alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Jengah dan Jenuh dengan Sosmed, Coba Digital Detox

RADARMALANG – Kita sudah sering mendengar bahwa media sosial tidak selalu memberi dampak yang baik. Meski memiliki berbagai manfaat akan tetapi media sosial juga membuat kesehatan mental kita terganggu.

Dikutip dari Very Well Mind, Jumat (30/10) digital detox mengacu pada periode waktu ketika seseorang menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat teknologi. Detoksifikasi dari perangkat digial sering kali fokus pada media sosial, dengan melepaskannya sementara dapat menurunkan tingkat stress yang berasal dari konektivitas yang konstan.

Dalam beberapa situasi, mungkin kita sudah merasa seperti kecanduan media sosial. Banyak ahli percaya penggunaan perangkat teknologi dapat menyebabkan masalah yang nyata.

Meski setiap orang sering merasa bahwa mereka tidak dapat membayangkan hidup tanpa teknologi. Media sosial dapat menyebabkan masalah mental yang serius karena tekanan hidup yang dihasilkan dari media sosial, serta inilah gejala yang menyebabkan stres.

Mungkin digital detox terdengar sederhana, namun ternyata tidak. Rasanya seperti mengalami kecanduan terhadap alkohol. Akan ada waktu dimana efek kecanduan tersebut menjadi besar, tubuh akan mengalami stress akibat tidak melihat sosial media.

Maka diperlukan waktu untuk tidak terus terpaku dengan media sosial, banyak waktu yang bisa dilakukan yang memberikan efek menyenangkan. Ambilah waktu untuk melakukan kegiatan menarik entah itu menekuni hobi, jalan-jalan, atau aktivitas apapun yang bisa membuat lupa dengan dunia maya.

Ketika sudah berhasil, akan muncul kendali atas akses media sosial. Dapat pula menentukan apa yang layak dilihat dan tidak, begitu pula akan banyak waktu untuk produktif dari pada harus menatap layar berjam-jam.

Penulis : M. Ubaidillah

RADARMALANG – Kita sudah sering mendengar bahwa media sosial tidak selalu memberi dampak yang baik. Meski memiliki berbagai manfaat akan tetapi media sosial juga membuat kesehatan mental kita terganggu.

Dikutip dari Very Well Mind, Jumat (30/10) digital detox mengacu pada periode waktu ketika seseorang menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat teknologi. Detoksifikasi dari perangkat digial sering kali fokus pada media sosial, dengan melepaskannya sementara dapat menurunkan tingkat stress yang berasal dari konektivitas yang konstan.

Dalam beberapa situasi, mungkin kita sudah merasa seperti kecanduan media sosial. Banyak ahli percaya penggunaan perangkat teknologi dapat menyebabkan masalah yang nyata.

Meski setiap orang sering merasa bahwa mereka tidak dapat membayangkan hidup tanpa teknologi. Media sosial dapat menyebabkan masalah mental yang serius karena tekanan hidup yang dihasilkan dari media sosial, serta inilah gejala yang menyebabkan stres.

Mungkin digital detox terdengar sederhana, namun ternyata tidak. Rasanya seperti mengalami kecanduan terhadap alkohol. Akan ada waktu dimana efek kecanduan tersebut menjadi besar, tubuh akan mengalami stress akibat tidak melihat sosial media.

Maka diperlukan waktu untuk tidak terus terpaku dengan media sosial, banyak waktu yang bisa dilakukan yang memberikan efek menyenangkan. Ambilah waktu untuk melakukan kegiatan menarik entah itu menekuni hobi, jalan-jalan, atau aktivitas apapun yang bisa membuat lupa dengan dunia maya.

Ketika sudah berhasil, akan muncul kendali atas akses media sosial. Dapat pula menentukan apa yang layak dilihat dan tidak, begitu pula akan banyak waktu untuk produktif dari pada harus menatap layar berjam-jam.

Penulis : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/