alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Tips Cegah Pendarahan Otak Seperti Tukul Arwana

RADAR MALANG – Tukul Arwana dilarikan dan menjalani perawatan intensif akibat pendarahan otak di Rumah Skit Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur pada 22 September lalu. Pendarahan otak disebabkan karena pembuluh darah yang pecah dan kemungkinan faktor utamanya yaitu tekanan darah tinggi dan trauma.

Melansir WebMD, Jumat (24/9) gejala dari pendarahan otak bisa berupa pusing yang muncul secara tiba-tiba, salah satu sisi kaki dan tangan melemah, timbulnya kejang walaupun tak memiliki riwayat kejang, mual dan muntah, penglihatan berubah, kesemutan atau mati rasa, kesulitan berbicara atau memahami berbicara, dan masih banyak lagi.

Walaupun banyak pasien yang sembuh total, masih ada kemungkinan terjadi komplikasi-komplikasi seperti stroke, kehilangkan kehilangan fungsi otak, kejang, atau efek samping dari obat-obatan atau perawatan.

Berikut beberapa cara mengurangi risiko terjadinya pendarahan otak:

1. Jangan Meremehkan Darah Tinggi
80% pasien pendarahan otak disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hindari makanan yang tinggi garam seperti makanan cepat saji, makanan olahan, makanan kaleng, dan lainnya. Tak hanya itu, pengontrolan darah juga bisa dilakukan diet yang ketat, olahraga rutin, dan meditasi.

2. Jangan Merokok
Burst aneurysm merupakan pendarahan fatal di otak yang disebabakan oleh pecahnya pembulih darah arteri di otak. Merokok sangat meningkatkan resiko timbulnya pendarahan ini.

3. Pastikan Kepalamu Aman
Pendarahan otak juga bisa disebabkan oleh trauma pada kepala. Maka dari itu, penggunakaan sabuk pengaman saat mengemudi dan memakai helm sangatlah penting untuk menjaga trauma dari benturan saat kecelakaan.

4. Kenali Gejala Aneurisma
Jika Anda menemukan ketidaknormalan seperti Aneurisma. Konsultasikan pada dokter untuk mencegah terjadinya pendarahan yang lebih fatal. Aneurisma merupakan pembesaran atau penonjolan pembuluh darah otak, hal ini terlihat seperti buah berry yang menggantung.

Penulis: Safa Abrar Ramadhan

RADAR MALANG – Tukul Arwana dilarikan dan menjalani perawatan intensif akibat pendarahan otak di Rumah Skit Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur pada 22 September lalu. Pendarahan otak disebabkan karena pembuluh darah yang pecah dan kemungkinan faktor utamanya yaitu tekanan darah tinggi dan trauma.

Melansir WebMD, Jumat (24/9) gejala dari pendarahan otak bisa berupa pusing yang muncul secara tiba-tiba, salah satu sisi kaki dan tangan melemah, timbulnya kejang walaupun tak memiliki riwayat kejang, mual dan muntah, penglihatan berubah, kesemutan atau mati rasa, kesulitan berbicara atau memahami berbicara, dan masih banyak lagi.

Walaupun banyak pasien yang sembuh total, masih ada kemungkinan terjadi komplikasi-komplikasi seperti stroke, kehilangkan kehilangan fungsi otak, kejang, atau efek samping dari obat-obatan atau perawatan.

Berikut beberapa cara mengurangi risiko terjadinya pendarahan otak:

1. Jangan Meremehkan Darah Tinggi
80% pasien pendarahan otak disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hindari makanan yang tinggi garam seperti makanan cepat saji, makanan olahan, makanan kaleng, dan lainnya. Tak hanya itu, pengontrolan darah juga bisa dilakukan diet yang ketat, olahraga rutin, dan meditasi.

2. Jangan Merokok
Burst aneurysm merupakan pendarahan fatal di otak yang disebabakan oleh pecahnya pembulih darah arteri di otak. Merokok sangat meningkatkan resiko timbulnya pendarahan ini.

3. Pastikan Kepalamu Aman
Pendarahan otak juga bisa disebabkan oleh trauma pada kepala. Maka dari itu, penggunakaan sabuk pengaman saat mengemudi dan memakai helm sangatlah penting untuk menjaga trauma dari benturan saat kecelakaan.

4. Kenali Gejala Aneurisma
Jika Anda menemukan ketidaknormalan seperti Aneurisma. Konsultasikan pada dokter untuk mencegah terjadinya pendarahan yang lebih fatal. Aneurisma merupakan pembesaran atau penonjolan pembuluh darah otak, hal ini terlihat seperti buah berry yang menggantung.

Penulis: Safa Abrar Ramadhan

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/