Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Tips Mengelola Emosi di Bulan Ramadan, Kunci Puasa Lebih Bermakna

Aditya Novrian • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB
Pengelolaan emosi yang baik dapat meningkatkan kualitas puasa yang dilakukan di bulan Ramadan. (freepik/benzoix)
Pengelolaan emosi yang baik dapat meningkatkan kualitas puasa yang dilakukan di bulan Ramadan. (freepik/benzoix)

RADAR MALANG – Puasa tidak hanya menahan rasa lapar dan dahaga, tetapi juga momentum krusial untuk mengendalikan hawa nafsu, emosi, serta melatih kesabaran. Perintah untuk tetap sabar dan menahan amarah tersebut bertujuan untuk menyempurnakan pahala puasa, membersihkan jiwa, dan sebagai benteng diri dari api neraka.

Melansir dari Alodokter, orang cenderung emosian, mudah marah, dan sensitif saat puasa. Hal ini disebabkan karena menurunnya kadar gula darah tubuh yang mengganggu fungsi otak sehingga membuat seseorang cenderung bertindak impulsif. Di sinilah kesabaran benar-benar diuji. Supaya tidak mudah tersulut emosi saat puasa, berikut sejumlah tips yang bisa Anda terapkan.

1. Alihkan pikiran dengan kegiatan lain

Saat sedang dikuasai emosi, Anda dapat mengalihkan pikiran dengan kegiatan lain yang menghibur, seperti video, film, atau cerita-cerita lucu. Kegiatan tersebut membuat Anda tertawa dan membuat oksigen yang diterima oleh tubuh dapat mendorong peredaran darah sehingga membantu meredakan ketegangan otot yang muncul saat marah.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi adalah tidur. Menurut dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, tidur dapat memperbaiki perasaan dan dapat membuat kinerja tubuh menjadi jauh lebih optimal.

Baca Juga: Ramadan Semakin Dekat! Berikut Perilaku Perusak Pahala Puasa yang Harus Dihindari

2. Melakukan teknik pernapasan

Cara mengelola emosi selanjutnya adalah melakukan teknik pernapasan. Caranya, sebelum meluapkan amarah, luangkanlah sedikit waktu untuk memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, kemudian hembuskan. Lakukanlah cara pernapasan itu beberapa kali hingga Anda merasa lebih tenang dan terkontrol.

3. Bercerita dengan orang lain

Bercerita dengan orang lain dapat membuat perasaan lebih lega. Tidak selalu perlu bertemu secara fisik, Anda bisa berbagi cerita melalui telepon, video call, atau chat. Dengan cara ini, Anda dapat menemukan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi atau melampiaskan emosi negatif dengan baik.

4. Melakukan ibadah

Mengutip dari Jawa Pos, penelitian dalam Journal of Religion and Health (2022) mengungkapkan bahwa kegiatan beribadah dapat menurunkan gejala fisik yang disebabkan oleh stres. 

Melakukan ibadah dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT akan memberikan waktu untuk beristirahat dan memfokuskan pikiran dengan hal baik sehingga Anda dapat menjadi tenang dan tidak cepat terhanyut emosi.

5. Mengurangi konsumsi media sosial 

Media sosial dapat membuat emosi tidak stabil. Halodoc menyebutkan penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan rasa cemas dan stres. Oleh karena itu, penting untuk membatasi waktu bermain media sosial untuk mempertahankan kesehatan mental.

Itulah lima cara mengelola emosi di bulan Ramadan agar puasa yang dilakukan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga membawa makna spiritual yang lebih dalam.

Penulis: Afida Rahma Tsabita 

Editor : Aditya Novrian
#Ramadan #emosi #Puasa