KOTA BATU – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Batu pesimistis target pajak tahun ini sebesar Rp 250 miliar bisa dipenuhi. Hingga semester l-2020, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai 31,65 persen atau Rp 79,1 miliar dari target. Faktor pandemi virus korona (Covid-19) menjadi penghalang utama realisasi capaian pajak di Kota Batu.
Kepala KPP Pratama Kota Batu Dwi Ismurdiono mengakui jika penurunan realisasi pajak ini disebabkan karena pandemi Covid-19. ”Ya, tentu penyebab utamanya karena ada pandemi Covid-19. Sebab, penerimaan utama KPP Pratama Batu adalah di bidang pariwisata,” ujar Dwi.
Menurut dia, usaha pariwisata di Kota Batu dalam beberapa bulan terakhir sempat tutup karena menghindari penyebaran virus Covid-19. “Dengan begitu, otomatis tidak ada pembayaran dari wajib pajak tersebut,” tandasnya.
Selain itu, Dwi melanjutkan, masih rendahnya realisasi juga karena adanya relaksasi pembayaran pajak dari pemerintah. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan capaian pajak dengan tetap menagih WP yang tidak terdampak pandemi.
Dwi berharap, kondisi sulit ini segera pulih supaya perekonomian bergerak lagi. Dengan begitu, setidaknya target tidak terlalu jeblok.
Dia mengatakan, selama ini realisasi pajak sesuai target memang cukup sulit. Seperti tahun lalu, hanya teralisasi 91 persen atau sekitar Rp 170,6 miliar. “Prognosis sampai akhir tahun realisasinya sekitar 68-70 persenan dari target,” kata Dwi.
Seperti diketahui, dari data Direktorat Jenderal Pajak Jatim III, capaian KPP Pratama Batu pada semester pertama di 2020 capaian pajak Rp 79.148.606.264 (Rp 79,1 miliar). Capaian tersebut dari total wajib pajak (WP) 15.593 WP. Dengan rincian, jumlah WP badan 689, WP orang pribadi (OP) karyawan 12.157, dan WP OP nonkaryawan 2.747.
Pewarta: Ulfa Afrian
Foto: Dokumen JPRM
Editor: Hendarmono Al Sidarto