alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Viral, TikTok Unggahan Dokter Ini Dianggap Lecehkan Perempuan

RADAR MALANG – Seorang dokter muda bernama Kevin Samuel Marpaung menuai banyak kritik akibat unggahan video TikTok-nya. Temanya kontroversial, yakni pemeriksaan vagina untuk persiapan melahirkan. Para aktivis perempuan mengkritik konten TikTok Dr Kevin dan menuntut agar surat izin dokter (SIP) dicabut.

dr. Kevin mengunggah video berdurasi 15 detik tersebut melalui akun TikToknya @dr.kepinsamuelmpg Sabtu (17/4). Namun kini video tersebut telah dihapus. Meski begitu, video telah beredar di platform media sosial lainnya termasuk Twitter.

Video berisi adegan pemeriksaan vagina selama percakapan teks antara Dr Kevin dan seorang bidan. Dengan beredarnya video tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) pun merilis desakkan agar ada tindakan tegas teradap dr Kevin. ‘’ Cabut SIP dan keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dokter yang membuat konten melecehkan pengalaman pasien!,’’ tulis Kompaks dalam rilisnya.

Berikut adegan dan cuplikan teks dari video viral tersebut. Awalnya muncul teks, “Dok, tolong cek pasien Ny A udh pembukaan berapa…”
Lalu dokter tersebut menjawab, “Oke, kak…” saut dr Kevin sambil mengernyitkan mata dan menggigit bibir bawah, lantas mengacungkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) sebagai tanda persiapan melakukan pemeriksaan vaginal touche.

Vaginal touche adalah pemeriksaan dengan metode memasukkan dua jari pemeriksa ke dalam vagina ibu untuk memeriksa pembukaan serviks atau leher rahim, apakah telah siap untuk proses kelahiran bayi atau belum.
Dokter tersebut kemudian memutar mata ke atas dan mendongak dengan keterangan ‘Awkward moment’. Sambil bergoyang-goyang, dr Kevin menjawab, “Pembukaan 3 kak,” demikian isi konten TikTok itu.
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) pun menanggapi bahwa video tersebut tindakakan merendahkan perempuan, yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan.

’’Reka adegan tersebut dilakukan dengan memberikan candaan bernuansa seksual yang merendahkan perempuan. Video ini melecehkan perempuan secara umum dan pasien perempuan yang membutuhkan pelayanan kesahatan secara khusus,’’ tambah dalam rilis Kompaks.

Adanya video itu juga dikhawatirkan memicu pasien ibu hamil takut menjalani persalinan yang ditangani seorag dokter. Tindakan tersebut penuh kecaman dari pihak kompaks dan masyarakat, karena hal tersebut tersebut pelanggaran terhadap kode Etika Dokter Indonesia (KODEKI).

Penulis: Fanda Yusnia

RADAR MALANG – Seorang dokter muda bernama Kevin Samuel Marpaung menuai banyak kritik akibat unggahan video TikTok-nya. Temanya kontroversial, yakni pemeriksaan vagina untuk persiapan melahirkan. Para aktivis perempuan mengkritik konten TikTok Dr Kevin dan menuntut agar surat izin dokter (SIP) dicabut.

dr. Kevin mengunggah video berdurasi 15 detik tersebut melalui akun TikToknya @dr.kepinsamuelmpg Sabtu (17/4). Namun kini video tersebut telah dihapus. Meski begitu, video telah beredar di platform media sosial lainnya termasuk Twitter.

Video berisi adegan pemeriksaan vagina selama percakapan teks antara Dr Kevin dan seorang bidan. Dengan beredarnya video tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) pun merilis desakkan agar ada tindakan tegas teradap dr Kevin. ‘’ Cabut SIP dan keanggotaan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dokter yang membuat konten melecehkan pengalaman pasien!,’’ tulis Kompaks dalam rilisnya.

Berikut adegan dan cuplikan teks dari video viral tersebut. Awalnya muncul teks, “Dok, tolong cek pasien Ny A udh pembukaan berapa…”
Lalu dokter tersebut menjawab, “Oke, kak…” saut dr Kevin sambil mengernyitkan mata dan menggigit bibir bawah, lantas mengacungkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) sebagai tanda persiapan melakukan pemeriksaan vaginal touche.

Vaginal touche adalah pemeriksaan dengan metode memasukkan dua jari pemeriksa ke dalam vagina ibu untuk memeriksa pembukaan serviks atau leher rahim, apakah telah siap untuk proses kelahiran bayi atau belum.
Dokter tersebut kemudian memutar mata ke atas dan mendongak dengan keterangan ‘Awkward moment’. Sambil bergoyang-goyang, dr Kevin menjawab, “Pembukaan 3 kak,” demikian isi konten TikTok itu.
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) pun menanggapi bahwa video tersebut tindakakan merendahkan perempuan, yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan.

’’Reka adegan tersebut dilakukan dengan memberikan candaan bernuansa seksual yang merendahkan perempuan. Video ini melecehkan perempuan secara umum dan pasien perempuan yang membutuhkan pelayanan kesahatan secara khusus,’’ tambah dalam rilis Kompaks.

Adanya video itu juga dikhawatirkan memicu pasien ibu hamil takut menjalani persalinan yang ditangani seorag dokter. Tindakan tersebut penuh kecaman dari pihak kompaks dan masyarakat, karena hal tersebut tersebut pelanggaran terhadap kode Etika Dokter Indonesia (KODEKI).

Penulis: Fanda Yusnia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru