Merangkum dari berbagai sumber, Jumat (11/2), inilah 5 macam kegiatan yang wajib dihindari saat merayakan Imlek.
1. Mencuci
Maksud pantangan yang pertama ini adalah dilarang mencuci rambut. Konon katanya, rambut atau yang disebut dengan 'fa', ini memiliki arti kaya. Sehingga jika keramas di hari raya pertama dan kedua, dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan dan kekayaan selama setahun. Tidak hanya itu, mencuci baju pun juga dilarang karena diyakini bisa membuang kekayaan dan keberuntungan, sebab Imlek adalah hari raya ulang tahun Shuishen atau Dewa Air.
2. Menyapu dan Membuang Sampah
Pantangan selanjutnya adalah kegiatan menyapu dan membuang sampah. Walaupun keduanya dikategorikan sebagai aktivitas rumahan yang dilakukan setiap hari, namun ketika merayakan Imlek tidak boleh melakukan dua hal tersebut. Karena hal ini dianggap bisa menyapu rezeki yang datang di awal tahun serta mendatangkan kesialan bagi penghuni rumah. Oleh karena itu keluarga Tionghoa selalu merapikan rumahnya dengan bersih, sehari sebelum merayakan Imlek.
3. Menjahit
Menggunakan jarum, pisau, ataupun gunting untuk menjahit saat Imlek juga harus dihindari, khususnya pada wanita. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan dan dapat memengaruhi rezeki anggota keluarga menjadi lebih buruk.
4. Makan Bubur
Baik diaduk maupun tidak diaduk, orang yang merayakan dilarang memakan nasi berkuah atau bubur. Jika memakannya, ada kepercayaan bahwa orang tersebut akan kehujanan dalam perjalanan mengunjungi keluarga untuk merayakan Imlek bersama. Selain itu, ada juga yang percaya jika makan bubur, maka kemiskinan dan nasib buruk akan menghampiri.
5. Menangis
Hal terakhir adalah menangis. Saat perayaan Imlek kegiatan ini merupakan larangan yang harus dipatuhi. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa menangis ketika perayaan Imlek bisa mendatangkan kesedihan, hukuman, dan menghilangkan keberuntungan bagi anggota keluarga di kemudian hari. Sehingga, bagi orang tua yang memiliki anak, alangkah lebih baik jika buah hati selalu dijaga agar tidak ada hal yang memicunya untuk menangis.
Penulis : Gilang Ilham Editor : Shuvia Rahma