alexametrics
31C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Muntahkan Lava Pijar, Pendakian Semeru Ditutup Mulai Hari Ini

MALANG KOTA – MTerhitung mulai hari ini, (30/11), pendakian di Gunung Semeru akan dihentikan sementara. Langkah ini diambil karena gunung tertinggi di Jawa Timur itu terpantau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

“Berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Kabupaten Lumajang per tanggal 28 November 2020. Bersama ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup Sementara Pendakian Semeru sexara total sejak tanggal 30 Nov 2020 sampai dengan batas waktu yang tak ditentukan,” ujar Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santosa.

Ia mengatakan, terdapat aktivitas letusan dan guguran lava pijar. “Letusan teramati 3 kali dengan tinggi asap kurang lebih 100m dengan warna asap putih tebal yang condong ke arah barat daya,” terangnya.

Ia melanjutkan, guguran dan lava teramati 13 kali dengan jarak luncur kurang lebih 500 – 1000 m dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan. “Yaitu ujung Lidah laba kurang lebih 500 m dari puncak, dengan amplitudo terekam 12 mm lama gempa 1994 detik, ” Ujurnya.

Untuk itu, berdasarkan pemaparan tersebut di atas, Agus menghimbau agar pendaki yang kini masih di Gunung Semeru mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jonggring Saloka. “Himbauan ini sendiri diberikan agar berhati-hati, karena kami mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki, ” tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – MTerhitung mulai hari ini, (30/11), pendakian di Gunung Semeru akan dihentikan sementara. Langkah ini diambil karena gunung tertinggi di Jawa Timur itu terpantau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

“Berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Kabupaten Lumajang per tanggal 28 November 2020. Bersama ini Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup Sementara Pendakian Semeru sexara total sejak tanggal 30 Nov 2020 sampai dengan batas waktu yang tak ditentukan,” ujar Plt Kepala Balai Besar, Agus Budi Santosa.

Ia mengatakan, terdapat aktivitas letusan dan guguran lava pijar. “Letusan teramati 3 kali dengan tinggi asap kurang lebih 100m dengan warna asap putih tebal yang condong ke arah barat daya,” terangnya.

Ia melanjutkan, guguran dan lava teramati 13 kali dengan jarak luncur kurang lebih 500 – 1000 m dari ujung lidah lava ke arah besuk kobokan. “Yaitu ujung Lidah laba kurang lebih 500 m dari puncak, dengan amplitudo terekam 12 mm lama gempa 1994 detik, ” Ujurnya.

Untuk itu, berdasarkan pemaparan tersebut di atas, Agus menghimbau agar pendaki yang kini masih di Gunung Semeru mewaspadai gugurnya kubah lava di kawah Jonggring Saloka. “Himbauan ini sendiri diberikan agar berhati-hati, karena kami mengutamakan kepentingan keselamatan jiwa pendaki, ” tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru