alexametrics
32C
Malang
Saturday, 27 February 2021

Perempuan Muda Ini Pecahkan Rekor Arungi Samudra Atlantik Sendirian

RADAR MALANG – Seorang guru renang berusia 21 tahun asal North Yorkshire menjadi wanita termuda yang melintasi Samudra Atlantik sendirian dengan perahu dayung. Jasmine Harrison, seorang guru paruh waktu memulai perjalannya pada bulan Desember 2020 lalu.

Melansir dari The Guardian, Senin (22/2), dia berangkat dari La Gomera yang terletak di Kepulauan Canary. Dibutuhkan waktu 70 hari, tiga jam, dan 48 menit baginya untuk sampai di Antigua. Kedatangannya disambut meriah, bahkan juga di Facebook. Ketika memasuki teluk, ia menyalakan suar sembari berdiri di atas perahu dayungnya. “Makanan, aku ingin makanan,” ujarnya ketika ditanya hal apa yang paling ia nantikan ketika sampai.

Harrison mengatakan pengalaman selama mengarungin samudra itu adalah sesuatu yang paling ia inginkan dan telah dilewatinya. Dia juga mengatakan telah menempuh perjalanan sejauh 3.000 mil atau hampir setara dengan 4.828 kilometer.

Harrison mengakui ada banyak pengalaman dan kenangan baik dan buruk selama terombang-ambing sendirian di laut. Namun dia cukup senang karena bisa melarikan diri sejenak dari kehidupan normalnya. Menjauh dari segalanya, termasuk media sosial, berita buruk, dan lainnya.

Ia juga membeberkan beberapa tantangan yang ia lalui selama perjalannya. Kapalnya sempat beberapa terbalik hingga melukai sikunya. Ia juga mencertitakan bagaimana ia mengatur waktunya selama di perjalanan. Dia akan mendayung selama dua jam dan tidur selama dua jam berikutnya. Begitulah siklus yang dijalani.

Menurutnya, ia terinspirasi melakukan penyebrangan saat mengujungi Antrigua dan mulai berlatih sejak Januari 2020.

Pemecahan rekornya itu telah mengumpulkan lebih dari 10.000 Pound. Uang tersebut akan ia sumbangkan ke Blue Marine Foundation, yang bertujuan untuk memerangi penangkapan ikan berlebihan. Serta kepada ShelterBox, sebuah organisasi yang memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak bencana alam.

Dalam pernyataan di situsnya, Harrison mengatakan bahwa ia ingin menginspirasi kaum muda untuk keluar dan melakukan sesuatu. Apakah itu mengubah dunia atau hanya melakukan sesuatu di luar zona nyaman Anda, tetaplah melakukan sesuatu yang disukai.

Penulis: Aulia Hamazunnis

RADAR MALANG – Seorang guru renang berusia 21 tahun asal North Yorkshire menjadi wanita termuda yang melintasi Samudra Atlantik sendirian dengan perahu dayung. Jasmine Harrison, seorang guru paruh waktu memulai perjalannya pada bulan Desember 2020 lalu.

Melansir dari The Guardian, Senin (22/2), dia berangkat dari La Gomera yang terletak di Kepulauan Canary. Dibutuhkan waktu 70 hari, tiga jam, dan 48 menit baginya untuk sampai di Antigua. Kedatangannya disambut meriah, bahkan juga di Facebook. Ketika memasuki teluk, ia menyalakan suar sembari berdiri di atas perahu dayungnya. “Makanan, aku ingin makanan,” ujarnya ketika ditanya hal apa yang paling ia nantikan ketika sampai.

Harrison mengatakan pengalaman selama mengarungin samudra itu adalah sesuatu yang paling ia inginkan dan telah dilewatinya. Dia juga mengatakan telah menempuh perjalanan sejauh 3.000 mil atau hampir setara dengan 4.828 kilometer.

Harrison mengakui ada banyak pengalaman dan kenangan baik dan buruk selama terombang-ambing sendirian di laut. Namun dia cukup senang karena bisa melarikan diri sejenak dari kehidupan normalnya. Menjauh dari segalanya, termasuk media sosial, berita buruk, dan lainnya.

Ia juga membeberkan beberapa tantangan yang ia lalui selama perjalannya. Kapalnya sempat beberapa terbalik hingga melukai sikunya. Ia juga mencertitakan bagaimana ia mengatur waktunya selama di perjalanan. Dia akan mendayung selama dua jam dan tidur selama dua jam berikutnya. Begitulah siklus yang dijalani.

Menurutnya, ia terinspirasi melakukan penyebrangan saat mengujungi Antrigua dan mulai berlatih sejak Januari 2020.

Pemecahan rekornya itu telah mengumpulkan lebih dari 10.000 Pound. Uang tersebut akan ia sumbangkan ke Blue Marine Foundation, yang bertujuan untuk memerangi penangkapan ikan berlebihan. Serta kepada ShelterBox, sebuah organisasi yang memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak bencana alam.

Dalam pernyataan di situsnya, Harrison mengatakan bahwa ia ingin menginspirasi kaum muda untuk keluar dan melakukan sesuatu. Apakah itu mengubah dunia atau hanya melakukan sesuatu di luar zona nyaman Anda, tetaplah melakukan sesuatu yang disukai.

Penulis: Aulia Hamazunnis

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru