alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Kenyang Pengalaman Tingkat Nasional, Tanti Widia Kini Pimpin Sekolah Manajemen

Pengalaman 17 tahun berkarir menjadi banker, menggerakkan hati Tanti Widia, Direktur Smart Indonesia Academy (SIA) untuk mendirikan sekolah. Bukan sekolah biasa, mantan kepala cabang salah satu bank BUMN itu mendirikan school of management and consulting.
Tanti meng­awali karir sebagai customer service di salah satu bank BUMN sejak 2005. Tak sampai setahun, Ia dipindahkan menjadi account officer. Bahkan jabatan terakhirnya sebelum meninggalkan dunia perbankan, adalah kepala cabang. Kemudian Ia diminta bergabung di salah satu lembaga negara selama dua tahun. ”Di situ posisi setara eselon 2, namun saya kembali berpikir bahwa mendapatkan posisi dan jabatan ternyata biasa saja,” kata perempuan yang juga pernah menduduki posisi top management di perusahan properti itu.
Jabatan dan posisi yang strategis saat itu, ditinggal begitu saja oleh Tanti. Ter­gerak hatinya mendirikan sekolah manajemen untuk membagikan berbagai pengalaman. School of management sendiri bertujuan menyebar luaskan knowledge dan practice management unggul untuk kemajuan dan kesuksesan perusahaan. Baik untuk komunitas dan per­usahaan yang sedang merintis atau mengalami masalah. ”Alasan mem­buka SIA, basicly saya orangnya suka belajar. Motto hidup saya long life learning karena belajar itu menyenangkan. Tentu saat menjabat sebagai pimpinan, saya banyak disekolah­kan. Tergerak hati saya untuk berbagi ilmu tersebut,” tandas perem­puan yang menjadi kepala cabang perbankan di usia 27 tahun itu.
Hadir di situasi pandemi, sekitar Mei 2021, Tanti berharap SIA ini menjadi lembaga yang bisa memberikan energi dan afirmasi positif kepada masyarakat yang terdampak. Utamanya, SIA bisa create value (menciptakan nilai) dan give positive impact (memberikan dampak yang baik) bagi banyak orang. ”Hal itu sesuai dengan tagline SIA, dedikasi, empati, menginspirasi dan involvement,” tambahnya.
Tagline dedikasi, menurut Tanti, Ia ingin mendedikasikan seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk klien. Sementara empati, yang berarti SIA bukan hanya partner berbisnis tapi juga memberikan empati sesuai dengan keadaan yang ada. Sedangkan inspiring, artinya membe­rikan inspirasi untuk banyak orang. Bahkan, Tanti tak masalah jika ada orang lain yang membuat SIA baru. ”Tagline involvment artinya keterlibatan. Kami berkomitmen melibatkan diri secara penuh untuk permasalahan para klien. Bukan hanya money oriented, tapi kami juga punya sisi humanisnya,” tegasnya.
Perempuan kelahiran Tuban itu juga menegaskan bahwa SIA bukan lembaga motivasi, tapi lembaga untuk mencari pengetahuan. Khususnya mengidentifikasi problem manajemen yang menjadi tantangan organisasi dan bisnis moderen. Juga melakukan observasi, memberikan solusi dan melakukan coaching untuk meningkatkan kinerja dan kesuksesan organisasi bisnis.
”Khususnya knowledge of management. Luas sekali ya manajemen itu, segala hal bisa kami bantu. Termasuk, strategi manajemen bisnis untuk meningkatkan kinerja bisnis. Kemudian, konsulting strategi manajemen bisnis. Serta meningkatkan kinerja bisnis baik dari aspek marketing,keuangan,sdm atau people development,” ucapnya.
Berbagai program dimiliki SIA untuk membantu para pengusaha bisa melewati situasi pandemi. Diantaranya merilis tetap bersemi meski pandemi melalui podcast series, youtube series hingga instagram series. Bahkan SIA juga membuat beberapa buku khusus series tentang pandemi. ”Kami juga ada buku tentang recovery in endemik,” tambahnya.
Ke depan, SIA ingin menjadi lembaga yang bisa memberikan semangat baru dan energi positif untuk banyak orang. Walaupun hanya small things, namun bisa impactfull kepada banyak orang. ”Pesan saya, setiap orang harus tetap semangat menghadapi masa depan dengan afirmasi positif. Di awal SIA hadir, kami hadir dengan humanity dan social enterprises. Dengan memberikan motivasi, training gratis bersama difabel comunity. Semoga ke depan, SIA lebih dikenal sebagai lembaga school management yang ber­integrasi,” harapnya. (bin/dik)

Pengalaman 17 tahun berkarir menjadi banker, menggerakkan hati Tanti Widia, Direktur Smart Indonesia Academy (SIA) untuk mendirikan sekolah. Bukan sekolah biasa, mantan kepala cabang salah satu bank BUMN itu mendirikan school of management and consulting.
Tanti meng­awali karir sebagai customer service di salah satu bank BUMN sejak 2005. Tak sampai setahun, Ia dipindahkan menjadi account officer. Bahkan jabatan terakhirnya sebelum meninggalkan dunia perbankan, adalah kepala cabang. Kemudian Ia diminta bergabung di salah satu lembaga negara selama dua tahun. ”Di situ posisi setara eselon 2, namun saya kembali berpikir bahwa mendapatkan posisi dan jabatan ternyata biasa saja,” kata perempuan yang juga pernah menduduki posisi top management di perusahan properti itu.
Jabatan dan posisi yang strategis saat itu, ditinggal begitu saja oleh Tanti. Ter­gerak hatinya mendirikan sekolah manajemen untuk membagikan berbagai pengalaman. School of management sendiri bertujuan menyebar luaskan knowledge dan practice management unggul untuk kemajuan dan kesuksesan perusahaan. Baik untuk komunitas dan per­usahaan yang sedang merintis atau mengalami masalah. ”Alasan mem­buka SIA, basicly saya orangnya suka belajar. Motto hidup saya long life learning karena belajar itu menyenangkan. Tentu saat menjabat sebagai pimpinan, saya banyak disekolah­kan. Tergerak hati saya untuk berbagi ilmu tersebut,” tandas perem­puan yang menjadi kepala cabang perbankan di usia 27 tahun itu.
Hadir di situasi pandemi, sekitar Mei 2021, Tanti berharap SIA ini menjadi lembaga yang bisa memberikan energi dan afirmasi positif kepada masyarakat yang terdampak. Utamanya, SIA bisa create value (menciptakan nilai) dan give positive impact (memberikan dampak yang baik) bagi banyak orang. ”Hal itu sesuai dengan tagline SIA, dedikasi, empati, menginspirasi dan involvement,” tambahnya.
Tagline dedikasi, menurut Tanti, Ia ingin mendedikasikan seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk klien. Sementara empati, yang berarti SIA bukan hanya partner berbisnis tapi juga memberikan empati sesuai dengan keadaan yang ada. Sedangkan inspiring, artinya membe­rikan inspirasi untuk banyak orang. Bahkan, Tanti tak masalah jika ada orang lain yang membuat SIA baru. ”Tagline involvment artinya keterlibatan. Kami berkomitmen melibatkan diri secara penuh untuk permasalahan para klien. Bukan hanya money oriented, tapi kami juga punya sisi humanisnya,” tegasnya.
Perempuan kelahiran Tuban itu juga menegaskan bahwa SIA bukan lembaga motivasi, tapi lembaga untuk mencari pengetahuan. Khususnya mengidentifikasi problem manajemen yang menjadi tantangan organisasi dan bisnis moderen. Juga melakukan observasi, memberikan solusi dan melakukan coaching untuk meningkatkan kinerja dan kesuksesan organisasi bisnis.
”Khususnya knowledge of management. Luas sekali ya manajemen itu, segala hal bisa kami bantu. Termasuk, strategi manajemen bisnis untuk meningkatkan kinerja bisnis. Kemudian, konsulting strategi manajemen bisnis. Serta meningkatkan kinerja bisnis baik dari aspek marketing,keuangan,sdm atau people development,” ucapnya.
Berbagai program dimiliki SIA untuk membantu para pengusaha bisa melewati situasi pandemi. Diantaranya merilis tetap bersemi meski pandemi melalui podcast series, youtube series hingga instagram series. Bahkan SIA juga membuat beberapa buku khusus series tentang pandemi. ”Kami juga ada buku tentang recovery in endemik,” tambahnya.
Ke depan, SIA ingin menjadi lembaga yang bisa memberikan semangat baru dan energi positif untuk banyak orang. Walaupun hanya small things, namun bisa impactfull kepada banyak orang. ”Pesan saya, setiap orang harus tetap semangat menghadapi masa depan dengan afirmasi positif. Di awal SIA hadir, kami hadir dengan humanity dan social enterprises. Dengan memberikan motivasi, training gratis bersama difabel comunity. Semoga ke depan, SIA lebih dikenal sebagai lembaga school management yang ber­integrasi,” harapnya. (bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/