, badan amal, meterologi, dan pemerintah resmi juga ikut dihapus. Pemblokiran ini tentu menyebabkan banyak kekhwatiran atas akses publik terhadap berbagai informasi penting.

Orang-orang dari luar Australia juga mengatakan mereka tidak dapat membaca dan bahkan mengakses berbagai konten dari Australia melalui Facebook. Pemblokiran ini dikarenakan perselisihan Facebook dengan pemerintah Australia yang mewajibkan Facebook untuk membayar konten terkait Australia. Pemerintah Austalia memang sedang merancang undang-undang yang akan membuat berbagai raksasa teknologi membayar konten berita mereka.

Sementara itu, Facebook berpendapat bahwa undang-undang tersebut tidak ramah pada cara kerja internet dan tidak adil pada platform sejenis. Tindakan Facebook ini terjadi beberapa jam setelah Google setuju untuk membayar konten dari seluruh situs berita yang ada di plaformnya. Sedangkan Facebook, lebih memilih untuk berhenti memberikan layanan mereka kepada Australia.

Facebook dalam rilis pernyataan yang dikutip dari BBC, Kamis (18/2) justru mengatakan pemblokiran berbagai halaman tersebut karena tidak sengaja dan akan segera mereka aktifkan kembali. Namun mereka tidak mengatakan dengan jelas hingga kapan pemblokiran itu akan terus terjadi.

Sedangkan pemblokiran tersebut membuat pengguna Facebook dari Australia marah karena mereka tiba-tiba kehilangan akses ke sumber terpercaya. “Memutus akses informasi penting ke seluruh negara saat tengah malam itu sangat tidak masuk akal,” ucap Elaine Pearson, Direktur Human Rights Watch Australia.

Josh Fryendenberg, bendahara Australia, mengatakan melalui tweetnya bahwa pemerintah dan kepala eksekutif Facebook sedang melakukan diskusi untuk menemukan solusi atas permasalahan undang-undang tersebut.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/