alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

China Diserang, Artis K-Pop Putus Kontrak dengan Brand Barat

RADAR MALANG – Tiga bintang K-Pop berkebangsaan Cina, yang terdiri dari Jackson GOT7, Lay EXO, dan Victoria f(x) secara kompak mengumumkan pemutusan kerja sama dengan brand ternama dari negara barat, pada Kamis (25/3).

Melalui masing-masing pihak agensi, pembatalan kerja sama yang dilakukan ketiganya disebabkan oleh ketegangan yang terjadi di Cina saat ini.

Melansir dari Koreaboo, Jumat (26/3), label Victoria mengatakan bahwa keputusan ini dibuat untuk menyelamatkan kepentingan negara tempat kelahiran pemimpin girlband f(x) itu.

“Kepentingan negara lebih penting dari apapun. Kami dengan tegas melawan semua stigmatisasi terhadap China, dan sangat tidak setuju dengan penggunaan strategi bisnis semacam ini untuk mencemarkan nama baik dan memfitnah negara dan warganya,” bunyi keterangan agensi.

Sejak pernyataan resmi itu dikeluarkan, maka Victoria tidak lagi menjadi citra merek fesyen H&M. Sejalan dengan tindakan agensi Victoria, label Jackson Wang juga menyatakan menghentikan aktivitas artisnya dari segala kegiatan brand Adidas.

“Mulai hari ini, studio (agensi) ini dan Tuan Jackson Wang akan menghentikan semua pekerjaan dengan merek Adidas Originals. Kepentingan negara berada di atas segalanya, dan studio serta Tuan Jackson Wang dengan tegas menentang semua tindakan jahat yang mencemarkan nama baik dan memfitnah China,” bunyi pernyataan agensi.

Sedangkan dalam pernyataan di Weibo, Lay EXO menyampaikan bahwa dirinya telah mengakhiri kontraknya dengan dua brand sekaligus, yakni Calvin Klein dan Converse.

Diketahui, ketegangan di negeri tirai bambu itu bermula dari Partai Komunis Cina yang mengunggah pernyataan H&M tentang Xinjiang di media sosial Weibo, yang mengaku akan berhenti memasok kapas dari Xinjiang karena prihatin atas laporan kerja paksa dalam proses produksi bahan baku tersebut, terlebih menyinggung soal umat muslim Uighur. Padahal, menurut keterangan juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina, Hua Chunying dugaan kerja paksa nyatanya tidak ada.

“Lebih dari 40 persen kapas di Xinjiang dipanen dengan mesin, jadi dugaan kerja paksa tidak ada,” ucapnya.

Dinilai memfitnah dan menghina China, masyarakat yang meradang akhirnya menyerukan pemboikotan terhadap bisnis mode H&M. Bermula dari situ, brand barat lainnya yang berbasis di China dan memberikan pernyataan serupa dengan H&M juga ikut terseret dalam aksi pemboikotan ini, seperti Nike, Adidas, New Balance, Zara serta masih banyak lagi.

Penulis : Gilang Ilham

RADAR MALANG – Tiga bintang K-Pop berkebangsaan Cina, yang terdiri dari Jackson GOT7, Lay EXO, dan Victoria f(x) secara kompak mengumumkan pemutusan kerja sama dengan brand ternama dari negara barat, pada Kamis (25/3).

Melalui masing-masing pihak agensi, pembatalan kerja sama yang dilakukan ketiganya disebabkan oleh ketegangan yang terjadi di Cina saat ini.

Melansir dari Koreaboo, Jumat (26/3), label Victoria mengatakan bahwa keputusan ini dibuat untuk menyelamatkan kepentingan negara tempat kelahiran pemimpin girlband f(x) itu.

“Kepentingan negara lebih penting dari apapun. Kami dengan tegas melawan semua stigmatisasi terhadap China, dan sangat tidak setuju dengan penggunaan strategi bisnis semacam ini untuk mencemarkan nama baik dan memfitnah negara dan warganya,” bunyi keterangan agensi.

Sejak pernyataan resmi itu dikeluarkan, maka Victoria tidak lagi menjadi citra merek fesyen H&M. Sejalan dengan tindakan agensi Victoria, label Jackson Wang juga menyatakan menghentikan aktivitas artisnya dari segala kegiatan brand Adidas.

“Mulai hari ini, studio (agensi) ini dan Tuan Jackson Wang akan menghentikan semua pekerjaan dengan merek Adidas Originals. Kepentingan negara berada di atas segalanya, dan studio serta Tuan Jackson Wang dengan tegas menentang semua tindakan jahat yang mencemarkan nama baik dan memfitnah China,” bunyi pernyataan agensi.

Sedangkan dalam pernyataan di Weibo, Lay EXO menyampaikan bahwa dirinya telah mengakhiri kontraknya dengan dua brand sekaligus, yakni Calvin Klein dan Converse.

Diketahui, ketegangan di negeri tirai bambu itu bermula dari Partai Komunis Cina yang mengunggah pernyataan H&M tentang Xinjiang di media sosial Weibo, yang mengaku akan berhenti memasok kapas dari Xinjiang karena prihatin atas laporan kerja paksa dalam proses produksi bahan baku tersebut, terlebih menyinggung soal umat muslim Uighur. Padahal, menurut keterangan juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina, Hua Chunying dugaan kerja paksa nyatanya tidak ada.

“Lebih dari 40 persen kapas di Xinjiang dipanen dengan mesin, jadi dugaan kerja paksa tidak ada,” ucapnya.

Dinilai memfitnah dan menghina China, masyarakat yang meradang akhirnya menyerukan pemboikotan terhadap bisnis mode H&M. Bermula dari situ, brand barat lainnya yang berbasis di China dan memberikan pernyataan serupa dengan H&M juga ikut terseret dalam aksi pemboikotan ini, seperti Nike, Adidas, New Balance, Zara serta masih banyak lagi.

Penulis : Gilang Ilham

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/