alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Tips Ampuh Cegah Anak Ketagihan Game Online

RADAR MALANG – Tak sedikit di media massa diberitakan anak-anak marah tak terkendali tatkala dilarang bermain game online. Kecanduan pada game online memang cenderung meningkat. Imbasnya, komunikasi anak denga orang tua juga berkurang karena buah hati memilih berinteraksi dengan gadget ketimbang keluarganya.

Menurut praktisi bidang psikologis Diah Ayu Anggraeni, tampilan hingga resolusi gambar yang menarik selalu berhasil memancing anak buat bermain game. Cara mainnya juga berbeda dengan permainan jadul (jaman dulu). “Permainan jadul lebih mengandalkan tenaga. Sementara itu, game gadget menggunakan otak untuk berpikir dan kelincahan jari-jari,” ujarnya.

Ada beberapa sisi positif ketika anak bermain game di gadget. Diah mengungkapkan, pertama, anak bisa berpikir secara cepat dan efektif. Dalam game, anak akan berusaha melewati level yang ada. Lewat game, anak pun didorong untuk berpikir secara cepat serta efektif dalam menyelesaikan masalah.

Sisi positif kedua, lanjut Diah, kreativitas anak akan bertumbuh. Pada game yang rumit, anak didorong untuk berpikir kreatif. Terakhir, sisi positif ketiga adalah jiwa pantang menyerah anak juga tumbuh.

Lalu, bagaimana dengan sisi negatifnya? Duh, bikin geleng-geleng kepala kalau lihat sisi negatifnya. Diah menuturkan, ada beberapa dampak negatif anak bermain game di gadget.

Di antaranya, muncul perilaku negatif, terutama pada game yang menampilkan unsur kekerasan hingga membunuh, anak berpotensi menjadi antisosial (ansos) karena waktunya terkuras oleh game di gadget, berbicara kasar bisa saja dari lawan main game di gadget, hingga kurang gerak disebabkan duduk berjam-jam main game.

Ngeri nggak parents setelah tahu dampak negatif dari bermain game? Karena itu, ayah-bunda perlu memilih game untuk anak agar tidak berdampak buruk. Dia menjelaskan, pilih game sesuai usia karena setiap usia pasti punya tugas perkembangan yang berbeda-beda, game yang menstimulasi kreativitas anak, game yang melatih kemampuan berpikir serta kepemimpinan anak, dan media game.

Diah menyarankan apabila game dimainkan di alat dengan ukuran monitor yang lebar. Misalnya, di personal computer (PC) atau TV. “Orang tua bisa sambil mengawasi jenis permainan yang dimainkan,” imbuhnya.

Terpisah, konselor anak dan remaja Mariah Afrina menuturkan, bermain game di gadget perlu diberi waktu atau durasi. Hal itu bertujuan supaya anak tidak kecanduan. Untuk waktunya, bisa 2–3 jam per hari. “Kalau lebih, takutnya ketergantungan. Semisal anak tantrum karena tidak dikasih game di gadget, biarin dulu saja,” terangnya.

Setelah anak tenang, lanjut perempuan 33 tahun itu, orang tua baru memberikan penjelasan mengapa tidak boleh main game di gadget. Parents bisa menjelaskan dengan bahasa yang sesuai usia anak.

Sumber: Jawa Pos Group

RADAR MALANG – Tak sedikit di media massa diberitakan anak-anak marah tak terkendali tatkala dilarang bermain game online. Kecanduan pada game online memang cenderung meningkat. Imbasnya, komunikasi anak denga orang tua juga berkurang karena buah hati memilih berinteraksi dengan gadget ketimbang keluarganya.

Menurut praktisi bidang psikologis Diah Ayu Anggraeni, tampilan hingga resolusi gambar yang menarik selalu berhasil memancing anak buat bermain game. Cara mainnya juga berbeda dengan permainan jadul (jaman dulu). “Permainan jadul lebih mengandalkan tenaga. Sementara itu, game gadget menggunakan otak untuk berpikir dan kelincahan jari-jari,” ujarnya.

Ada beberapa sisi positif ketika anak bermain game di gadget. Diah mengungkapkan, pertama, anak bisa berpikir secara cepat dan efektif. Dalam game, anak akan berusaha melewati level yang ada. Lewat game, anak pun didorong untuk berpikir secara cepat serta efektif dalam menyelesaikan masalah.

Sisi positif kedua, lanjut Diah, kreativitas anak akan bertumbuh. Pada game yang rumit, anak didorong untuk berpikir kreatif. Terakhir, sisi positif ketiga adalah jiwa pantang menyerah anak juga tumbuh.

Lalu, bagaimana dengan sisi negatifnya? Duh, bikin geleng-geleng kepala kalau lihat sisi negatifnya. Diah menuturkan, ada beberapa dampak negatif anak bermain game di gadget.

Di antaranya, muncul perilaku negatif, terutama pada game yang menampilkan unsur kekerasan hingga membunuh, anak berpotensi menjadi antisosial (ansos) karena waktunya terkuras oleh game di gadget, berbicara kasar bisa saja dari lawan main game di gadget, hingga kurang gerak disebabkan duduk berjam-jam main game.

Ngeri nggak parents setelah tahu dampak negatif dari bermain game? Karena itu, ayah-bunda perlu memilih game untuk anak agar tidak berdampak buruk. Dia menjelaskan, pilih game sesuai usia karena setiap usia pasti punya tugas perkembangan yang berbeda-beda, game yang menstimulasi kreativitas anak, game yang melatih kemampuan berpikir serta kepemimpinan anak, dan media game.

Diah menyarankan apabila game dimainkan di alat dengan ukuran monitor yang lebar. Misalnya, di personal computer (PC) atau TV. “Orang tua bisa sambil mengawasi jenis permainan yang dimainkan,” imbuhnya.

Terpisah, konselor anak dan remaja Mariah Afrina menuturkan, bermain game di gadget perlu diberi waktu atau durasi. Hal itu bertujuan supaya anak tidak kecanduan. Untuk waktunya, bisa 2–3 jam per hari. “Kalau lebih, takutnya ketergantungan. Semisal anak tantrum karena tidak dikasih game di gadget, biarin dulu saja,” terangnya.

Setelah anak tenang, lanjut perempuan 33 tahun itu, orang tua baru memberikan penjelasan mengapa tidak boleh main game di gadget. Parents bisa menjelaskan dengan bahasa yang sesuai usia anak.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/