Dilansir dari Sehatq, Rabu (3/2), keperawanan sendiri bukanlah istilah medis, melainkan stigma sosial, kultural, maupun agama yang berlaku di lingkungan masyarakat tertentu. Keperawanan identik dengan status seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seks sebelumnya.
“Cara melihat keperawanan wanita tidaklah dari kondisi selaput dara. Sebab, selaput dara pun bisa robek tanpa adanya penetrasi penis. Bersepeda dan pemakaian menstrual cup dapat membuat selaput dara robek,” terang dr Karlina Lestari, Medical Editor Sehatq.
Berikut Mitos dan fakta seputar tes keperawanan wanita
1. Benarkah selaput dara bisa dijadikan indikator keperawanan? Tidak
Selaput dara adalah lapisan tipis yang berada di antara vagina dan labia. Selaput dara normalnya tidak menutupi seluruh saluran vagina dan baru robek saat menerima penetrasi dari penis. Anda atau bahkan dokter sekalipun tidak bisa menjadikan selaput dara sebagai cara melihat keperawanan wanita.
2. Apakah wanita yang masih memiliki selaput dara pasti belum pernah berhubungan seks? Belum tentu
Wanita yang masih memiliki selaput dara kemungkinan besar memang belum pernah melakukan hubungan seks dengan penetrasi penis. Namun, bukan berarti wanita tersebut belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali. Ada beberapa kondisi yang memungkinkan selaput dara tak robek saat menerima penetrasi penis, salah satunya tingkat elastisitas yang tinggi.
3. Apakah wanita dengan selaput dara robek pasti tidak perawan? Belum tentu.
Selaput dara memang bisa robek ketika Anda melakukan hubungan seksual yang melibatkan masuknya penis ke vagina. Medis menyatakan selaput dara bisa robek karena banyak hal, seperti bersepeda, melakukan olahraga tertentu, atau saat memasukkan benda ke vagina (tampon, menstrual cup, jari, atau mainan seks).
4. Di malam pertama, perawan selalu akan mengeluarkan darah? Belum tentu.
Penetrasi penis memang kemungkinan besar akan merobek selaput dara dan mengeluarkan darah dari vagina. Namun, ada pula selaput dara wanita yang hanya mengalami peregangan (tidak robek) saat berhubungan seksual sehingga tidak berdarah.
5. Keperawanan bisa dipastikan dengan memasukkan jari ke vagina? Tidak
Tidak ada bukti medis membenarkan tindakan memasukkan jari ke vagina untuk mendeteksi keberadaan selaput dara. WHO menegaskan tindakan ini adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM. Karena memasukkan jari ke vagina orang lain dapat menyebabkan trauma psikologis dalam jangka panjang.
Penulis : Khrisna Ambar Editor : Shuvia Rahma