MALANG - Musim libur kuliah kampus-kampus di Malang tinggal beberapa pekan lagi. Sebagian mahasiswa yang berlibur dan pulang kampung sudah kembali ke Malang untuk menyiapkan kegiatan semester genap.
Mulai dari merancang rencana studi untuk mahasiswa tingkat awal, mempersiapkan magang, asistensi mengajar, dan kuliah kerja nyata (KKN) untuk mahasiswa tingkat pertengahan, hingga persiapan skripsi atau tugas akhir untuk mahasiswa tingkat akhir.
Baca Juga: Liburan sambil Cuan: Fenomena Jastip Bisa Menjadi Peluang Cuan Baru Mahasiswa
Dari tiga program untuk mahasiswa tingkat pertengahan itu, magang adalah salah satu yang paling banyak diminati. Sebab, program magang menawarkan benefit berupa pengalaman kerja yang bisa menjadi daya tawar atau bekal tambahan untuk kehidupan setelah lulus dari kampus.
Lalu, di mana mahasiswa bisa mencari tempat untuk magang?
- Perusahaan Media dan Industri Kreatif
Ada banyak perusahaan swasta yang bekerja sama dengan kampus untuk menerima mahasiswa magang. Mahasiswa tinggal memilih saja sesuai minatnya. Salah satunya perusahaan media dan industri kreatif. Ini cukup banyak diminati mahasiswa.
Seperti Hanandito Tri Wibowo yang lebih akrab disapa Bowo. Ia sudah berencana untuk magang di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta.
“Aku sedari awal emang pengen banget magang di stasiun televisi. Alhamdulillah sekarang dapat kesempatan,” akunya.
Bowo merencanakan magangnya sejak awal semester lalu. Dia berkonsultasi dengan pengelola departemen di kampusnya. “Departemen membantu untuk mencarikan koneksi ke pihak stasiun televisinya dan alhamdulillah saya bisa tembus ke sana,” papar mahasiswa Departemen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Baca Juga: Nyambi Jadi Ojek Online di Malang, Cuan yang Didapat Mahasiswa Cukup Menggiurkan
Masa liburan sekarang digunakan Bowo untuk mempelajari jobdesk yang diberikan kepadanya. Yaitu sebagai asisten produser. Ini akan menjadi pengalaman pertamanya.
Bowo juga sedang mencari-cari tempat kos yang dekat dengan tempat magangnya. “Kebetulan yang keterima di sana tiga orang. Jadi, kita coba cari kos bareng di sekitar kantor,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Bowo akan mulai magang pada 26 Januari 2026 nanti. Selepas magang, dia diwajibkan membuat laporan akhir, artikel penelitian, dan dokumentasi.
- Kantor Kementerian Haji dan Umrah
Magang di instansi pemerintah rata-rata diminati oleh mahasiswa yang memang ingin bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN). Pilihannya sangat banyak. Mulai dari kantor-kantor pemkab/pemkot di Malang Raya, hingga kantor-kantor pemprov dan pemerintah pusat yang berkedudukan di Malang.
Sebagai contoh adalah Naila Muazaroh Fardhani. Mahasiswi asal Gondanglegi, Kabupaten Malang ini akan menjalani magang di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang. Bahkan, saat ini ia sudah mulai masuk walaupun kuliah di kampus masih libur. “Ya daripada gak ngapa-apain, saya memilih untuk magang sekarang saja. Jadi, nanti waktu udah resmi dimulai, saya sudah terbiasa,” harapnya.
Baca Juga: Kerja Part Time Barista di Malang, Ini Cuan yang Bisa Didapat Mahasiswa
Naila mengaku memilih magang di sana karena ingin menjadi petugas haji dan umrah. “Kan salah satu syarat jadi petugas haji dan umrah itu menjadi pegawai Kementerian Haji dan Umrah. Jadi, harapanku setelah lulus kuliah bisa masuk ke sini dan bisa jadi petugas haji,” akunya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Apakah ada honor atau insentif yang diterima? Naila tidak berharap banyak. Motivasi mahasiswi 23 tahun itu lebih pada mencari pengalaman dan relasi.
- Biro Travel Haji dan Umrah
Berbeda dengan magang lewat jalur kampus, magang mandiri lebih leluasa lagi dalam menentukan pilihan. Mahasiswa tinggal mencari tempat magangnya. Bisa di perusahaan atau lembaga bisnis, bisa juga di lembaga sosial. Disesuaikan dengan minat serta lini akademik yang mereka ampu. Kampus hanya membuatkan surat tugas. Lainnya diurus mahasiswa sendiri.
Zulafa Nur Anisa, mahasiswi asal Bojonegoro, memilih untuk magang mandiri di salah satu biro travel haji dan umrah di Kota Malang. “Aku sebenarnya jurusan pendidikan, tapi aku gak mau ngajar. Aku ingin cari pengalaman baru. Soalnya dulu di pondok sudah dapat pengalaman sebagai guru,” katanya.
Zulafa menganggap tempat magangnya masih linear dengan jurusannya. Sebab, ia mahasiswi pendidikan bahasa Arab. Urusan umrah dan haji pasti banyak menggunakan bahasa Arab juga.
Baca Juga: Liburan sambil Cari Cuan? Ini 3 Pilihan Kerja Part Time untuk Mahasiswa di Malang
Lalu, dari mana dia mendapatkan info tentang lokasi magang itu? Zulafa mengaku mendapat rekomendasi dari kakak tingkatnya. Dia mendapatkan kontak biro travel tersebut. Zulafa lalu mengajukan permohonan untuk magang dan diterima. “Aku mulai magang 2 Februari nanti,” ungkapnya.
Menurutnya, berbeda dengan magang di kantor Kementerian Haji dan Umrah yang jobdesk-nya bisa bermacam-macam, di biro travel bisa lebih fokus. “Nanti kalau dapat bagian ngedit ya ngedit, kalau dapat bagian penginputan ya nginput,” terangnya.
Penulis: Dzaky Wildan Maulana
Editor : Aditya Novrian