alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

First Date, Enaknya Siapa yang Bayar?

Ibarat buku, first date itu lembar introduction. Momen perkenalan. Kesan yang muncul saat first date bakal menentukan apakah ada pertemuan berikutnya.

SETELAH beberapa lama chatting lewat DM Instagram ataupun WhatsApp, muncul kesepakatan untuk bertemu in person. Atau, dikenalkan teman, lalu membuat janji untuk dinner atau ngopi bareng. Nah, pertanyaannya, siapa yang semestinya membayar tagihan saat first date? Melansir Jawapos, Sabtu (30/10), Zola Yoana, Certified Matchmaker & Relationship Coach, Founder Heartinc menyebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika first date

Being a Gentleman
Sebenarnya, bahasan soal siapa yang bayar saat first date itu sampai sekarang masih menjadi topik perdebatan di beberapa negara. Bergantung kultur juga. Tetapi, jika dikembalikan ke soal manner, untuk pria, being a gentleman sering dinilai dari inisiatifnya untuk meng-handle tagihan di kencan pertamanya.

Saling Menilai
Sebagian besar perempuan akan menilai seberapa gentleman laki-laki yang mengajaknya nge-date. Sebaliknya, laki-laki pun menilai, ketika bill datang, apakah perempuan menunjukkan keinginan atau peduli untuk ikut membayar? Atau, ada asas manfaat.

Split Bill Isn’t a Big Deal
Kalaupun membayarnya dengan split bill ataupun patungan, sebenarnya it’s ok. Hanya saja, kita terbiasa mengikuti kultur dulu di mana prialah yang bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran saat first date.

Lihat Body Language
Kita tidak mungkin membicarakannya di awal. Begitu sampai dan bertemu gebetan, tentu disambung ngobrol-ngobrol ringan sambil memesan menu. Ketika dirasa sudah cukup mengobrol dan meminta bill, perempuan bisa melihat body language kawan kencannya. Apakah ada gestur menyiapkan dompet, misalnya. Perempuan juga harus bertanya, jangan berasumsi sudah pasti dibayarin. Misalnya ”Berapa totalnya?” sambil mengeluarkan uang atau kartu seperti ketika akan membayar. Nah, apakah si laki-laki membiarkan perempuan ikut membayar atau meng-handle seluruh tagihan.

Watch Out!
– Split bill tidak menjadi masalah. Namun, buat perempuan, sebaiknya tidak bayarin laki-laki saat first date. Karena itu akan overpower sisi maskulinitas dari laki-laki. On the next date, oke-oke saja.

– Ketika Anda mengusulkan untuk split bill dan ternyata dia setuju, lakukan saja. Tak perlu baper (bawa perasaan). Karena kita memang berniat membayarnya, bukan?

– Jangan berekspektasi pasti dibayari. Jika diminta memilih tempat, sebaiknya pilih yang masih bisa dijangkau (affordable). Sehingga ketika nantinya split bill, itu tidak menjadi masalah buat kita.

– First date adalah sesi perkenalan. Pilih tempat yang ambience-nya oke, tidak ramai dan berisik, supaya bisa mengobrol dengan nyaman. Jangan jadikan first date semacam job interview. Buatlah obrolan mengalir dengan flawless, saling sharing pengalaman, dan hal-hal fun.

Sumber: Jawa Pos Group

Ibarat buku, first date itu lembar introduction. Momen perkenalan. Kesan yang muncul saat first date bakal menentukan apakah ada pertemuan berikutnya.

SETELAH beberapa lama chatting lewat DM Instagram ataupun WhatsApp, muncul kesepakatan untuk bertemu in person. Atau, dikenalkan teman, lalu membuat janji untuk dinner atau ngopi bareng. Nah, pertanyaannya, siapa yang semestinya membayar tagihan saat first date? Melansir Jawapos, Sabtu (30/10), Zola Yoana, Certified Matchmaker & Relationship Coach, Founder Heartinc menyebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika first date

Being a Gentleman
Sebenarnya, bahasan soal siapa yang bayar saat first date itu sampai sekarang masih menjadi topik perdebatan di beberapa negara. Bergantung kultur juga. Tetapi, jika dikembalikan ke soal manner, untuk pria, being a gentleman sering dinilai dari inisiatifnya untuk meng-handle tagihan di kencan pertamanya.

Saling Menilai
Sebagian besar perempuan akan menilai seberapa gentleman laki-laki yang mengajaknya nge-date. Sebaliknya, laki-laki pun menilai, ketika bill datang, apakah perempuan menunjukkan keinginan atau peduli untuk ikut membayar? Atau, ada asas manfaat.

Split Bill Isn’t a Big Deal
Kalaupun membayarnya dengan split bill ataupun patungan, sebenarnya it’s ok. Hanya saja, kita terbiasa mengikuti kultur dulu di mana prialah yang bertanggung jawab untuk membayar pengeluaran saat first date.

Lihat Body Language
Kita tidak mungkin membicarakannya di awal. Begitu sampai dan bertemu gebetan, tentu disambung ngobrol-ngobrol ringan sambil memesan menu. Ketika dirasa sudah cukup mengobrol dan meminta bill, perempuan bisa melihat body language kawan kencannya. Apakah ada gestur menyiapkan dompet, misalnya. Perempuan juga harus bertanya, jangan berasumsi sudah pasti dibayarin. Misalnya ”Berapa totalnya?” sambil mengeluarkan uang atau kartu seperti ketika akan membayar. Nah, apakah si laki-laki membiarkan perempuan ikut membayar atau meng-handle seluruh tagihan.

Watch Out!
– Split bill tidak menjadi masalah. Namun, buat perempuan, sebaiknya tidak bayarin laki-laki saat first date. Karena itu akan overpower sisi maskulinitas dari laki-laki. On the next date, oke-oke saja.

– Ketika Anda mengusulkan untuk split bill dan ternyata dia setuju, lakukan saja. Tak perlu baper (bawa perasaan). Karena kita memang berniat membayarnya, bukan?

– Jangan berekspektasi pasti dibayari. Jika diminta memilih tempat, sebaiknya pilih yang masih bisa dijangkau (affordable). Sehingga ketika nantinya split bill, itu tidak menjadi masalah buat kita.

– First date adalah sesi perkenalan. Pilih tempat yang ambience-nya oke, tidak ramai dan berisik, supaya bisa mengobrol dengan nyaman. Jangan jadikan first date semacam job interview. Buatlah obrolan mengalir dengan flawless, saling sharing pengalaman, dan hal-hal fun.

Sumber: Jawa Pos Group

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/