21.6 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Corak Lokal Ikut Naikkan Pamor Batik Malangan

KARANGPLOSO – Para perajin batik Kabupaten Malang antusias membuat kreasi motif Malangan. Karena ciri khas corak batik lokal diyakini bisa menaikkan pamor dan daya jual. Apalagi jika Pemkab Malang ikut mendorong lahirnya motif baru di tiap kecamatan atau bahkan desa.

Dwi Indra, 40, perajin Batik Lintang Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso mengamini pentingnya menguatkan ciri khas batik Malangan. ”Pemerintah Kabupaten Malang sepertinya memang sedang mendorong ini. Kami mendukung. Tiap desa dan kecamatan sudah punya motif dan karakter sendiri,” ujar Indra kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Malang sangat potensial. Jumlah perajin batiknya ratusan bahkan ribuan. Namun, identitas khusus khas Malangan belum sepopuler daerah lain. Misalnya, batik Pekalongan yang menasional.

Indra melihat potensi batik Malangan sangat besar. Apalagi, ada intervensi langsung pemerintahan. “Saya yakin batik sedang melejit. Apalagi dukungan pemerintah juga kuat untuk pembinaan batik,” tambahnya. Indra yakini, batik Malang bisa lebih populer lagi. Asalkan, intervensi pemerintah semakin besar. Program pembinaan makin banyak. Serta, peluang pasar batik Malang diperluas. Tahun 2023, Indra menganggap batik Malangan harus mulai merebut pasar yang selama ini dikuasai batik daerah lain. “Saya melihat batik Malangan sudah mulai bisa menempatkan diri di pasar lokal. Tidak lagi jadi tamu saja. Motif batik yang dimiliki perajin juga sangat banyak dan kaya,” sambungnya.

Dia mencontohkan, Batik Lintang miliknya mempunyai ciri khas motif bintang. Ada pula motif palasa yang menggambarkan bunga ploso, diambil dari asal daerah Karangploso. Dia juga mempunyai batik motif garudea. Menurut Indra, Batik Lintang miliknya telah merambah pasar nasional. Misalnya, Kalimantan, Papua, Jambi hingga Bengkulu. Pasar luar negeri yang sudah dijamah adalah Brunei dan Malaysia.

“Kalau soal harga tidak jauh beda. Tergantung varian, kerapatan batik, kehalusan dan jenis kain. Harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 jutaan,” tutupnya. (fin/nay)

KARANGPLOSO – Para perajin batik Kabupaten Malang antusias membuat kreasi motif Malangan. Karena ciri khas corak batik lokal diyakini bisa menaikkan pamor dan daya jual. Apalagi jika Pemkab Malang ikut mendorong lahirnya motif baru di tiap kecamatan atau bahkan desa.

Dwi Indra, 40, perajin Batik Lintang Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso mengamini pentingnya menguatkan ciri khas batik Malangan. ”Pemerintah Kabupaten Malang sepertinya memang sedang mendorong ini. Kami mendukung. Tiap desa dan kecamatan sudah punya motif dan karakter sendiri,” ujar Indra kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Malang sangat potensial. Jumlah perajin batiknya ratusan bahkan ribuan. Namun, identitas khusus khas Malangan belum sepopuler daerah lain. Misalnya, batik Pekalongan yang menasional.

Indra melihat potensi batik Malangan sangat besar. Apalagi, ada intervensi langsung pemerintahan. “Saya yakin batik sedang melejit. Apalagi dukungan pemerintah juga kuat untuk pembinaan batik,” tambahnya. Indra yakini, batik Malang bisa lebih populer lagi. Asalkan, intervensi pemerintah semakin besar. Program pembinaan makin banyak. Serta, peluang pasar batik Malang diperluas. Tahun 2023, Indra menganggap batik Malangan harus mulai merebut pasar yang selama ini dikuasai batik daerah lain. “Saya melihat batik Malangan sudah mulai bisa menempatkan diri di pasar lokal. Tidak lagi jadi tamu saja. Motif batik yang dimiliki perajin juga sangat banyak dan kaya,” sambungnya.

Dia mencontohkan, Batik Lintang miliknya mempunyai ciri khas motif bintang. Ada pula motif palasa yang menggambarkan bunga ploso, diambil dari asal daerah Karangploso. Dia juga mempunyai batik motif garudea. Menurut Indra, Batik Lintang miliknya telah merambah pasar nasional. Misalnya, Kalimantan, Papua, Jambi hingga Bengkulu. Pasar luar negeri yang sudah dijamah adalah Brunei dan Malaysia.

“Kalau soal harga tidak jauh beda. Tergantung varian, kerapatan batik, kehalusan dan jenis kain. Harga antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 jutaan,” tutupnya. (fin/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/