alexametrics
19.9 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Google Ancam Hengkang Dari Australia

RADARMALANG – Google mengancam akan menarik mesin pencarinya di Australia. Langkah ini diambil karena negeri Kangguru itu membuat aturan untuk mengharuskan perusahaan berbagi royalti dengan penerbit berita.

Melansir dari BBC pada Jumat (22/1), Australia memperkenalkan undang-undang penting yang menekan Google, Facebook, dan perusahaan teknologi lain wajib membayar royalti kepada outlet media untuk konten berita mereka yang tayang di Google.

Perusahaan teknologi AS itu melawan dengan alasan undang-undang itu akan memberatkan dan akan merusak akses lokal ke layanan.

Direktur Pelaksana Google Australia, Mel Silva mengatakan pada sidang senat pada hari Jumat (22/1) bahwa undang-undang itu tidak bisa diterapkan

“Jika versi kode ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan nyata selain berhenti menyediakan Google penelusuran di Australia,” katanya.

Silva mengatakan undang-undang tersebut tidak dapat dipertahankan karena tidak sesuai dengan pembagian informasi online yang mengalir bebas.

Google dan Facebook juga berpendapat, outlet media sudah mendapatkan manfaat dari platform yang mengarahkan pembaca ke situs web mereka.

Penulis : Anggi Dianing

RADARMALANG – Google mengancam akan menarik mesin pencarinya di Australia. Langkah ini diambil karena negeri Kangguru itu membuat aturan untuk mengharuskan perusahaan berbagi royalti dengan penerbit berita.

Melansir dari BBC pada Jumat (22/1), Australia memperkenalkan undang-undang penting yang menekan Google, Facebook, dan perusahaan teknologi lain wajib membayar royalti kepada outlet media untuk konten berita mereka yang tayang di Google.

Perusahaan teknologi AS itu melawan dengan alasan undang-undang itu akan memberatkan dan akan merusak akses lokal ke layanan.

Direktur Pelaksana Google Australia, Mel Silva mengatakan pada sidang senat pada hari Jumat (22/1) bahwa undang-undang itu tidak bisa diterapkan

“Jika versi kode ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan nyata selain berhenti menyediakan Google penelusuran di Australia,” katanya.

Silva mengatakan undang-undang tersebut tidak dapat dipertahankan karena tidak sesuai dengan pembagian informasi online yang mengalir bebas.

Google dan Facebook juga berpendapat, outlet media sudah mendapatkan manfaat dari platform yang mengarahkan pembaca ke situs web mereka.

Penulis : Anggi Dianing

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/