Sebagai catatan, kesehatan mental meliputi emosi, psikologis dan cara manusia bersosialisasi. Hal ini juga memiliki efek dalam cara manusia berpikir, bertindak serta merasakan. Kesehatan mental yang baik dapat membantu manusia mengelola stress dengan bijaksana. Termasuk juga membuat hubungan dengan manusia lainnya lebih baik serta menentukan pilihan dalam hidup.
Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap isu kesehatan mental sebagai hal yang remeh. Tak jarang, orang yang memiliki keluhan terkait dengan mental illness justru dianggap aneh dan dikucilkan dari lingkungannya. Beberapa di antara mereka menganggap bahwa kesehatan fisik adalah satu-satunya pakem yang digunakan untuk mengukur kewarasan.
Minimnya kepekaan warga akankan kesehatan mental menjadikan manusia menjadi pribadi tidak mampu berpikir secara jernih dalam menghadapi suatu permasalahan. Disisi lain, kesehatan mental juga berpengaruh dalam kehidupan sosial. Misalnya dalam cara manusia berkomunikasi, bergaul, hingga menjalin hubungan pertemanan serta percintaan secara sehat.
“Memang tiap orang punya karakter dan pemikiran sendiri-sendiri dan kita tdk bisa memaksakan hal tersebut. Kita hanya bisa memberikan motivasi atau support agar mereka kedepannya bisa kuat dan bisa menghadapi segala persoalan hidup,” ujar Apoteker Nusakambangan, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Suci Fitriyawati.
Dijumpai Jawa Pos Radar Malang, Sabtu (3/7), Suci menuturkan bahwa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat juga dapat berhubungan dengan kesehatan mental warga.
“Ya tergantung ya, kalau yang berhubungan dengan perekonomian apalagi kalangan menengah kebawah, tentunya sangat berpengaruh karena berkaitan dengan sumber pendapatan, sehingga membuat mereka stress dan marah. Sedangkan kalau orang yang sudah punya pekerjaan mapan dan bekerja di instansi mereka mungkin lebih senang bisa lebih kumpul dengan keluarga,” kata Suci.
Berikut beberapa pendekatan jika menemukan indikasi mental illness dalam diri Anda maupun orang-orang disekitar lingkungan Anda:
- Pendekatan dengan mencari akar masalah dan memberikan solusi.
- Memandang sisi positif dari suatu masalah.
- Temukan cara meluapkan stress Anda. Seperti menulis cerita, menulis diary, melakukan hobi dan kesenangan lainnya.
- Tetap jalin hubungan yang baik pada orang lain.
- Perlakukan diri Anda secara dengan spesial. Makan makanan kesukaan, berlibur ditempat yang aman, dll.
- Dekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
- Berkonsultasilah dengan psikiater.
Pewarta: Safa Abrar Ramadhan Editor : Farik Fajarwati