alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Memakai Earbuds dan Headphone Setiap Waktu? Ini Risikonya

RADAR MALANG – Earbud maupun headphone merupakan salah satu alat komunikasi jarak jauh yang tidak dapat dipisahkan dengan kemajuan teknologi belakangan ini. Cara penggunaannya yang relatif praktis saat beraktifitas seperti, olahraga, presentasi, mendengarkan lagu dan menerima telepon saat sedang dalam perjalanan membuat sebagian orang bahkan ketergantungan dengan gadget ini.

Yang perlu diwaspadai, menggunakan earbuds dan headphone secara terus menerus dapat membahayakan pedengaran Anda.

Melansir dari healtline Senin (28/6). Penggunaan earbuds dan headphone telalu lama dapat mempengaruhi gangguan pendengaran pada anak-anak dan remaja seiring bertambahnya usia. Tidak hanya itu, lamanya waktu yang Anda habiskan untuk mendengarkan lagu melalui earbuds dan headphone juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dikemudian hari.

“Saya pikir pada tingkat yang lebih luas, komunitas medis dan audiologi, serta masyarakat umum tidak memahami bahwa hilangnya pendengaran bukan disebabkan oleh penuaan. Namun sebagian orang yang mengalami kehilangan pendengaran mengatakan disebabkan oleh suara.” Ucap Daniel Fink, Ketua Dewan Koalisi Tenang.

Dia membandingkan kondisi ini dengan kerutan dalam pigmentasi kulit adalah bagian dari penuaan. Sedangkan dapat juga kerutan ini diakibatkan dari paparan sinar UV.

“Demikian pula tanpa menimbulkan suara yang keras, seharusnya kita dapat mendengar dengan jelas dan baik sampai usia tua. Dimana sesuatu yang umumnya tidak benar dalam masyarakat industri,” pungkasnya.

Batas kebisingan  yang ditetapkan oleh The National Institutes Of Health (NIH)  adalah 70 desibel.

Sebagai catatan, batas kebisingan yang ditetapkan oleh The National Institutes Of Health (NIH)  adalah 70 desibel. The Health World Organization (WHO) memperkirakan, sekitar 50 persen dari orang yang berusia 12 hingga 35 tahun beresiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan dari suara keras yang telalu berlebihan.

Gejala yang umum terjadinya gangguan pendengaran tersebut seperti kesulitan mendengar di lingkungan yang bising dan merasa seperti mendengar orang lain berbicara, namun tidak dapat memahami apa yang dikatakan. Telinga berdenging juga dapat menjadi tanda awal dari kerusakan sistem pendengaran dan gangguan pendengaran. Jika hal ini terjadi sebaiknya segera menghubungi dokter dan berkonsultasi agar segera mendapatkan perawatan yang intensif.

Penulis  : Khoirun Nisa A

RADAR MALANG – Earbud maupun headphone merupakan salah satu alat komunikasi jarak jauh yang tidak dapat dipisahkan dengan kemajuan teknologi belakangan ini. Cara penggunaannya yang relatif praktis saat beraktifitas seperti, olahraga, presentasi, mendengarkan lagu dan menerima telepon saat sedang dalam perjalanan membuat sebagian orang bahkan ketergantungan dengan gadget ini.

Yang perlu diwaspadai, menggunakan earbuds dan headphone secara terus menerus dapat membahayakan pedengaran Anda.

Melansir dari healtline Senin (28/6). Penggunaan earbuds dan headphone telalu lama dapat mempengaruhi gangguan pendengaran pada anak-anak dan remaja seiring bertambahnya usia. Tidak hanya itu, lamanya waktu yang Anda habiskan untuk mendengarkan lagu melalui earbuds dan headphone juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dikemudian hari.

“Saya pikir pada tingkat yang lebih luas, komunitas medis dan audiologi, serta masyarakat umum tidak memahami bahwa hilangnya pendengaran bukan disebabkan oleh penuaan. Namun sebagian orang yang mengalami kehilangan pendengaran mengatakan disebabkan oleh suara.” Ucap Daniel Fink, Ketua Dewan Koalisi Tenang.

Dia membandingkan kondisi ini dengan kerutan dalam pigmentasi kulit adalah bagian dari penuaan. Sedangkan dapat juga kerutan ini diakibatkan dari paparan sinar UV.

“Demikian pula tanpa menimbulkan suara yang keras, seharusnya kita dapat mendengar dengan jelas dan baik sampai usia tua. Dimana sesuatu yang umumnya tidak benar dalam masyarakat industri,” pungkasnya.

Batas kebisingan  yang ditetapkan oleh The National Institutes Of Health (NIH)  adalah 70 desibel.

Sebagai catatan, batas kebisingan yang ditetapkan oleh The National Institutes Of Health (NIH)  adalah 70 desibel. The Health World Organization (WHO) memperkirakan, sekitar 50 persen dari orang yang berusia 12 hingga 35 tahun beresiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan dari suara keras yang telalu berlebihan.

Gejala yang umum terjadinya gangguan pendengaran tersebut seperti kesulitan mendengar di lingkungan yang bising dan merasa seperti mendengar orang lain berbicara, namun tidak dapat memahami apa yang dikatakan. Telinga berdenging juga dapat menjadi tanda awal dari kerusakan sistem pendengaran dan gangguan pendengaran. Jika hal ini terjadi sebaiknya segera menghubungi dokter dan berkonsultasi agar segera mendapatkan perawatan yang intensif.

Penulis  : Khoirun Nisa A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/