alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Tahukah Kamu? Sekarang Hari Demam Berdarah Nasional Lho

MALANG KOTA – Hari ini, tepatnya setiap 22 April diperingati sebagai Hari Demam Berdarah Nasional. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut dokter spesialis pediatric RSUD Syaiful Anwar, dr Kurniawan Taufiq Kadafi Mbiomed Sp A(K), beberapa orang tua terlambat mengenali gejala demam berdarah (DBD). Sehingga anak terlambat pula dibawa ke rumah sakit.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi DBD, antara lain demam mendadak tinggi, mual, muntah, nyeri sendi, nyeri kepala, hingga penurunan nafsu makan. Selain itu, penderita demam berdarah juga bisa mengalami bintik-bintik merah di kulit serta pendarahan gusi.

“Di sisi lain gejala DBD sering bersamaan dengan infeksi lain seperti diare dan radang tenggorokan. Hal ini sering menyebabkan orang tua justru fokus pada penyakit infeksi lain,” ujar dokter kelahiran Cilacap itu.

Penyebaran virus dari satu orang ke orang lain dengan perantara gigitan nyamuk Aedes Aegepty umumnya terjadi 2 hari sebelum demam. Sampai 5-7 hari pada saat demam. Menurut dr Kadafi, ada 2 faktor pemicu infeksi virus dengue.

“Yaitu sistem kekebalan tubuh anak dan lingkungan yang lembab. Curah hujan yang tinggi juga memudahkan penyebaran virus ini,” lanjutnya.

Karena umumnya selama musim penghujan, banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain.

Dokter Kurniawan Taufiq Kadafi Mbiomed Sp A(K) (ist)

Penanganan awal DBD dapat dilakukan di rumah. Sangat dianjurkan bagi pasien untuk minum banyak cairan guna mencegah dehidrasi, yang dapat berujung pada penurunan trombosit. Selain itu, pasien juga harus melakukan istirahat secara total serta memonitor kadar trombosit dan kadar sel darah merah.

Untuk mengatasi demam, pasien dapat mengompres seluruh badan terutama di bagian ketiak dan selangkangan. Konsumsi parasetamol juga bisa membantu untuk meredakan demam.

Jika tak ditangani dengan baik, demam berdarah dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS).

Pewarta Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Hari ini, tepatnya setiap 22 April diperingati sebagai Hari Demam Berdarah Nasional. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut dokter spesialis pediatric RSUD Syaiful Anwar, dr Kurniawan Taufiq Kadafi Mbiomed Sp A(K), beberapa orang tua terlambat mengenali gejala demam berdarah (DBD). Sehingga anak terlambat pula dibawa ke rumah sakit.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi DBD, antara lain demam mendadak tinggi, mual, muntah, nyeri sendi, nyeri kepala, hingga penurunan nafsu makan. Selain itu, penderita demam berdarah juga bisa mengalami bintik-bintik merah di kulit serta pendarahan gusi.

“Di sisi lain gejala DBD sering bersamaan dengan infeksi lain seperti diare dan radang tenggorokan. Hal ini sering menyebabkan orang tua justru fokus pada penyakit infeksi lain,” ujar dokter kelahiran Cilacap itu.

Penyebaran virus dari satu orang ke orang lain dengan perantara gigitan nyamuk Aedes Aegepty umumnya terjadi 2 hari sebelum demam. Sampai 5-7 hari pada saat demam. Menurut dr Kadafi, ada 2 faktor pemicu infeksi virus dengue.

“Yaitu sistem kekebalan tubuh anak dan lingkungan yang lembab. Curah hujan yang tinggi juga memudahkan penyebaran virus ini,” lanjutnya.

Karena umumnya selama musim penghujan, banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain.

Dokter Kurniawan Taufiq Kadafi Mbiomed Sp A(K) (ist)

Penanganan awal DBD dapat dilakukan di rumah. Sangat dianjurkan bagi pasien untuk minum banyak cairan guna mencegah dehidrasi, yang dapat berujung pada penurunan trombosit. Selain itu, pasien juga harus melakukan istirahat secara total serta memonitor kadar trombosit dan kadar sel darah merah.

Untuk mengatasi demam, pasien dapat mengompres seluruh badan terutama di bagian ketiak dan selangkangan. Konsumsi parasetamol juga bisa membantu untuk meredakan demam.

Jika tak ditangani dengan baik, demam berdarah dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS).

Pewarta Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/