alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Diny Caesar Sasandiana,Juara Laksmi Bride Hunt yang Mulai Laris Job Endorsement

MALANG-Nama Diny Caesar Sasandiana di jagad fashion memang belum di puncak betul. Ini karena  dia sedang merintis. Namun prestasinya sudah cukup lumayan. Karena sejumlah perusahaan sudah mengunakan jasanya untuk membantu promo.

“Saya juga tidak menyangka, dari mempromosikan bisnis kawan secara gratis, tiba-tiba banyak tawaran kolaborasi dengan brand,” ucapnya. Dia mengaku menerima berbagai brand yang mengajaknya kolaborasi. Mulai dari produk makanan, skincare, baju, tas, dan sebagainya. Meski begitu dia tak pernah menjadikan kemauan klien sebagai beban. “Saya justru tertantang untuk mencoba beraneka brand, selain menambah pengalaman juga portofolio,” terang perempuan kelahiran Kupang, 14 Agustus 1999 ini.

REMAJA POTENSIAL: Diny Caesar Sasandiana (kiri) ketika meraih juara pada
Baca Dari… Hal 7 ajang Laksmi Bride Hunt di Surabaya beberapa bulan lalu. (ist)

Dalam urusan fashion, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMM sudah lumayan matang. Bahkan dia pernah meraih juara 1 Laksmi Bride Hunt 2020 tingkat Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan oleh Laksmi Muslimah, salah satu trend setter perancang busana pengantin muslimah yang pusatnya di Surabaya. Bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi juga memberikan ruang bagi muslimah berbakat.

Diny menyebut proses seleksinya tidak mudah. Pesertanya yang ikut dari berbagai wilayah di Jawa Timur, paling banyak asal Surabaya. “Prosesnya mulai dari photoshoot dengan menggunakan baju pengantin dan unjuk bakat,” terangnya.

Bagi Diny, Laksmi Bride Hunt 2020 yang pengumumannya pada tahun 2021 ini adalah kompetisi pertamanya. Tak disangka, apresiasi ini membuka pintu kesuksesan lainnya untuk berdampak positif bagi sekitar. Diny mendapatkan trofi juara 1, sertifikat, dan liburan ke Jogja.

Dalam kesempatan ini, dia mengungkapkan harus pandai menata jadwal di tengah kesibukan kuliah. Di sisi lain, dia juga pernah syuting film pendek dan series untuk Vision+ milik MNC+. “Paling sulit itu ketika menjaga mood harus selalu sigap apalagi syuting butuh waktu hingga malam,” jelasnya.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai brand juga terus dilakukan. “Untuk Instagram pun, semuanya saya handle sendiri, kuncinya berusaha untuk konsisten upload dan update,” jelasnya. “Tahun 2022 ini, saya berharap studi perkuliahan selesai dan dapat memiliki pengalaman baru untuk berkolaborasi dengan brand dari kota lainnya,” tutupnya. (ifa/abm).

MALANG-Nama Diny Caesar Sasandiana di jagad fashion memang belum di puncak betul. Ini karena  dia sedang merintis. Namun prestasinya sudah cukup lumayan. Karena sejumlah perusahaan sudah mengunakan jasanya untuk membantu promo.

“Saya juga tidak menyangka, dari mempromosikan bisnis kawan secara gratis, tiba-tiba banyak tawaran kolaborasi dengan brand,” ucapnya. Dia mengaku menerima berbagai brand yang mengajaknya kolaborasi. Mulai dari produk makanan, skincare, baju, tas, dan sebagainya. Meski begitu dia tak pernah menjadikan kemauan klien sebagai beban. “Saya justru tertantang untuk mencoba beraneka brand, selain menambah pengalaman juga portofolio,” terang perempuan kelahiran Kupang, 14 Agustus 1999 ini.

REMAJA POTENSIAL: Diny Caesar Sasandiana (kiri) ketika meraih juara pada
Baca Dari… Hal 7 ajang Laksmi Bride Hunt di Surabaya beberapa bulan lalu. (ist)

Dalam urusan fashion, mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMM sudah lumayan matang. Bahkan dia pernah meraih juara 1 Laksmi Bride Hunt 2020 tingkat Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan oleh Laksmi Muslimah, salah satu trend setter perancang busana pengantin muslimah yang pusatnya di Surabaya. Bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi juga memberikan ruang bagi muslimah berbakat.

Diny menyebut proses seleksinya tidak mudah. Pesertanya yang ikut dari berbagai wilayah di Jawa Timur, paling banyak asal Surabaya. “Prosesnya mulai dari photoshoot dengan menggunakan baju pengantin dan unjuk bakat,” terangnya.

Bagi Diny, Laksmi Bride Hunt 2020 yang pengumumannya pada tahun 2021 ini adalah kompetisi pertamanya. Tak disangka, apresiasi ini membuka pintu kesuksesan lainnya untuk berdampak positif bagi sekitar. Diny mendapatkan trofi juara 1, sertifikat, dan liburan ke Jogja.

Dalam kesempatan ini, dia mengungkapkan harus pandai menata jadwal di tengah kesibukan kuliah. Di sisi lain, dia juga pernah syuting film pendek dan series untuk Vision+ milik MNC+. “Paling sulit itu ketika menjaga mood harus selalu sigap apalagi syuting butuh waktu hingga malam,” jelasnya.

Selain itu, kolaborasi dengan berbagai brand juga terus dilakukan. “Untuk Instagram pun, semuanya saya handle sendiri, kuncinya berusaha untuk konsisten upload dan update,” jelasnya. “Tahun 2022 ini, saya berharap studi perkuliahan selesai dan dapat memiliki pengalaman baru untuk berkolaborasi dengan brand dari kota lainnya,” tutupnya. (ifa/abm).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/