alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Super Blood Moon dan Matahari di Atas Kabah Bakal Terjadi di 26 Mei

RADAR MALANG – 26 Mei akan berlangsung dua peristiwa alam fenomenal. Melansir Twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada tanggal tersebut akan terjadi fenomena matahari berada di atas Kabah dan Super Blood Moon (gerhana bulan total berwarna merah).

Melansir Twitter resmi BMKG, Sabtu (22/5), Kepala BMKG Rahmat Triyono menyatakan bahwa peristiwa Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Dan posisi Bulan saat terjadi gerhana, berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

“Sehingga, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee, Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi,” ucap Triyono kepada wartawan, Jumat, (21/5).

Menurut perkiraan BMKG, nantinya seluruh proses gerhana dari fase awal (P1)
hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam, 5 menit, dan 2 detik. Sementara proses Gerhana Bulan Total dari fase total (U2), puncak total sampai akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

Terkait fenomena tersebut, BMKG akan melakukan pengamatan di lokasi-lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia menggunakan teleskop serta detektor dan teknologi informasi.

Selain gerhana bulan, pada hari yang sama, posisi matahari akan berada tepat di atas Kabah. posisi ini akan terjadi mulai 26 hingga 28 Mei 2021. Ahli Ilmu Falak Dr Muh. Nashirudin MA MAg dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengatakan, fenomena matahari berada tepat di atas Kabah merupakan peristiwa yang disebut Istiwa’ A’dham, atau Rashdul Qiblah Global.

Momentum ini bisa dimanfaatkan umat Islam untuk mengecek kembali kesesuaian arah kiblat.

Menurut BMKG, berikut panduan yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat

1. Sesuaikan jam yang digunakan dengan jam atom BMKH di http://jam.bmkg.go.id
2. Gunakan alat yang dapat dijadikan tgak lurus pada permukaan datar.
3. Pastikan benda yang ditancapkan tersebut tegak lurus.
4. Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah 16.18 WIB atau 17.18 WITA (Waktu puncak).
5. Perhatikan arah bayangan yang terjadi saat waktu puncak. Tarik garis di ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat di atas Kabah.

Penulis : Fanda Yusnia

RADAR MALANG – 26 Mei akan berlangsung dua peristiwa alam fenomenal. Melansir Twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada tanggal tersebut akan terjadi fenomena matahari berada di atas Kabah dan Super Blood Moon (gerhana bulan total berwarna merah).

Melansir Twitter resmi BMKG, Sabtu (22/5), Kepala BMKG Rahmat Triyono menyatakan bahwa peristiwa Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Dan posisi Bulan saat terjadi gerhana, berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon.

“Sehingga, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee, Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi,” ucap Triyono kepada wartawan, Jumat, (21/5).

Menurut perkiraan BMKG, nantinya seluruh proses gerhana dari fase awal (P1)
hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam, 5 menit, dan 2 detik. Sementara proses Gerhana Bulan Total dari fase total (U2), puncak total sampai akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

Terkait fenomena tersebut, BMKG akan melakukan pengamatan di lokasi-lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia menggunakan teleskop serta detektor dan teknologi informasi.

Selain gerhana bulan, pada hari yang sama, posisi matahari akan berada tepat di atas Kabah. posisi ini akan terjadi mulai 26 hingga 28 Mei 2021. Ahli Ilmu Falak Dr Muh. Nashirudin MA MAg dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengatakan, fenomena matahari berada tepat di atas Kabah merupakan peristiwa yang disebut Istiwa’ A’dham, atau Rashdul Qiblah Global.

Momentum ini bisa dimanfaatkan umat Islam untuk mengecek kembali kesesuaian arah kiblat.

Menurut BMKG, berikut panduan yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat

1. Sesuaikan jam yang digunakan dengan jam atom BMKH di http://jam.bmkg.go.id
2. Gunakan alat yang dapat dijadikan tgak lurus pada permukaan datar.
3. Pastikan benda yang ditancapkan tersebut tegak lurus.
4. Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum dan sesudah 16.18 WIB atau 17.18 WITA (Waktu puncak).
5. Perhatikan arah bayangan yang terjadi saat waktu puncak. Tarik garis di ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat di atas Kabah.

Penulis : Fanda Yusnia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru