RADAR MALANG – Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan momen berkumpulnya keluarga untuk menyambut harapan dan keberuntungan di tahun baru. Di momen tersebut, harapan serta doa-doa baik turut dipanjatkan.
Dalam suasana yang penuh makna itu, terdapat sejumlah pantangan yang diyakini dapat menimbulkan nasib buruk bila dilanggar. Berikut sejumlah pantangan saat Imlek yang diyakini bisa membawa sial.
1. Menggunakan baju hitam atau putih
Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna hitam dan putih identik dengan simbol berkabung. Apabila mengenakan warna tersebut saat merayakan Imlek, seseorang dapat dianggap tidak pantas dan bisa menarik energi buruk.
Baca Juga: Sambut Imlek 2026! Ini Makanan yang Wajib Ada saat Perayaan, Simbol Doa dan Harapan Baik
2. Memotong rambut
Pengucapan kata ‘rambut’ dalam bahasa Kanton terdengar seperti kata ‘keberuntungan’. Oleh karena itu, memotong rambut saat Tahun Baru Imlek perlu dihindari karena dipercaya dapat mempersingkat kekayaan di tahun yang datang.
3. Menggunakan gunting atau pisau
Gunting dan pisau dipandang memiliki bilah tajam layaknya bibir seseorang yang sedang berdebat. Oleh karena itu, penggunaan kedua alat ini tidak dianjurkan karena dianggap dapat mendatangkan sial.
4. Mencuci rambut dan pakaian
Pengucapan rambut yang terdengar seperti ‘menjadi kaya’ membuat aktivitas mencuci rambut sebagai hal yang dapat membuang keberuntungan. Selain itu, mencuci pakaian saat Imlek dipercaya sebagai perbuatan yang tidak menghargai dewa air.
5. Membuang sampah
Tindakan membuang sampah diyakini bisa membuang rezeki dan nasib baik yang datang di tahun baru.
Baca Juga: 8 Tradisi Unik saat Imlek yang Dipercaya Membawa Keberuntungan
6. Membersihkan rumah
Kegiatan menyapu dianggap sebagai tindakan yang dapat menghilangkan kekayaan. Apabila perlu membersihkan rumah, mulailah dari bagian luar menuju ke dalam, lalu kumpulkan seluruh sampah dan buang setelah hari kelima.
7. Merusak kaca atau keramik
Tindakan merusak kaca atau keramik diyakini bisa membawa nasib buruk, ketidakberuntungan secara finansial, dan menimbulkan konflik dalam keluarga.
8. Berbicara buruk
Saat perayaan Imlek, masyarakat sering kali menghindari ucapan-ucapan yang buruk seperti kematian, kemiskinan, hantu, dan penyakit. Sebab, berbicara buruk dianggap dapat membawa sial.
9. Memberi angpao dalam jumlah ganjil
Angka genap dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai pembawa keberuntungan. Oleh karena itu, memberi angpao dalam jumlah ganjil perlu dihindari.
10. Makan bubur di hari pertama
Bubur di masa lalu dipandang sebagai santapan bagi kalangan yang kurang mampu. Karenanya, memakan bubur di pagi hari pada awal Tahun Baru Imlek diyakini akan mendatangkan kemiskinan selama setahun penuh.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian