alexametrics
25C
Malang
Wednesday, 14 April 2021

Trik Atasi Burnout Syndrome alias Stress Berkepanjangan

RADARMALANG — Burnout syndrome adalah kondisi seseorang saat mengalami stress berlebihan dan berkepanjangan yang menimbulkan perasaan lelah secara emosional, fisik, dan mental. Melansir dari instagram @psycircle.id, Rabu (28/10), ada beberapa langkah positif untuk mengembalikan keseimbangan hidup dengan mengatasi burnout syndrome. Simak langkah-langkah berikut ini.

1. Bersosialisasi
Lakukan interaksi sosial dengan orang-orang sekitar. Bergaul dengan rekan kerja dan hubungi orang terdekat adalah salah satu contohnya. Batasi hubungan dengan orang yang memberi negative vibes.

2. Ubah Mindset
Mindset adalah faktor penting dalam menjaga keseimbangan hidup. Mulailah mengatur mindset mengenai persoalan kerja. Berpikir bahwa pekerjaan adalah sebuah ibadah, maka secara otomatis diri tidak akan merasa tertekan dalam bekerja.

3. Evaluasi Prioritas
Evaluasi prioritas yang selama ini telah dibuat. Ada beberapa yang urutannya harus ditukar guna memberikan tatanan hidup yang lebih baik. Kesehatan adalah yang terpenting, sehingga tidur cukup menjadi prioritas utama.

4. Perbaiki Mood
Memperbaiki mood juga dapat meningkatkan energi. Tentunya dengan asupan yang bergizi dan kurangi konsumsi makanan yang dapat memengaruhi suasana hati seperti kafeins, lemak trans, dan hormon.

5. Hubungi Dokter
Jika dirasa stress semakin parah dan tidak ada jalan keluar, pergilah ke psikolog dan ambil sesi konsultasi. Hal ini merupakan langkah terbaik untuk menemukan solusi atas permasalahan yang sedang dialami.

Burnout syndrome dapat terjadi karena adanya keterkaitan dengan gaya hidup seperti terlalu banyak bekerja tanpa waktu untuk bersosialisasi atau bersantai, kurang mendapat dukungan dari hubungan yang terjalin, mengambil tanggung jawab terlalu banyak tanpa ada seseorang yang membantu, serta waktu tidur yang kurang (insomnia).

Dengan begitu, burnout syndrome dapat menjadi faktor dalam pembentukan kepribadian seseorang seperti kecenderungan untuk menjadi perfeksionis, selalu merasa tidak cukup baik, pandangan pesimis terhadap diri dan dunia, susah bekerja sama dalam tim, ingin memegang kendali dalam segala hal, serta keinginan untuk selalu berprestasi.

Penulis: Mayang Tatu Balqish

RADARMALANG — Burnout syndrome adalah kondisi seseorang saat mengalami stress berlebihan dan berkepanjangan yang menimbulkan perasaan lelah secara emosional, fisik, dan mental. Melansir dari instagram @psycircle.id, Rabu (28/10), ada beberapa langkah positif untuk mengembalikan keseimbangan hidup dengan mengatasi burnout syndrome. Simak langkah-langkah berikut ini.

1. Bersosialisasi
Lakukan interaksi sosial dengan orang-orang sekitar. Bergaul dengan rekan kerja dan hubungi orang terdekat adalah salah satu contohnya. Batasi hubungan dengan orang yang memberi negative vibes.

2. Ubah Mindset
Mindset adalah faktor penting dalam menjaga keseimbangan hidup. Mulailah mengatur mindset mengenai persoalan kerja. Berpikir bahwa pekerjaan adalah sebuah ibadah, maka secara otomatis diri tidak akan merasa tertekan dalam bekerja.

3. Evaluasi Prioritas
Evaluasi prioritas yang selama ini telah dibuat. Ada beberapa yang urutannya harus ditukar guna memberikan tatanan hidup yang lebih baik. Kesehatan adalah yang terpenting, sehingga tidur cukup menjadi prioritas utama.

4. Perbaiki Mood
Memperbaiki mood juga dapat meningkatkan energi. Tentunya dengan asupan yang bergizi dan kurangi konsumsi makanan yang dapat memengaruhi suasana hati seperti kafeins, lemak trans, dan hormon.

5. Hubungi Dokter
Jika dirasa stress semakin parah dan tidak ada jalan keluar, pergilah ke psikolog dan ambil sesi konsultasi. Hal ini merupakan langkah terbaik untuk menemukan solusi atas permasalahan yang sedang dialami.

Burnout syndrome dapat terjadi karena adanya keterkaitan dengan gaya hidup seperti terlalu banyak bekerja tanpa waktu untuk bersosialisasi atau bersantai, kurang mendapat dukungan dari hubungan yang terjalin, mengambil tanggung jawab terlalu banyak tanpa ada seseorang yang membantu, serta waktu tidur yang kurang (insomnia).

Dengan begitu, burnout syndrome dapat menjadi faktor dalam pembentukan kepribadian seseorang seperti kecenderungan untuk menjadi perfeksionis, selalu merasa tidak cukup baik, pandangan pesimis terhadap diri dan dunia, susah bekerja sama dalam tim, ingin memegang kendali dalam segala hal, serta keinginan untuk selalu berprestasi.

Penulis: Mayang Tatu Balqish

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru