alexametrics
29.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Hoki Fantastis Kura-Kura Sulcata, Makin Besar Harganya Semakin Mahal

RADAR MALANG –Merawat hewan peliharaan seringkali hanya sebatas hobi saja. Namun di tangan Tegar Awan Sabrang Cakrawala, hobi merawat kura-kura Sulcata malah menjadi hoki. Dari awalnya membesarkan satu ekor sulcata, kini Tegar memiliki puluhan ekor kura-kura asli Gurun Sahara ini.

Impian Tegar menjadi peternak kura-kura sulcata terwujud. Beberapa ekor sulcata yang dirawatnya sejak beberapa tahun sudah masuk usia dewasa dan siap dikawinkan dengan indukan yang diimpor dari Sudan pada akhir 2020. “Ini sudah pada kawin. Tinggal menunggu bertelor,” ujar warga Gentan, Baki, Sukoharjo seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group), Minggu (19/9).

Dari sisi bisnis, jual beli sulcata cukup menggiurkan. Seekor bayi sulcata jenis biasa dapat dibanderol senilai Rp 1 jutaan. Untuk jenis morp ivory, yakni warna badan dominan kuning dengan mata hitam mencapai Rp 25 juta, sedangkan yang albino tembus Rp 60 juta untuk ukuran baby. “Semakin besar, sulcata makin mahal,” jelas Tegar.

Karena habitat aslinya dari gurun, Sulcata merupakan hewan berdarah panas, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Sebab itu, proses jemur menjadi hal wajib, selain memastikan suhu kandang di angka 32-35 derajat celcius.

“Suhu di Solo ini kan rata-rata sekitar 30 derajat celcius. Jadi sudah sangat membantu. Namun kalau mau lebih aman, ya kandangnya bisa dilengkapi lampu ultraviolet dan pemanas riangan,” ungkapnya.

Untuk urusan makan, baik dari ukuran bayi hingga dewasa tidak banyak memiliki variasi. Hanya takarannya dibedakan. Di habitat aslinya, kura-kura darat yang hidup di gurun ini menjadikan kaktus dan rumput liar sebagai menu utama. Namun saat dijadikan peliharaan, menu harian bisa disesuaikan dengan isi dompet.

“Sulcata ini herbivora. Kalau yang sedikit mahal bisa diberikan kaktus, daun murbei, dan bunga/daun sepatu. Kalau mau irit, ya sawi, pakcoy (sawi sendok), selada keriting. Menu ini bisa ditambah timun, pepaya atau labu. Kalau mau pertumbuhan lebih baik, bisa diberi pelet khusus sulcata,” bebernya.

Bagi pemula, sangat disarankan memelihara usia baby up yang memiliki ukuran tubuh 7-10 sentimeter. Hindari memelihara dari bayi karena lebih ringkih dan mudah mati saat salah penanganan.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG –Merawat hewan peliharaan seringkali hanya sebatas hobi saja. Namun di tangan Tegar Awan Sabrang Cakrawala, hobi merawat kura-kura Sulcata malah menjadi hoki. Dari awalnya membesarkan satu ekor sulcata, kini Tegar memiliki puluhan ekor kura-kura asli Gurun Sahara ini.

Impian Tegar menjadi peternak kura-kura sulcata terwujud. Beberapa ekor sulcata yang dirawatnya sejak beberapa tahun sudah masuk usia dewasa dan siap dikawinkan dengan indukan yang diimpor dari Sudan pada akhir 2020. “Ini sudah pada kawin. Tinggal menunggu bertelor,” ujar warga Gentan, Baki, Sukoharjo seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group), Minggu (19/9).

Dari sisi bisnis, jual beli sulcata cukup menggiurkan. Seekor bayi sulcata jenis biasa dapat dibanderol senilai Rp 1 jutaan. Untuk jenis morp ivory, yakni warna badan dominan kuning dengan mata hitam mencapai Rp 25 juta, sedangkan yang albino tembus Rp 60 juta untuk ukuran baby. “Semakin besar, sulcata makin mahal,” jelas Tegar.

Karena habitat aslinya dari gurun, Sulcata merupakan hewan berdarah panas, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Sebab itu, proses jemur menjadi hal wajib, selain memastikan suhu kandang di angka 32-35 derajat celcius.

“Suhu di Solo ini kan rata-rata sekitar 30 derajat celcius. Jadi sudah sangat membantu. Namun kalau mau lebih aman, ya kandangnya bisa dilengkapi lampu ultraviolet dan pemanas riangan,” ungkapnya.

Untuk urusan makan, baik dari ukuran bayi hingga dewasa tidak banyak memiliki variasi. Hanya takarannya dibedakan. Di habitat aslinya, kura-kura darat yang hidup di gurun ini menjadikan kaktus dan rumput liar sebagai menu utama. Namun saat dijadikan peliharaan, menu harian bisa disesuaikan dengan isi dompet.

“Sulcata ini herbivora. Kalau yang sedikit mahal bisa diberikan kaktus, daun murbei, dan bunga/daun sepatu. Kalau mau irit, ya sawi, pakcoy (sawi sendok), selada keriting. Menu ini bisa ditambah timun, pepaya atau labu. Kalau mau pertumbuhan lebih baik, bisa diberi pelet khusus sulcata,” bebernya.

Bagi pemula, sangat disarankan memelihara usia baby up yang memiliki ukuran tubuh 7-10 sentimeter. Hindari memelihara dari bayi karena lebih ringkih dan mudah mati saat salah penanganan.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru