alexametrics
28.2 C
Malang
Wednesday, 28 October 2020

Fashion Tie Dye Moncer di Tengah Pandemi

RADARMALANG – Sebagai tren, Tie dye kian poluler dan memiliki banyak konsumen. Mulai dari piyama, mukena, t-shirt, dan beberapa Outifit Of The Day (OOTD) daily lainnya. Tahun ini tidak dapat disangkal bahwa tie dye telah mencapai puncaknya. Tehnik unik dan bisa dicoba oleh siapapun turut memberikan warna pada era pandemi covid 19. Tak hanya di Indonesia, trend ini juga sedang marak di luar negeri.

Melansir wellandgood.com pada Kamis (24/09), menurut platform analitik Trendalytics, pencarian Google untuk tie-dye naik 135 persen dari tahun lalu. Athleta dan ASTR The Label semuanya keluar dengan koleksi tie-dye musim semi ini. Dan itu hanya sedikit dibandingkan dengan lonjakan penjualan dari ASOS, Target, Free People, dan Urban Outfitters, yang merupakan pengecer teratas. Ryan Porter bahkan menjual masker tie-dye, menempatkan tren sepenuhnya dalam realitas COVID-19 baru yang terjalani.

Teknik memelintir dan mengikat tekstil/kain sebelum mencelupkannya ke dalam pewarna sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Dengan teknik berbeda yang telah dipraktikkan oleh budaya di seluruh dunia di China, India, Peru, dan Mesir. Dalam beberapa tahun terakhir, teknik pewarnaan Shibori Jepang menjadi semakin populer di AS, muncul di bantal dan selimut untuk rumah, gaun berangin, dan ya, olah raga. Terlepas dari sejarah yang kaya dari seluruh dunia, penampilan Amerika modern terdiri dari cetakan berputar-putar yang berwarna-warni menjadi ikonik pada akhir 1960-an.

Bahkan sebelum pandemi, ada peningkatan minat untuk estetika DIY, didorong oleh keberlanjutan dan kehidupan yang lambat. Sampai saat ini, dia mengatakan penelusuran Google untuk peralatan pewarna ikat naik hampir 400 persen dari tahun lalu. Manajer pemasaran konten Trendalytics Sarah Barnes menunjukkan alasan utama lain mengapa tie-dye menjadi tren saat ini.

“Anda bisa DIY menggunakan pakaian yang sudah Anda miliki atau Anda bisa membeli sweat-set mewah dari desainer,” katanya.

“Pendapat saya tentang popularitas pewarna ikat saat ini adalah bahwa pewarna ini dapat meningkatkan suasana hati yang alami,” kata Annie Pariseau, yang membuat desain pewarna ikatnya sendiri dan juga merancang hoodies untuk Lululemon.

Siapa sangka lemari pakaian kita bisa menjadi sumber inspirasi dan optimisme di pandemi saat ini. Tidak salah untuk mencoba mengkombinasikan beberapa warna di baju baju dalam lemari. Sembari karantina diri berkarya dan berinovasi rasanya harus tetap dilakukan.Tie-dye sangat akurat untuk membntu peningkatan perekonomian. Terbukti dengan banyaknya agen pembuat piyama dan pakaian rumah ala Tie-dye yang kian ramai saat ini.

Penulis : Sitta Channa

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).

Pendidikan Siswa Insan Permata Didukung USQ dan BCIP

MALANG KOTA – Dalam mencetak kader berkarakter Islami, Yayasan Insan Permata Malang (YIPM) selain memiliki tiga unit utama jenjang pendidikan, juga ada layanan lain untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Kedua unit itu adalah Unit Sahabat Quran (USQ) dan Talenta dan Business Center Insan Permata (BCIP).

Wajib Dibaca

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).