alexametrics
23.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Bahaya Penyakit Kulit Di Balik Thrift Shop

RADARMALANG – Peminat berbelanja thrift shop atau baju bekas memang lagi disukai banyak orang. Selain harganya yang murah, bisa menemukan baju-baju yang unik, branded dan tidak pasaran. Selain itu juga ada beberapa baju second impor sisa produksi. Namun tahukah bahwa baju bekas tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama kulit.

Dilansir dari meldeezyn, Sabtu (31/10). Pembeli pakaian bekas dapat rentan mengalami infeksi kulit, pencernaan sampai infeksi saluran kemih. Sudah pernah dilakukan pengujian ada beberapa jenis mikroorganisme bertahan hidup pada pakaian yaitu bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), bakteri Escherichia coli (E. coli), dan jamur (kapang atau khamir).

“Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh kementerian, produk pakaian bekas impor mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Widodo, Direktur Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Risikonya menjadi lebih besar jika pakaian tidak dicuci, didesinfeksi, dan disetrika dengan benar sebelum digunakan. Ditemukan sejumlah koloni bakteri dan jamur yang ditunjukkan oleh parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi.

Mencuci dengan deterjen biasa mungkin tidak cukup untuk menghilangkan beberapa bakteri dan telur dari beberapa organisme parasit. Untuk itu, perlu dilakukan perebusan pakaian terlebih dahulu, lalu mencucinya menggunakan antiseptic, dan yang terakhir perlu disetrika.

Selain mengandung banyak bakteri yang merugikan bagi kesehatan, menggunakan pakaian bekas impor juga merendahkan martabat bangsa. Usahakan, jangan membeli baju bekas karena berbahaya untuk kesehatan. Fashionable boleh, tetapi harus ingat kesehatan juga ya!

Penulis : Roisyatul Mufidah

RADARMALANG – Peminat berbelanja thrift shop atau baju bekas memang lagi disukai banyak orang. Selain harganya yang murah, bisa menemukan baju-baju yang unik, branded dan tidak pasaran. Selain itu juga ada beberapa baju second impor sisa produksi. Namun tahukah bahwa baju bekas tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama kulit.

Dilansir dari meldeezyn, Sabtu (31/10). Pembeli pakaian bekas dapat rentan mengalami infeksi kulit, pencernaan sampai infeksi saluran kemih. Sudah pernah dilakukan pengujian ada beberapa jenis mikroorganisme bertahan hidup pada pakaian yaitu bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), bakteri Escherichia coli (E. coli), dan jamur (kapang atau khamir).

“Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh kementerian, produk pakaian bekas impor mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan,” ungkap Widodo, Direktur Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Risikonya menjadi lebih besar jika pakaian tidak dicuci, didesinfeksi, dan disetrika dengan benar sebelum digunakan. Ditemukan sejumlah koloni bakteri dan jamur yang ditunjukkan oleh parameter pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada semua contoh pakaian bekas yang nilainya cukup tinggi.

Mencuci dengan deterjen biasa mungkin tidak cukup untuk menghilangkan beberapa bakteri dan telur dari beberapa organisme parasit. Untuk itu, perlu dilakukan perebusan pakaian terlebih dahulu, lalu mencucinya menggunakan antiseptic, dan yang terakhir perlu disetrika.

Selain mengandung banyak bakteri yang merugikan bagi kesehatan, menggunakan pakaian bekas impor juga merendahkan martabat bangsa. Usahakan, jangan membeli baju bekas karena berbahaya untuk kesehatan. Fashionable boleh, tetapi harus ingat kesehatan juga ya!

Penulis : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/