Dilansir dari Healthline, Jumat (4/12) malingering adalah penyimpangan perilaku yang menyebabkan pelakunya mengaku sakit, meski keadaanya sebenarnya sehat bahkan bisa bertindak seolah-olah penyakitnya lebih parah, dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.
Malingering dapat terjadi dalam berbagai intensitas, dari murni gejala yang dipalsukan hingga gejala yang dibesar-besarkan. Malingering tidak mudah dideteksi dengan banyaknya kemungkinan gejala yang dipalsukan atau dibesarkan, serta kesulitan dalam mengumpulkan bukti terbuka.
Pelaku malingering dapat dikenali dengan tanda-tanda yang mudah dikenali. Seseorang yang bergejala malingering cenderung tidak bisa diajak kerja sama dan melanggar berbagai peraturan. Tak hanya memalsukan status kesehatannya saja, tetapi sering tidak kooperatif jika diminta untuk bekerja sama.
Seseorang yang mengalami malingering akan mengeluhkan gejala sakit yang ia rasakan dengan berlebih-lebihan dan mengatakan bahwa ia melaku penyakit yang parah. Kemudian, malingering juga menyebabkan gangguan kepribadian antisosial, yaitu gangguan perilaku yang tidak menghargai hukum serta norma sosial berlaku.
Penulis : M. Ubaidillah Editor : Shuvia Rahma