alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Mendadak Nyeri Punggung, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

MALANG KOTA – Munculnya rasa nyeri punggung bawah (NPB) bisa dialami siapa saja tanpa melihat usia. Kondisi ini umum terjadi dan dirasakan banyak orang. Namun saat rasa nyeri itu terus muncul dan disertai gejala lainnya, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter Nunik Eveline Hanoto Sp KFR menyatakan, dalam banyak kasus, kejadian NPB menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecacatan dan memiliki dampak sosial ekonomi yang tinggi. Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD Kota Malang ini menjelaskan, dari sejumlah penelitian dilaporkan sebanyak 65 hingga 80 persen populasi umum pernah mengalami NPB setidaknya sekali dalam hidupnya.

Dokter Nunik Eveline Hanoto Sp KFR (ist)

”Nyeri punggung bawah ini bisa didefinisikan sebagai rasa nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan yang terjadi pada bagian belakang tubuh, di antara iga terbawah hingga lipatan pantat bawah,” terangnya.

Dr Nunik menjelaskan, terdapat banyak penyebab NPB. Namun sekitar 85 persen nyeri punggung bersifat mekanik, yaitu rasa nyeri tanpa sumber anatomi atau kelainan yang dapat dikenali. Umumnya rasa nyeri yang muncul disebabkan oleh tekanan atau tarikan otot-otot punggung, tendon, dan ligamen yang melekat pada tulang belakang.

”Hal ini biasanya disebabkan karena pekerjaan dan aktivitas fisik yang berat,” jelanya. Mulai dari mengangkat, menarik, mendorong, berputar, menggeser, berdiri atau karena duduk terlalu lama dengan postur membungkuk.

Obat seperti parasetamol dan obat anti-inflamasi non-steroid adalah pilihan pertama dan kedua untuk mengatasi nyeri. Menurut dr Nunik, di instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Malang digunakan berbagai modalitas fisik sebagai pilihan penanganan NPB. Seperti modalitas panas, dingin, listrik, laser dan latihan.

Selain itu, mengingat NPB banyak disebabkan oleh posisi tubuh atau postur yang salah, proper back mechanics perlu selalu dilaksanakan. ”Proper back mechanics adalah cara bagaimana kita memposisikan tubuh dengan benar pada saat kita sedang berbaring, duduk ataupun berdiri dan bagaimana kita menggerakkan tubuh dengan tepat pada saat kita bekerja atau melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Beberapa contoh proper back mechanics adalah :

1. Duduk tegak, sebaiknya menggunakan kursi yang ada sandarannya.
2. Sering berganti posisi bila harus duduk dalam waktu yang lama.
3. Jangan mengangkat barang dengan posisi membungkuk.
4. Hindari tidur di matras yang terlalu lunak atau terlalu keras.

Menurur dr Nunik, jika tiba-tiba mengalami nyeri punggung bawah yang disertai demam, kelemahan tungkai, atau sulit mengontrol buang air kecil hingga penurunan berat badan yang tidak disengaja, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (*/nay)

Penulis: Ferdi Rio

MALANG KOTA – Munculnya rasa nyeri punggung bawah (NPB) bisa dialami siapa saja tanpa melihat usia. Kondisi ini umum terjadi dan dirasakan banyak orang. Namun saat rasa nyeri itu terus muncul dan disertai gejala lainnya, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter Nunik Eveline Hanoto Sp KFR menyatakan, dalam banyak kasus, kejadian NPB menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecacatan dan memiliki dampak sosial ekonomi yang tinggi. Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD Kota Malang ini menjelaskan, dari sejumlah penelitian dilaporkan sebanyak 65 hingga 80 persen populasi umum pernah mengalami NPB setidaknya sekali dalam hidupnya.

Dokter Nunik Eveline Hanoto Sp KFR (ist)

”Nyeri punggung bawah ini bisa didefinisikan sebagai rasa nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan yang terjadi pada bagian belakang tubuh, di antara iga terbawah hingga lipatan pantat bawah,” terangnya.

Dr Nunik menjelaskan, terdapat banyak penyebab NPB. Namun sekitar 85 persen nyeri punggung bersifat mekanik, yaitu rasa nyeri tanpa sumber anatomi atau kelainan yang dapat dikenali. Umumnya rasa nyeri yang muncul disebabkan oleh tekanan atau tarikan otot-otot punggung, tendon, dan ligamen yang melekat pada tulang belakang.

”Hal ini biasanya disebabkan karena pekerjaan dan aktivitas fisik yang berat,” jelanya. Mulai dari mengangkat, menarik, mendorong, berputar, menggeser, berdiri atau karena duduk terlalu lama dengan postur membungkuk.

Obat seperti parasetamol dan obat anti-inflamasi non-steroid adalah pilihan pertama dan kedua untuk mengatasi nyeri. Menurut dr Nunik, di instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Malang digunakan berbagai modalitas fisik sebagai pilihan penanganan NPB. Seperti modalitas panas, dingin, listrik, laser dan latihan.

Selain itu, mengingat NPB banyak disebabkan oleh posisi tubuh atau postur yang salah, proper back mechanics perlu selalu dilaksanakan. ”Proper back mechanics adalah cara bagaimana kita memposisikan tubuh dengan benar pada saat kita sedang berbaring, duduk ataupun berdiri dan bagaimana kita menggerakkan tubuh dengan tepat pada saat kita bekerja atau melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Beberapa contoh proper back mechanics adalah :

1. Duduk tegak, sebaiknya menggunakan kursi yang ada sandarannya.
2. Sering berganti posisi bila harus duduk dalam waktu yang lama.
3. Jangan mengangkat barang dengan posisi membungkuk.
4. Hindari tidur di matras yang terlalu lunak atau terlalu keras.

Menurur dr Nunik, jika tiba-tiba mengalami nyeri punggung bawah yang disertai demam, kelemahan tungkai, atau sulit mengontrol buang air kecil hingga penurunan berat badan yang tidak disengaja, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. (*/nay)

Penulis: Ferdi Rio

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru