alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Waspada! Inner Child Kelam Picu Sifat Destruktif Saat Dewasa

RADARMALANG — Inner child adalah kepribadian seseorang yang terbentuk karena pengalaman di masa kecil. Apabila seseorang mengalami pengalaman buruk di masa kecil, maka inner child nya pun akan terluka. Contohnya seorang anak tumbuh besar di keluarga yang tidak harmonis dan sering melihat KDRT antara ibu dan ayahnya, maka saat tumbuh dewasa ia akan menjadi manusia dengan pribadi yang kasar, menutup diri untuk dunia luar, rasa takut, dan sulit percaya.

Melansir dari instagram @satupersenofficial Kamis (29/10), ada beberapa situasi yang dapat memicu terlukanya inner child seseorang diantaranya pelecehan seksual, KDRT, kehilangan orang tersayang, bullying, penyalahgunaan obat terlarang, anggota keluarga dengan penyakit mental, diabaikan secara emosional, menjadi korban bencana alam, dan menjadi korban kekerasan. Inner child yang terluka ini dapat mengakibatkan seseorang untuk bersikap destruktif ketika dewasa. Menyakiti dan melukai diri sendiri, misalnya.

Namun, inner child yang terluka dapat disembuhkan dengan aktivitas berikut ini.

1. Menulis pengalaman baik dan buruk
Membiasakan diri untuk menulis pengalaman baik maupun buruk, dapat membantu diri untuk selalu belajar dan mengevaluasi diri. Dengan begitu, diri pun akan belajar untuk lebih fokus dalam meningkatkan kualitas diri.

2. Memaafkan diri sendiri
Ambil beberapa waktu untuk merenungkan kesalahan-kesalahan yang sekiranya pernah dilakukan dalam hidup. Kemudian, berdialog lah dengan diri sendiri untuk memaafkan segala hal yang terjadi di luar kendali. Berdamailah dengan dirimu sendiri!

3. Membuka diri sendiri
Berdamai dengan masa lalu dan memberi kesempatan kepada orang baru adalah kunci sukses dalam menyembuhkan inner child yang terluka. Pahamilah teori mengenai tak semua orang, hal, maupun kesempatan memiliki pola yang sama. Cobalah membuka dirimu pada hal baru dan tanamkan sikap positif dalam diri!

Penulis: Mayang Tatu Balqish

RADARMALANG — Inner child adalah kepribadian seseorang yang terbentuk karena pengalaman di masa kecil. Apabila seseorang mengalami pengalaman buruk di masa kecil, maka inner child nya pun akan terluka. Contohnya seorang anak tumbuh besar di keluarga yang tidak harmonis dan sering melihat KDRT antara ibu dan ayahnya, maka saat tumbuh dewasa ia akan menjadi manusia dengan pribadi yang kasar, menutup diri untuk dunia luar, rasa takut, dan sulit percaya.

Melansir dari instagram @satupersenofficial Kamis (29/10), ada beberapa situasi yang dapat memicu terlukanya inner child seseorang diantaranya pelecehan seksual, KDRT, kehilangan orang tersayang, bullying, penyalahgunaan obat terlarang, anggota keluarga dengan penyakit mental, diabaikan secara emosional, menjadi korban bencana alam, dan menjadi korban kekerasan. Inner child yang terluka ini dapat mengakibatkan seseorang untuk bersikap destruktif ketika dewasa. Menyakiti dan melukai diri sendiri, misalnya.

Namun, inner child yang terluka dapat disembuhkan dengan aktivitas berikut ini.

1. Menulis pengalaman baik dan buruk
Membiasakan diri untuk menulis pengalaman baik maupun buruk, dapat membantu diri untuk selalu belajar dan mengevaluasi diri. Dengan begitu, diri pun akan belajar untuk lebih fokus dalam meningkatkan kualitas diri.

2. Memaafkan diri sendiri
Ambil beberapa waktu untuk merenungkan kesalahan-kesalahan yang sekiranya pernah dilakukan dalam hidup. Kemudian, berdialog lah dengan diri sendiri untuk memaafkan segala hal yang terjadi di luar kendali. Berdamailah dengan dirimu sendiri!

3. Membuka diri sendiri
Berdamai dengan masa lalu dan memberi kesempatan kepada orang baru adalah kunci sukses dalam menyembuhkan inner child yang terluka. Pahamilah teori mengenai tak semua orang, hal, maupun kesempatan memiliki pola yang sama. Cobalah membuka dirimu pada hal baru dan tanamkan sikap positif dalam diri!

Penulis: Mayang Tatu Balqish

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/