alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

No Time To Die Merugi, James Bond Bakal Hijrah Ke Layanan Streaming

RADARMALANG – MGM dikabarkan mengalami kerugian besar akibat penundaan film No Time to Die. Hal ini menyebabkan film tersebut dirumorkan gagal tayang di bioskop, karena situasi bioskop yang tak jelas mengakibatkan tidak ada pendapatan yang diperoleh MGM. Disinyalir, mereka akan merilis film tersebut ke layanan streaming guna memperoleh pendapatan secara cepat untuk menutupi kerugian.

Melansir dari Greenscene pada (31/10), MGM dilaporkan melakukan pinjaman yang besar untuk membiayai pembuatan film No Time to Die. Akibat penundaan film tersebut, pihak MGM harus membayar bunga sebesar 1 juta Dollar atau 145 juta setiap bulan, dan itu harus segera dilunasi agar kerugian tidak bertambah. Dengan ketidakjelasan kondisi bioskop seperti sekarang, memindahkan ke layanan streaming menjadi sumber pendapatan utama untuk menutup kerugian tersebut.

Hal Vogel, CEO dari Vogel Capital Research, mengatakan bahwa MGM tengah menderita. Ia menambahkan, setiap produser film besar memiliki film-film mahal yang bertumpuk tanpa mengerti kapan akan dirilis. Merilis ke media streaming jalan satu-satunya pada situasi seperti sekarang.

“Film-film tersebut menunggu tanpa adanya pengembalian investasi. Bahkan dengan suku bunga rendah, biaya bunga semakin menumpuk. Jadi memikirkan layanan streaming tidaklah gila. Anda telah menghabiskan uang dan anda tidak akan mendapatkannya kembali dalam waktu dekat” Ungkap Hal Vogel.

Masalah keuangan MGM tentu saja bukanlah hal yang aneh. Warner Bros baru-baru ini mengambil risiko besar dengan merilis film Tenet di bioskop pada bulan September, dan film tersebut berakhir dengan kegagalan di box office.

Disney juga harus menyelaraskan kembali prioritasnya untuk merilis Mulan dan Soul di Disney+. Masalahnya, MGM harus menjual No Time to Die ke perusahaan lain dengan harga yang mahal, agar MGM dapat menambal kerugian atau bahkan meraup keuntungan dari film tersebut.

Penulis: Andika Satria Perdana

RADARMALANG – MGM dikabarkan mengalami kerugian besar akibat penundaan film No Time to Die. Hal ini menyebabkan film tersebut dirumorkan gagal tayang di bioskop, karena situasi bioskop yang tak jelas mengakibatkan tidak ada pendapatan yang diperoleh MGM. Disinyalir, mereka akan merilis film tersebut ke layanan streaming guna memperoleh pendapatan secara cepat untuk menutupi kerugian.

Melansir dari Greenscene pada (31/10), MGM dilaporkan melakukan pinjaman yang besar untuk membiayai pembuatan film No Time to Die. Akibat penundaan film tersebut, pihak MGM harus membayar bunga sebesar 1 juta Dollar atau 145 juta setiap bulan, dan itu harus segera dilunasi agar kerugian tidak bertambah. Dengan ketidakjelasan kondisi bioskop seperti sekarang, memindahkan ke layanan streaming menjadi sumber pendapatan utama untuk menutup kerugian tersebut.

Hal Vogel, CEO dari Vogel Capital Research, mengatakan bahwa MGM tengah menderita. Ia menambahkan, setiap produser film besar memiliki film-film mahal yang bertumpuk tanpa mengerti kapan akan dirilis. Merilis ke media streaming jalan satu-satunya pada situasi seperti sekarang.

“Film-film tersebut menunggu tanpa adanya pengembalian investasi. Bahkan dengan suku bunga rendah, biaya bunga semakin menumpuk. Jadi memikirkan layanan streaming tidaklah gila. Anda telah menghabiskan uang dan anda tidak akan mendapatkannya kembali dalam waktu dekat” Ungkap Hal Vogel.

Masalah keuangan MGM tentu saja bukanlah hal yang aneh. Warner Bros baru-baru ini mengambil risiko besar dengan merilis film Tenet di bioskop pada bulan September, dan film tersebut berakhir dengan kegagalan di box office.

Disney juga harus menyelaraskan kembali prioritasnya untuk merilis Mulan dan Soul di Disney+. Masalahnya, MGM harus menjual No Time to Die ke perusahaan lain dengan harga yang mahal, agar MGM dapat menambal kerugian atau bahkan meraup keuntungan dari film tersebut.

Penulis: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/