alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Pandemi, Seniman Patung Ono Gaf Produktif Hasilkan Karya

MALANG KOTA – Meski di tengah pandemi, Ono Gaf seniman pematung asal Kota Malang tetap produktif berkarya. Bahkan, selama pandemi ada 50 patung baru yang berhasil diciptakannya.

Menggunakan media logam, karya seniman yang dijuluki man of steel ini sudah mendunia. Bahkan, karya yang terbuat dari rongsokan besi dan baja itu telah melanglang buana hingga ke-25 negara. Ono mengatakan, pandemi tidak menjadikan dirinya berhenti untuk berkarya. ”Saya ada 50 patung baru, ya saya kerjakan selama pandemi ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pria berusia 74 tahun ini sudah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk membuat patung. Dari 50 karya terbarunya ini, pria yang biasa meracik karya di Jalan Halmahera ini menghasilkan bermacam-macam bentuk. ”Ada yang abstrak, ada yang bentuk elang, burung fantasi, intinya memiliki karakter masing-masing,” ungkapnya.

Menurut dia, pandemi tidak bisa dijadikan penghalang untuk berkarya. Sebab, dirinya masih bisa melakukannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. ”Saya bikinnya juga sendirian, tidak berkerumun, saya juga sedia masker,” tambahnya.

Bahkan saat ini, pria yang berdomisili di Comboran, Gang Kidul Pasar, Kota Malang, itu juga menjadi guru les privat khusus seniman asal luar negeri. Yakni, mengajari seni patung ataupun seni lukis. ”Tapi hanya sebulan dua kali kalau itu,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)

MALANG KOTA – Meski di tengah pandemi, Ono Gaf seniman pematung asal Kota Malang tetap produktif berkarya. Bahkan, selama pandemi ada 50 patung baru yang berhasil diciptakannya.

Menggunakan media logam, karya seniman yang dijuluki man of steel ini sudah mendunia. Bahkan, karya yang terbuat dari rongsokan besi dan baja itu telah melanglang buana hingga ke-25 negara. Ono mengatakan, pandemi tidak menjadikan dirinya berhenti untuk berkarya. ”Saya ada 50 patung baru, ya saya kerjakan selama pandemi ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pria berusia 74 tahun ini sudah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk membuat patung. Dari 50 karya terbarunya ini, pria yang biasa meracik karya di Jalan Halmahera ini menghasilkan bermacam-macam bentuk. ”Ada yang abstrak, ada yang bentuk elang, burung fantasi, intinya memiliki karakter masing-masing,” ungkapnya.

Menurut dia, pandemi tidak bisa dijadikan penghalang untuk berkarya. Sebab, dirinya masih bisa melakukannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. ”Saya bikinnya juga sendirian, tidak berkerumun, saya juga sedia masker,” tambahnya.

Bahkan saat ini, pria yang berdomisili di Comboran, Gang Kidul Pasar, Kota Malang, itu juga menjadi guru les privat khusus seniman asal luar negeri. Yakni, mengajari seni patung ataupun seni lukis. ”Tapi hanya sebulan dua kali kalau itu,” pungkasnya. (rmc/ulf/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru