alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Dampingi Pasien Kanker Payudara, Kota Batu Gandeng Tim Paliatif

KOTA BATU – Jumlah kasus kanker payudara di Kota Batu cenderung fluktuatif. Dibandingkan kanker lainnya, kasus tersebut menempati urutan kedua. Pada posisi pertama ada kanker kulit, yang tahun lalu ditemukan 62 kasus. Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susana Indahwati Susan turut mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan penyakit kanker payudara. Sebab di dunia, itu menjadi penyebab kematian kedua terbanyak.

”Untuk penanganan tepat, perlu dilakukan skrining atau cek kesehatan secara berkala, agar kanker dapat terdeteksi secara dini,” kata dia. Untuk penanganan seluruh penyakit kanker, Dinkes sudah melakukan kerja sama dengan tim paliatif Kota Batu. Yakni suatu gerakan masyarakat nirlaba yang memiliki fokus kegiatan pada perawatan pasien-pasien dengan stadium lanjut.

Perawatan paliatif sendiri terdiri dari berbagai spesialisasi tenaga kesehatan (nakes). Ada sekelompok dokter dan perawat. ”Mereka bekerja bahu-membahu dengan dokter utama untuk memberikan dukungan tambahan kepada pasien dan keluarganya,” kata Susana.

Nakes dari tim paliatif Kota Batu dr Wang Eliyana mengatakan bila tujuan utama dari perawatan pihaknya untuk meredakan gejala-gejala pasien serta keluarganya. ”Keistimewaan dari perawatan paliatif adalah bersama-sama melakukan penanganan kesehatan pasien dengan kondisi serius, dan biasanya menahun atau tingkat akhir,” kata dia.

Saat ini, mereka mendampingi sekitar 30 penderita kanker payudara di Kota Batu. Dari pengamatan pihaknya, di tahun ini angka kematian penderita kanker payudara sudah mencapai lebih dari 10 orang. Setiap tahun, rata-rata jumlah kematiannya hampir sama. ”Tahun ini angka kematian terbanyak terjadi saat angka covid tinggi di bulan Juli, karena penderita banyak takut kena covid dan tidak mau kontrol (kemoterapi),” tutup dokter Wang. (ulf/adn/nug/fik/by/rmc)

KOTA BATU – Jumlah kasus kanker payudara di Kota Batu cenderung fluktuatif. Dibandingkan kanker lainnya, kasus tersebut menempati urutan kedua. Pada posisi pertama ada kanker kulit, yang tahun lalu ditemukan 62 kasus. Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Susana Indahwati Susan turut mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan penyakit kanker payudara. Sebab di dunia, itu menjadi penyebab kematian kedua terbanyak.

”Untuk penanganan tepat, perlu dilakukan skrining atau cek kesehatan secara berkala, agar kanker dapat terdeteksi secara dini,” kata dia. Untuk penanganan seluruh penyakit kanker, Dinkes sudah melakukan kerja sama dengan tim paliatif Kota Batu. Yakni suatu gerakan masyarakat nirlaba yang memiliki fokus kegiatan pada perawatan pasien-pasien dengan stadium lanjut.

Perawatan paliatif sendiri terdiri dari berbagai spesialisasi tenaga kesehatan (nakes). Ada sekelompok dokter dan perawat. ”Mereka bekerja bahu-membahu dengan dokter utama untuk memberikan dukungan tambahan kepada pasien dan keluarganya,” kata Susana.

Nakes dari tim paliatif Kota Batu dr Wang Eliyana mengatakan bila tujuan utama dari perawatan pihaknya untuk meredakan gejala-gejala pasien serta keluarganya. ”Keistimewaan dari perawatan paliatif adalah bersama-sama melakukan penanganan kesehatan pasien dengan kondisi serius, dan biasanya menahun atau tingkat akhir,” kata dia.

Saat ini, mereka mendampingi sekitar 30 penderita kanker payudara di Kota Batu. Dari pengamatan pihaknya, di tahun ini angka kematian penderita kanker payudara sudah mencapai lebih dari 10 orang. Setiap tahun, rata-rata jumlah kematiannya hampir sama. ”Tahun ini angka kematian terbanyak terjadi saat angka covid tinggi di bulan Juli, karena penderita banyak takut kena covid dan tidak mau kontrol (kemoterapi),” tutup dokter Wang. (ulf/adn/nug/fik/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru