alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Ngeri Sedap, Makanan Ini 4 Kali Lebih Cepat Picu Kegemukan

RADAR MALANG – Obesitas atau kegemukan menjadi masalah banyak orang. Meski sudah banyak ahli yang menganjurkan agar menghindari makanan yang digoreng, toh banyak orang mengabaikannya.

Tapi hasil penelitian yang satu ini bisa menjadi warning. Bagi mereka yang secara genetis punya bakat gemuk, ternyata gorengan bisa meningkatkan risiko kegemukan hingga 4 kali lipat.

Selama ini, asupan goreng-gorengan dan faktor genetik sama-sama terkait dengan risiko penumpukan lemak. Namun, interaksi keduanya dalam mempengaruhi risiko kegemukan diklaim baru dilakukan dalam penelitian ini.

Tim ilmuwan pimpinan Lu Qi di Harvard School of Public Health, Amerika Serikat (AS) menemukan hubungan nyata antara genetik dengan gorengan dalam mempengaruhi berat badan. Faktor genetik terbukti meningkatkan risiko kegemukan. Namun pengaruhnya meningkat tajam bila ada asupan gorengan yang tinggi.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti mengamati konsumsi gorengan pada 37.000 orang di AS. Selain itu, para ilmuwan juga memeriksa 32 variasi genetik yang berhubungan dengan kegemukan dan indeks massa tubuh (IMT).

Pada partisipan dengan bakat gemuk yang mengonsumsi gorengan 4 kali dalam sepekan, terdapat perbedaan IMT hingga 1 kg/m2 pada laki-laki dan 0,7 kg/m2 pada perempuan.

Pembandingnya adalah partisipan dengan faktor genetik sama, namun mengonsumsi gorengan kurang dari 1 kali sepekan. Sedangkan pada partisipan yang tidak memiliki bakat gemuk secara genetis, perbedaan IMT teramati hanya 0,5 pada perempuan dan 0,4 kg/m2 pada laki-laki.
“Temuan kami menegaskan pentingnya mengurangi gorengan untuk mencegah kegemukan, terutama pada orang-orang yang secara genetis punya bakat gemuk,” kata Lu Qi seperti dilansir Pojoksatu (Jawapos Group)(25/5).

Sumber: Jawapos Group

RADAR MALANG – Obesitas atau kegemukan menjadi masalah banyak orang. Meski sudah banyak ahli yang menganjurkan agar menghindari makanan yang digoreng, toh banyak orang mengabaikannya.

Tapi hasil penelitian yang satu ini bisa menjadi warning. Bagi mereka yang secara genetis punya bakat gemuk, ternyata gorengan bisa meningkatkan risiko kegemukan hingga 4 kali lipat.

Selama ini, asupan goreng-gorengan dan faktor genetik sama-sama terkait dengan risiko penumpukan lemak. Namun, interaksi keduanya dalam mempengaruhi risiko kegemukan diklaim baru dilakukan dalam penelitian ini.

Tim ilmuwan pimpinan Lu Qi di Harvard School of Public Health, Amerika Serikat (AS) menemukan hubungan nyata antara genetik dengan gorengan dalam mempengaruhi berat badan. Faktor genetik terbukti meningkatkan risiko kegemukan. Namun pengaruhnya meningkat tajam bila ada asupan gorengan yang tinggi.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti mengamati konsumsi gorengan pada 37.000 orang di AS. Selain itu, para ilmuwan juga memeriksa 32 variasi genetik yang berhubungan dengan kegemukan dan indeks massa tubuh (IMT).

Pada partisipan dengan bakat gemuk yang mengonsumsi gorengan 4 kali dalam sepekan, terdapat perbedaan IMT hingga 1 kg/m2 pada laki-laki dan 0,7 kg/m2 pada perempuan.

Pembandingnya adalah partisipan dengan faktor genetik sama, namun mengonsumsi gorengan kurang dari 1 kali sepekan. Sedangkan pada partisipan yang tidak memiliki bakat gemuk secara genetis, perbedaan IMT teramati hanya 0,5 pada perempuan dan 0,4 kg/m2 pada laki-laki.
“Temuan kami menegaskan pentingnya mengurangi gorengan untuk mencegah kegemukan, terutama pada orang-orang yang secara genetis punya bakat gemuk,” kata Lu Qi seperti dilansir Pojoksatu (Jawapos Group)(25/5).

Sumber: Jawapos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/