alexametrics
27.2 C
Malang
Saturday, 13 August 2022

QR Art Exibition, Karya Seni Dipadukan dengan Teknologi

MALANG KOTA – Doddy Hernanto atau kerap di sapa Mr D ini telah menggagas karya baru, QR Art namanya. Konsep QR Art ini memadukan antara seni dan digital yakni berbentuk barcode yang dipadukan dengan gambar. Dia mengklaim bahwa karyanya ini merupakan satu-satunya gagasan anak bangsa yang ada di Indonesia bahkan di dunia.

“Ini juga sudah di HAKI-kan sebagai rekam jejak digital, saya mengajukan pada Oktober 2021. Kemudian saya teruskan saja,” kata pria asal Mojokerto itu.

Awal pembuatan, dia mengaku sangat kesulitan, sebab dia harus memadukan antara codingnya dan warna imagenya. Sehingga harus memakan waktu 6 jam dalam pembuatan satu karya QR Art. Berkat ketlatenannya, sekarang Ia hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk membuat karya QR Art.

“Karya pertama saya itu analog hitam putih saya gambar, akhirnya bisa. Kemudian saya bikin berwarna. Kemudian saya membuat coretan-coretan waktu perform di Candi Bajang Watu nah itu QR pertama berwarna saya,” katanya.

Dia pun melalangbuana untuk memamerkan hasil karya ciamiknya itu di berbagai kota melalui QR Art Exibition. Diantaranya pameran di Kota Surabaya digelar Senin (18/7), dan di Malang yang digelar mulai Senin (18/7) hingga selesai. Dia juga akan memperkenalkan QR Art di Jogja hingga Bandung nantinya.

“Pameran saya ini mengambil tema sejarah. Seperti gamber Soekarno, Bung Hatta dan lainnya ini saya pamerkan fisiknya. Di Malang baru pertama kali saya lakukan pameran. Kita lihat dulu antusias dari masyarakat Kota Malang seperti apa, kalau tinggi kemungkinan pameran untuk di Malang kami perpanjang lagi,” jelasnya.

Sebanyak 124 lukisan QR dengan bangga Ia pamerkan, sebab Ia sangat optimis bahwa karyanya layak diterima oleh masyarakat luas. Tak hanya sekedar image saja, namun QR karya Mr D ini dapat digunakan sebagai e-money, e-toll atau pembayaran non tunai lainnya dalam bentuk cetak. Terbaru, dia juga telah mendapatkan pemesanan untuk pembuatan perangko.

“QR Art Exibition saat pandemi dua kali melakukan secara virtual. Baru kali ni bisa memamerkan fisiknya lukisan. Awalnya analog QR Artnya kemudian saya transfer ke bentuk digital,” ujar dia.

Rofia Ismania

MALANG KOTA – Doddy Hernanto atau kerap di sapa Mr D ini telah menggagas karya baru, QR Art namanya. Konsep QR Art ini memadukan antara seni dan digital yakni berbentuk barcode yang dipadukan dengan gambar. Dia mengklaim bahwa karyanya ini merupakan satu-satunya gagasan anak bangsa yang ada di Indonesia bahkan di dunia.

“Ini juga sudah di HAKI-kan sebagai rekam jejak digital, saya mengajukan pada Oktober 2021. Kemudian saya teruskan saja,” kata pria asal Mojokerto itu.

Awal pembuatan, dia mengaku sangat kesulitan, sebab dia harus memadukan antara codingnya dan warna imagenya. Sehingga harus memakan waktu 6 jam dalam pembuatan satu karya QR Art. Berkat ketlatenannya, sekarang Ia hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk membuat karya QR Art.

“Karya pertama saya itu analog hitam putih saya gambar, akhirnya bisa. Kemudian saya bikin berwarna. Kemudian saya membuat coretan-coretan waktu perform di Candi Bajang Watu nah itu QR pertama berwarna saya,” katanya.

Dia pun melalangbuana untuk memamerkan hasil karya ciamiknya itu di berbagai kota melalui QR Art Exibition. Diantaranya pameran di Kota Surabaya digelar Senin (18/7), dan di Malang yang digelar mulai Senin (18/7) hingga selesai. Dia juga akan memperkenalkan QR Art di Jogja hingga Bandung nantinya.

“Pameran saya ini mengambil tema sejarah. Seperti gamber Soekarno, Bung Hatta dan lainnya ini saya pamerkan fisiknya. Di Malang baru pertama kali saya lakukan pameran. Kita lihat dulu antusias dari masyarakat Kota Malang seperti apa, kalau tinggi kemungkinan pameran untuk di Malang kami perpanjang lagi,” jelasnya.

Sebanyak 124 lukisan QR dengan bangga Ia pamerkan, sebab Ia sangat optimis bahwa karyanya layak diterima oleh masyarakat luas. Tak hanya sekedar image saja, namun QR karya Mr D ini dapat digunakan sebagai e-money, e-toll atau pembayaran non tunai lainnya dalam bentuk cetak. Terbaru, dia juga telah mendapatkan pemesanan untuk pembuatan perangko.

“QR Art Exibition saat pandemi dua kali melakukan secara virtual. Baru kali ni bisa memamerkan fisiknya lukisan. Awalnya analog QR Artnya kemudian saya transfer ke bentuk digital,” ujar dia.

Rofia Ismania

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/