alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Catat, Khasiat Bawang Merah Atasi Masalah Kesehatan 

RADAR MALANG – Hasil penelitian oleh peneliti dari University of Medical Science, Iran, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah pada 2021 mengungkap khasiat bawang merah dalam mengatasi bermacam masalah kesehatan. Di antaranya, gangguan ginjal, antikanker, antiasma, dan efek antibiotik. Bawang merah dapat melindungi liver, usus, jantung, alat kelamin pria, ginjal, darah, sumsum tulang belakang, dan sistem otak dari efek toksik karena pengaruh obat, bahan kimia, dan bahan alam yang beracun.
Percobaan pada hewan menunjukkan kemampuan tanaman bernama Latin Allium cepa dari keluarga Liliaceae tersebut efektif untuk mengatasi keracunan liver akibat aflatoksin. Itu adalah racun yang dihasilkan jamur yang mengontaminasi makanan dan jamu yang lembap saat berada di dalam liver. Percobaan membuktikan aktivitas antioksidan yang meningkat yang ditunjukkan melalui perbaikan profil enzim liver.
Akrilamida adalah bahan kimia yang bersifat karsinogenik, yaitu memicu kanker. Itu adalah polutan pada asap rokok, proses pembuatan cat, pengolahan limbah, dan lain-lain. Dugaan kerjanya adalah dengan menurunkan kecepatan proses antioksidan. Bawang merah membantu meningkatkan kerja antioksidan dan mencegah pembentukan radikal bebas.
Bawang Merah Melindungi Saraf Otak dari Parkinson
Peran bawang merah pada berbagai organ, termasuk saluran cerna, saluran napas, saluran reproduksi, pelindung fungsi liver dan ginjal, dan sistem kardiovaskuler, layak dipertimbangkan. Sebuah artikel hasil kolaborasi peneliti Tiongkok dan Amerika Serikat yang diterbitkan di jurnal pada 2021 mengulas manfaat bawang merah pada berbagai organ. Aktivitas pelindung fungsi otak sudah dicobakan pada hewan. Bawang merah melindungi saraf otak dari penyakit Parkinson, mencegah kerusakan memori, dan membantu mengatasi cedera otak. Percobaan dengan ekstrak bawang merah menunjukkan kemampuan mengatasi kerusakan memori dan kemampuan belajar.
Bawang merah berperan pada perawatan dan peningkatan sistem imun. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan kerja ekstrak bawang terhadap proliferasi sel imun. Zat aktif onionin A sudah diketahui dapat memperbaiki aktivitas sel darah putih. Aktivitas antioksidan ekstrak bawang merah mampu melindungi tikus yang mengalami penekanan sistem imun karena pemberian obat deksametason.
Bawang merah direkomendasikan untuk pengobatan gangguan saluran napas seperti batuk, asma, dan bronkitis. Cara kerjanya, merelaksasi otot polos trakea, menurunkan radang, dan mengatasi kerusakan paru serta meredakan reaksi alergi pada asma.
Efek samping yang tidak disukai adalah bau napas dan tubuh yang tidak sedap. Konsumsi dalam jumlah banyak dan keadaan perut kosong dapat menimbulkan sensasi rasa terbakar, perut terasa tidak nyaman, dan kembung.
Reaksi gatal pada kulit dapat terjadi pada orang yang sensitif. Tapi, semua itu hanya terjadi pada konsumsi dalam waktu lama dan jumlah berlebihan.
Perlu diwaspadai penggunaan bersama obat pada penyakit kronis karena berpeluang menurunkan penyerapan obat. Lakukan konsultasi dengan dokter.

Bawang Dayak

Umbi bawang ini berwarna merah seperti bawang merah, tapi bukan dari keluarga tanaman yang sama. Ada yang menyebutnya bawang hutan.

Tanaman asal bernama ilmiah Eleutherine bulbosa dari suku Iridaceae yang dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara. Seperti namanya, tanaman itu tumbuh subur di Kalimantan. Tumbuh menahun, tinggi 25–30 cm, dan daun panjang yang mencapai 25 cm dengan lipatan-lipatan pada permukaan daun. Bunganya indah berwarna putih atau merah muda. Jadi, ada yang menganggapnya sebagai tanaman hias saja. Populer di kota besar di Pulau Jawa, umbi bawang mulai ditanam di halaman rumah.

Rakyat Suku Dayak menggunakannya untuk pengobatan gangguan kesehatan seperti diabetes, kanker payudara, pengeluaran air susu ibu, dan masalah kesuburan. Kaya sekali kandungan zat bioaktif, termasuk turunan golongan fenolik dan flavonoid, naftalen, antrakuinon, dan naftakuinon.

Hasil penelitian ilmiah menunjukkan aktivitas sebagai antikanker, antiradang, antioksidan, masalah kulit, dan fertilitas. Aktivitas antioksidan ekstrak yang mengandung senyawa golongan polifenol dan flavonoid membuktikan nilai nutrisi yang tinggi. Jadi, sangat sesuai digunakan sebagai sumber antioksidan alamiah untuk menjaga kesehatan sel.

Cara Mengonsumsi Bawang Merah

Kebiasaan makan bawang merah mentah lebih dianjurkan untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan. Manfaat akan didapat dengan mengonsumsi secara teratur dalam jumlah yang tidak berlebihan. Pengolahan hendaknya dengan api sedang. Usahakan waktu pemanasan yang singkat untuk menghindari kerusakan zat kandungan.

Bawang dayak sebaiknya diolah dengan cara dicuci, dirajang tipis, lalu disiram air panas di dalam gelas. Tunggu sampai air berwarna merah dan konsumsi dalam keadaan hangat. Lebih kurang satu hingga dua bawang dayak sehari dan cukup 2–3 kali seminggu saja pada orang yang sehat.

KANDUNGAN ”GAS AIR MATA” BAWANG MERAH

Saat dinding sel bawang merah teriris, senyawa S-oksida terlepas ke udara. Itu adalah ”gas air mata” yang merangsang kelenjar air mata untuk meneteskan air mata. Gunakan saja pisau yang tajam untuk mengurangi rangsangan tersebut.

Terkandung zat bioaktif yang berkhasiat pada bawang merah, seperti golongan polifenol, flavonoid (kuersetin), asam askorbat, dan senyawa sulfur.

Bawang merah juga mengandung senyawa golongan antosian dan flavonol tertinggi dibandingkan jenis bawang warna lain.

1. MIRIP: Bawang merah (kiri) berwarna merah cerah, berkulit kering, dan aromatik. Sementara itu, bawang dayak berwarna lebih gelap, kulit kesat, dan tidak beraroma.

2. TIPIS: Cara mengonsumsi bawang dayak bisa dipotong tipis sebelum diseduh dengan air panas. Mengiris bawang dayak tidak memberi efek perih pada mata seperti saat mengiris bawang merah.

3. SEDUH: Air panas dituang ke gelas yang berisi irisan bawang dayak sebanyak 1,5 sendok makan. Air seduhan akan berwarna merah. Semakin lama akan semakin pekat.

4. BANYAK KHASIAT: Yohanes Bagus yang tinggal di Pakis Tirtosari kerap meminum air rebusan atau wedang bawang dayak untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.

Sumber: YouTube Prof Dr apt Mangestuti Agil MS/ Jawa Pos

RADAR MALANG – Hasil penelitian oleh peneliti dari University of Medical Science, Iran, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah pada 2021 mengungkap khasiat bawang merah dalam mengatasi bermacam masalah kesehatan. Di antaranya, gangguan ginjal, antikanker, antiasma, dan efek antibiotik. Bawang merah dapat melindungi liver, usus, jantung, alat kelamin pria, ginjal, darah, sumsum tulang belakang, dan sistem otak dari efek toksik karena pengaruh obat, bahan kimia, dan bahan alam yang beracun.
Percobaan pada hewan menunjukkan kemampuan tanaman bernama Latin Allium cepa dari keluarga Liliaceae tersebut efektif untuk mengatasi keracunan liver akibat aflatoksin. Itu adalah racun yang dihasilkan jamur yang mengontaminasi makanan dan jamu yang lembap saat berada di dalam liver. Percobaan membuktikan aktivitas antioksidan yang meningkat yang ditunjukkan melalui perbaikan profil enzim liver.
Akrilamida adalah bahan kimia yang bersifat karsinogenik, yaitu memicu kanker. Itu adalah polutan pada asap rokok, proses pembuatan cat, pengolahan limbah, dan lain-lain. Dugaan kerjanya adalah dengan menurunkan kecepatan proses antioksidan. Bawang merah membantu meningkatkan kerja antioksidan dan mencegah pembentukan radikal bebas.
Bawang Merah Melindungi Saraf Otak dari Parkinson
Peran bawang merah pada berbagai organ, termasuk saluran cerna, saluran napas, saluran reproduksi, pelindung fungsi liver dan ginjal, dan sistem kardiovaskuler, layak dipertimbangkan. Sebuah artikel hasil kolaborasi peneliti Tiongkok dan Amerika Serikat yang diterbitkan di jurnal pada 2021 mengulas manfaat bawang merah pada berbagai organ. Aktivitas pelindung fungsi otak sudah dicobakan pada hewan. Bawang merah melindungi saraf otak dari penyakit Parkinson, mencegah kerusakan memori, dan membantu mengatasi cedera otak. Percobaan dengan ekstrak bawang merah menunjukkan kemampuan mengatasi kerusakan memori dan kemampuan belajar.
Bawang merah berperan pada perawatan dan peningkatan sistem imun. Studi in vitro dan in vivo menunjukkan kerja ekstrak bawang terhadap proliferasi sel imun. Zat aktif onionin A sudah diketahui dapat memperbaiki aktivitas sel darah putih. Aktivitas antioksidan ekstrak bawang merah mampu melindungi tikus yang mengalami penekanan sistem imun karena pemberian obat deksametason.
Bawang merah direkomendasikan untuk pengobatan gangguan saluran napas seperti batuk, asma, dan bronkitis. Cara kerjanya, merelaksasi otot polos trakea, menurunkan radang, dan mengatasi kerusakan paru serta meredakan reaksi alergi pada asma.
Efek samping yang tidak disukai adalah bau napas dan tubuh yang tidak sedap. Konsumsi dalam jumlah banyak dan keadaan perut kosong dapat menimbulkan sensasi rasa terbakar, perut terasa tidak nyaman, dan kembung.
Reaksi gatal pada kulit dapat terjadi pada orang yang sensitif. Tapi, semua itu hanya terjadi pada konsumsi dalam waktu lama dan jumlah berlebihan.
Perlu diwaspadai penggunaan bersama obat pada penyakit kronis karena berpeluang menurunkan penyerapan obat. Lakukan konsultasi dengan dokter.

Bawang Dayak

Umbi bawang ini berwarna merah seperti bawang merah, tapi bukan dari keluarga tanaman yang sama. Ada yang menyebutnya bawang hutan.

Tanaman asal bernama ilmiah Eleutherine bulbosa dari suku Iridaceae yang dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara. Seperti namanya, tanaman itu tumbuh subur di Kalimantan. Tumbuh menahun, tinggi 25–30 cm, dan daun panjang yang mencapai 25 cm dengan lipatan-lipatan pada permukaan daun. Bunganya indah berwarna putih atau merah muda. Jadi, ada yang menganggapnya sebagai tanaman hias saja. Populer di kota besar di Pulau Jawa, umbi bawang mulai ditanam di halaman rumah.

Rakyat Suku Dayak menggunakannya untuk pengobatan gangguan kesehatan seperti diabetes, kanker payudara, pengeluaran air susu ibu, dan masalah kesuburan. Kaya sekali kandungan zat bioaktif, termasuk turunan golongan fenolik dan flavonoid, naftalen, antrakuinon, dan naftakuinon.

Hasil penelitian ilmiah menunjukkan aktivitas sebagai antikanker, antiradang, antioksidan, masalah kulit, dan fertilitas. Aktivitas antioksidan ekstrak yang mengandung senyawa golongan polifenol dan flavonoid membuktikan nilai nutrisi yang tinggi. Jadi, sangat sesuai digunakan sebagai sumber antioksidan alamiah untuk menjaga kesehatan sel.

Cara Mengonsumsi Bawang Merah

Kebiasaan makan bawang merah mentah lebih dianjurkan untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan. Manfaat akan didapat dengan mengonsumsi secara teratur dalam jumlah yang tidak berlebihan. Pengolahan hendaknya dengan api sedang. Usahakan waktu pemanasan yang singkat untuk menghindari kerusakan zat kandungan.

Bawang dayak sebaiknya diolah dengan cara dicuci, dirajang tipis, lalu disiram air panas di dalam gelas. Tunggu sampai air berwarna merah dan konsumsi dalam keadaan hangat. Lebih kurang satu hingga dua bawang dayak sehari dan cukup 2–3 kali seminggu saja pada orang yang sehat.

KANDUNGAN ”GAS AIR MATA” BAWANG MERAH

Saat dinding sel bawang merah teriris, senyawa S-oksida terlepas ke udara. Itu adalah ”gas air mata” yang merangsang kelenjar air mata untuk meneteskan air mata. Gunakan saja pisau yang tajam untuk mengurangi rangsangan tersebut.

Terkandung zat bioaktif yang berkhasiat pada bawang merah, seperti golongan polifenol, flavonoid (kuersetin), asam askorbat, dan senyawa sulfur.

Bawang merah juga mengandung senyawa golongan antosian dan flavonol tertinggi dibandingkan jenis bawang warna lain.

1. MIRIP: Bawang merah (kiri) berwarna merah cerah, berkulit kering, dan aromatik. Sementara itu, bawang dayak berwarna lebih gelap, kulit kesat, dan tidak beraroma.

2. TIPIS: Cara mengonsumsi bawang dayak bisa dipotong tipis sebelum diseduh dengan air panas. Mengiris bawang dayak tidak memberi efek perih pada mata seperti saat mengiris bawang merah.

3. SEDUH: Air panas dituang ke gelas yang berisi irisan bawang dayak sebanyak 1,5 sendok makan. Air seduhan akan berwarna merah. Semakin lama akan semakin pekat.

4. BANYAK KHASIAT: Yohanes Bagus yang tinggal di Pakis Tirtosari kerap meminum air rebusan atau wedang bawang dayak untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.

Sumber: YouTube Prof Dr apt Mangestuti Agil MS/ Jawa Pos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru