alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Dampak Kabut Otak Pasca Covid-19, Pelupa Hingga Sakit Kepala

RADAR MALANG – Sejumlah penyintas Covid-19 bisa mengalami dampak berkepanjangan atau Long Covid salah satunya pada otak. Di antara gejala Long Covid, orang-orang melaporkan kabut otak dan sakit kepala jangka panjang yang belum pernah dialami sebelumnya. Gejala ini menetap dan menurunkan kualitas hidup mereka.

“Kerusakan kognitif terlihat pada pasien dengan infeksi Covid-19, yang reversibel atau sebagian reversibel, dan berlangsung hingga 4-7 bulan. Banyak penelitian diperlukan untuk melihat efek jangka panjang pada jaringan saraf,” kata konsultan Neurologi, Rumah Sakit Fortis Mulund India, dr. Dhanashri Chonkar seperti dilansir dari Hindustan Times, Minggu (22/8).

Chonkar juga menjelaskan bagaimana orang dapat mengidentifikasi dampak neurologis Covid-19 atau membedakannya dari masalah terkait otak lainnya. Beberapa keluhan bisa dialami, apa saja?

1. Kelelahan
Kelelahan memengaruhi aktivitas dan produktivitas sehari-hari secara umum, maka itu pertanda Anda harus menjadwalkan kunjungan ke dokter.

2. Daya Ingat Kurang
Kurang konsentrasi atau masalah tidur bisa menjadi keluhan jangka panjang. Banyak orang yang sudah sembuh dari Covid-19 merasa kesulitan dalam mengingat sesuatu dan tidak bisa berkonsentrasi. Orang mungkin juga menghadapi kesulitan untuk tertidur.

3. Nyeri Otot atau Sakit Kepala
Sebagian penyintas bisa mengalami nyeri tubuh atau sakit kepala.

4. Kehilangan Penciuman atau Perasa
Bahkan setelah sembuh dari Covid-19 orang mungkin mengalami Hiposmia atau penurunan indra penciuman.

5. Depresi atau Kecemasan
Masalah kesehatan mental muncul ke permukaan pasca Covid-19.

Solusinya
Ia mengatakan manajemen nutrisi harus disesuaikan bersama dengan pembinaan fisik dan psikologis untuk membantu pemulihan yang lebih cepat. Orang-orang perlu melakukan hal-hal berikut yang akan membantu meningkatkan kesehatan otak :

1. Yoga dan Meditasi
Terapi alternatif ini semakin populer, terutama selama pandemi karena membantu kesehatan mental dan juga meningkatkan kekebalan. Yoga dan meditasi juga meningkatkan fokus dan perhatian serta meningkatkan kesehatan otak.

2. Makanan Bergizi
Makan buah-buahan dan sayuran yang kaya akan anti-oksidan, asam lemak omega-3 dan kacang-kacangan.

3. Latihan Otak
Cobalah untuk mempelajari aktivitas atau keterampilan baru agar otak Anda tetap aktif. Memecahkan teka-teki silang. Melakukan latihan keseimbangan satu kaki juga dapat membantu.

4. Hindari Alkohol dan Pengobatan Berlebihan
Jauhi alkohol. Hindari obat apa pun yang dapat mengaburkan cara kerja otak.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Sejumlah penyintas Covid-19 bisa mengalami dampak berkepanjangan atau Long Covid salah satunya pada otak. Di antara gejala Long Covid, orang-orang melaporkan kabut otak dan sakit kepala jangka panjang yang belum pernah dialami sebelumnya. Gejala ini menetap dan menurunkan kualitas hidup mereka.

“Kerusakan kognitif terlihat pada pasien dengan infeksi Covid-19, yang reversibel atau sebagian reversibel, dan berlangsung hingga 4-7 bulan. Banyak penelitian diperlukan untuk melihat efek jangka panjang pada jaringan saraf,” kata konsultan Neurologi, Rumah Sakit Fortis Mulund India, dr. Dhanashri Chonkar seperti dilansir dari Hindustan Times, Minggu (22/8).

Chonkar juga menjelaskan bagaimana orang dapat mengidentifikasi dampak neurologis Covid-19 atau membedakannya dari masalah terkait otak lainnya. Beberapa keluhan bisa dialami, apa saja?

1. Kelelahan
Kelelahan memengaruhi aktivitas dan produktivitas sehari-hari secara umum, maka itu pertanda Anda harus menjadwalkan kunjungan ke dokter.

2. Daya Ingat Kurang
Kurang konsentrasi atau masalah tidur bisa menjadi keluhan jangka panjang. Banyak orang yang sudah sembuh dari Covid-19 merasa kesulitan dalam mengingat sesuatu dan tidak bisa berkonsentrasi. Orang mungkin juga menghadapi kesulitan untuk tertidur.

3. Nyeri Otot atau Sakit Kepala
Sebagian penyintas bisa mengalami nyeri tubuh atau sakit kepala.

4. Kehilangan Penciuman atau Perasa
Bahkan setelah sembuh dari Covid-19 orang mungkin mengalami Hiposmia atau penurunan indra penciuman.

5. Depresi atau Kecemasan
Masalah kesehatan mental muncul ke permukaan pasca Covid-19.

Solusinya
Ia mengatakan manajemen nutrisi harus disesuaikan bersama dengan pembinaan fisik dan psikologis untuk membantu pemulihan yang lebih cepat. Orang-orang perlu melakukan hal-hal berikut yang akan membantu meningkatkan kesehatan otak :

1. Yoga dan Meditasi
Terapi alternatif ini semakin populer, terutama selama pandemi karena membantu kesehatan mental dan juga meningkatkan kekebalan. Yoga dan meditasi juga meningkatkan fokus dan perhatian serta meningkatkan kesehatan otak.

2. Makanan Bergizi
Makan buah-buahan dan sayuran yang kaya akan anti-oksidan, asam lemak omega-3 dan kacang-kacangan.

3. Latihan Otak
Cobalah untuk mempelajari aktivitas atau keterampilan baru agar otak Anda tetap aktif. Memecahkan teka-teki silang. Melakukan latihan keseimbangan satu kaki juga dapat membantu.

4. Hindari Alkohol dan Pengobatan Berlebihan
Jauhi alkohol. Hindari obat apa pun yang dapat mengaburkan cara kerja otak.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/