alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Inilah Alasan Kenapa Mengemudi Juga Bisa Menjadi Media Relaksasi

RADAR MALANG – Mengemudi lebih sering dikaitkan dengan kecepatan atau balapan daripada sebagai media relaksasi. Padahal banyak penelitian yang menemukan bahwa mengemudi bisa berfungsi sebagai terapi perilaku kognitif.

Mengemudi dapat meringankan beban mental karena memberikan ’menu’ berbeda pada otak. Selain memikirkan keselamatan serta fokus dengan lalu lintas kendaraan, otak tidak diberi ruang untuk memikirkan hal-hal yang memusingkan lainnya.

Dilansir dari ScienceDaily, Ahad (21/2), konsentrasi yang diperlukan selama mengemudi dilaporkan memang memiliki beberapa manfaat psikologis. Ketika seseorang membuat bermanuver di jalur yang menantang, hal itu akan dapat membantunya tidur jauh lebih nyenyak setelahnya. Mengemudi dengan kecepatan 20 sampai 30 km/jam di sekitaran pedesaan juga dapat memberi sensasi gembira sekaligus kesempatan waktu untuk memecahkan masalah.

“Setiap kali saya masuk ke mobil saya merasa lega,” ujar Lynne Pearce, professor yang mengajar teori sastra dan budaya di Lancaster University. “Tubuhku rileks dan aku menantikan waktu tanpa gangguan yang harus kupikirkan,”jelasnya.

Putri dari seorang mekanik sekaligus pemilik bengkel ini banyak menulis tentang keuntungan mengemudi, termasuk buku ‘Drivetime: Literary Excursions in Automotive Consciousness’. Ia mengatakan bahwa mengemudi menjadi salah satu cara membebaskan salah satu bagian otak untuk dapat berpikir dengan produktif.

Profesor Pearce menambahkan, mengemudi juga menjadi sarana untuk memecah berbagai emosi seperti kecemasan, frustrasi, dan amarah. “Saya justru suka menggunakan jalan kecil di dekat tempat tinggal saya dan mengemudi perlahan agar lebih dekat dengan lingkungan,” tutup Profesor Pearce.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Mengemudi lebih sering dikaitkan dengan kecepatan atau balapan daripada sebagai media relaksasi. Padahal banyak penelitian yang menemukan bahwa mengemudi bisa berfungsi sebagai terapi perilaku kognitif.

Mengemudi dapat meringankan beban mental karena memberikan ’menu’ berbeda pada otak. Selain memikirkan keselamatan serta fokus dengan lalu lintas kendaraan, otak tidak diberi ruang untuk memikirkan hal-hal yang memusingkan lainnya.

Dilansir dari ScienceDaily, Ahad (21/2), konsentrasi yang diperlukan selama mengemudi dilaporkan memang memiliki beberapa manfaat psikologis. Ketika seseorang membuat bermanuver di jalur yang menantang, hal itu akan dapat membantunya tidur jauh lebih nyenyak setelahnya. Mengemudi dengan kecepatan 20 sampai 30 km/jam di sekitaran pedesaan juga dapat memberi sensasi gembira sekaligus kesempatan waktu untuk memecahkan masalah.

“Setiap kali saya masuk ke mobil saya merasa lega,” ujar Lynne Pearce, professor yang mengajar teori sastra dan budaya di Lancaster University. “Tubuhku rileks dan aku menantikan waktu tanpa gangguan yang harus kupikirkan,”jelasnya.

Putri dari seorang mekanik sekaligus pemilik bengkel ini banyak menulis tentang keuntungan mengemudi, termasuk buku ‘Drivetime: Literary Excursions in Automotive Consciousness’. Ia mengatakan bahwa mengemudi menjadi salah satu cara membebaskan salah satu bagian otak untuk dapat berpikir dengan produktif.

Profesor Pearce menambahkan, mengemudi juga menjadi sarana untuk memecah berbagai emosi seperti kecemasan, frustrasi, dan amarah. “Saya justru suka menggunakan jalan kecil di dekat tempat tinggal saya dan mengemudi perlahan agar lebih dekat dengan lingkungan,” tutup Profesor Pearce.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/