alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Malang Fashion Movement 2021 Usung Konsep Fresh: Alasthyra

MALANG KOTA – First meeting road to Alasthyra Malang Festival Movement (MFM) 2021 digelar hari ini, Senin (22/2). Dihadiri oleh desainer ternama Kota Malang, manajer dan tim event Radar Malang, acara tersebut membahas konsep dan rencana kegiatan MFM yang akan digelar tahun ini.

Menurut Manajer Event Jawa Pos Radar Malang, Atho’illah, acara ini sudah direncanakan sejak awal Januari lalu, namun karena pandemi Covid-19 belum usai. maka diperlukan konsep yang lebih segar dan kreatif agar kegiatan tetap terselenggara sesuai dengan protokol kesehatan.

Nantinya, MFM 2021 akan digelar 10 April 2021 mendatang dengan konsep semi outdoor, di Taman Kemesraan, Pujon, Kabupaten Malang. Ada 14 desainer yang ambil bagian dengan melibatkan sedikitnya 24 model.

“Mulai Januari sudah merencanakan, namun belum ada aturan yang jelas mengenai protokol kesehatan. Tentunya ketika ada acara ini nanti harus diawali dengan protokol kesehatan yang dijaga ketat,” ujarnya.

Tentu ada alasan tersendiri mengenai tanggal yang dipilih, yaitu karena dasar pertimbangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca. Tentu keamanan tempat, dan cuaca menjadi faktor utama dalam acara ini.

“Karena tempatnya nanti di outdoor, kita harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti BMKG mengenai cuaca, BPBD mengenai keamanan tempat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Untuk nama Alasthyra ini diambil dari bahasa jawa dan sansekerta. Alas yang berati hutan, thyra yang berati kuat, tabah, terpercaya, tekun, dan dapat dikendalikan. Movement yang artinya berpindah, maka konsep yang dibuat tentunya berbeda dengan tahun lalu.

“Karena tempatnya nanti berbeda dengan tahun lalu, kalau biasanya di gedung kali ini kita tempatnya di hutan maka kita beri nama ada kata alas dan harapan dengan nama yang kami buat ini, bisa kuat lagi menggebrak industri fashion,” kata Selma Kirana, salah satu tim event Radar Malang.

Untuk fasilitas yang didapat tentu tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, road to MFM akan memanfaatkan segala platform milik Radar Malang, mulai dari YouTube, sosial media Instagram, website online, E-Paper, hingga media cetak koran. Ia menambahkan, bagi desainer yang ingin ambil bagian, bisa mendaftarkan diri ke Kantor Jawa Pos Radar Malang.

“Konsep road to MFM nanti kita mengadakan podcast dengan semua desainer di dalam mobil jadi seperti youtube Boy William yang ngobrol sambil jalan-jalan itu, tentunya secara bergantian dan jalan-jalan keliling Malang ngobrolin fashion desainer itu,” tambah Selma Kirana.

Agung Soedir Putra, founder Color Model Inc, gelaran fashion tahunan Jawa Pos Radar Malang ini merupakan wadah untuk desainer berkreasi di tengah pandemi. Baju yang dikenakan nantinya tentu desain baru yang dipromosikan.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

MALANG KOTA – First meeting road to Alasthyra Malang Festival Movement (MFM) 2021 digelar hari ini, Senin (22/2). Dihadiri oleh desainer ternama Kota Malang, manajer dan tim event Radar Malang, acara tersebut membahas konsep dan rencana kegiatan MFM yang akan digelar tahun ini.

Menurut Manajer Event Jawa Pos Radar Malang, Atho’illah, acara ini sudah direncanakan sejak awal Januari lalu, namun karena pandemi Covid-19 belum usai. maka diperlukan konsep yang lebih segar dan kreatif agar kegiatan tetap terselenggara sesuai dengan protokol kesehatan.

Nantinya, MFM 2021 akan digelar 10 April 2021 mendatang dengan konsep semi outdoor, di Taman Kemesraan, Pujon, Kabupaten Malang. Ada 14 desainer yang ambil bagian dengan melibatkan sedikitnya 24 model.

“Mulai Januari sudah merencanakan, namun belum ada aturan yang jelas mengenai protokol kesehatan. Tentunya ketika ada acara ini nanti harus diawali dengan protokol kesehatan yang dijaga ketat,” ujarnya.

Tentu ada alasan tersendiri mengenai tanggal yang dipilih, yaitu karena dasar pertimbangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca. Tentu keamanan tempat, dan cuaca menjadi faktor utama dalam acara ini.

“Karena tempatnya nanti di outdoor, kita harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti BMKG mengenai cuaca, BPBD mengenai keamanan tempat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Untuk nama Alasthyra ini diambil dari bahasa jawa dan sansekerta. Alas yang berati hutan, thyra yang berati kuat, tabah, terpercaya, tekun, dan dapat dikendalikan. Movement yang artinya berpindah, maka konsep yang dibuat tentunya berbeda dengan tahun lalu.

“Karena tempatnya nanti berbeda dengan tahun lalu, kalau biasanya di gedung kali ini kita tempatnya di hutan maka kita beri nama ada kata alas dan harapan dengan nama yang kami buat ini, bisa kuat lagi menggebrak industri fashion,” kata Selma Kirana, salah satu tim event Radar Malang.

Untuk fasilitas yang didapat tentu tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, road to MFM akan memanfaatkan segala platform milik Radar Malang, mulai dari YouTube, sosial media Instagram, website online, E-Paper, hingga media cetak koran. Ia menambahkan, bagi desainer yang ingin ambil bagian, bisa mendaftarkan diri ke Kantor Jawa Pos Radar Malang.

“Konsep road to MFM nanti kita mengadakan podcast dengan semua desainer di dalam mobil jadi seperti youtube Boy William yang ngobrol sambil jalan-jalan itu, tentunya secara bergantian dan jalan-jalan keliling Malang ngobrolin fashion desainer itu,” tambah Selma Kirana.

Agung Soedir Putra, founder Color Model Inc, gelaran fashion tahunan Jawa Pos Radar Malang ini merupakan wadah untuk desainer berkreasi di tengah pandemi. Baju yang dikenakan nantinya tentu desain baru yang dipromosikan.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/