New Normal Life, Pakar UB: Tingkat Kesadaran dan Disiplin Masih Rendah

Pakar Komunikasi dan Manajemen Krisis Universitas Brawijaya, Maulina Pia Wulandari PhD.

MALANG – Kehidupan normal baru atau new normal life adalah tentang dua hal, yaitu kesadaran dan displin. Masyarakat dituntut memiliki kedua faktor itu dengan fokus pada keselamatan dan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Demikian diungkapkan pakar Komunikasi dan Manajemen Krisis Universitas Brawijaya (UB), Maulina Pia Wulandari PhD, Kamis (28/5). “Sayangnya, di Indonesia tingkat kesadaran dan disiplin masyarakatnya masih rendah,” keluh Pia.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UB itu menambahkan, tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat yang masih rendah perlu ada sanksi tegas yang mengatur. Tujuannya, timbul rasa patuh di alam bawah sadar masyarakat. “Jika tidak ada sanksi tegas maka peraturan tersebut seolah seperti macan ompong,” tandasnya.

Pemberian sanksi tegas akan membentuk masyarakat yang disiplin dan patuh terhadap peraturan. “Seperti contohnya penerapan peraturan pemakaian seragam di sekolah. Semua murid patuh karena ada sanksi tegas yang mengatur,” kata Pia.

Pia menambahkan bahwa penerapan sanksi jangan sampai transaksional. “Kalau penerapan sangsi masih bersifat transaksional dan tidak tegas, masyarakat kita cenderung tidak akan patuh karena karakter masyarakat Indonesia yang masih suka ngeyel, sak karepe dewe, dan suka menawar,” ujar Pia.

New normal life atau normalitas baru lebih kepada melakukan aktivitas normal dengan menggunakan standar protokol Covid-19. Seperti contohnya cuci tangan sesering mungkin, menghindari menyentuh daerah wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, gunakan masker, dan menjaga jarak sosial atau social distancing.

Pia mengatakan, dalam menerapkan new normal, beberapa lokasi yang berisiko seperti sekolah, mal, tempat wisata dan panti jompo harus sepenuhnya dididik dan diberdayakan di bawah konsep normal baru. Selain itu, sistem kesehatan juga harus disiapkan apakah sudah bisa melacak setiap kasus baru.

Pia mengatakan, dalam menerapkan new normal life ke masyarakat harus disosialisasikan sesuai karakteristiknya di Indonesia. Bentuk sosialisasi bisa dilakukan lewat media komunikasi tradisional, misalnya, pertunjukan wayang bagi masyarakat di wilayah pedesaan, dan media sosial bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Tujuannya agar hal ini mudah diterima masyarakat.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Dok Pribadi
Editor: Hendarmono Al Sidarto