RADAR MALANG – Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meraih ampunan dari Allah SWT. Namun, kondisi tersebut kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa yang harus menyeimbangkan kepadatan kuliah, tugas, dan ibadah.
Padatnya aktivitas tersebut kerap membuat pelaksanaan ibadah kurang maksimal. Faktanya, keduanya dapat berjalan dengan seimbang jika menggunakan strategi yang tepat. Berikut beberapa cara untuk membagi waktu antara tugas kuliah dan ibadah.
1. Atur waktu tidur
Mengatur waktu tidur penting agar Anda tetap bugar dalam menjalani ibadah puasa sekaligus mengerjakan tugas kuliah. Sebaiknya, tidur lebih cepat setelah melaksanakan salat Tarawih agar Anda memiliki banyak energi untuk beraktivitas keesokan harinya.
Jika memungkinkan, coba juga untuk tidur siang singkat selama 15–30 menit di siang hari untuk mengisi ulang energi. Meskipun durasi tidur siang terkesan kurang, jika dilakukan dengan tepat, hal itu dapat memberikan energi ekstra untuk melanjutkan puasa dan aktivitas lain.
Baca Juga: Kuliah atau Kerja Saat Puasa? Ini Cara Atasi Jam Tidur yang Berantakan di Bulan Ramadhan
2. Jangan melewatkan sahur
Sahur akan membuat Anda memiliki energi cukup untuk berpuasa dan melakukan aktivitas lain, seperti mengerjakan tugas ataupun beribadah.
Makan makanan yang kaya serat, protein, vitamin C, dan zinc untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Hindari makanan yang tinggi gula atau asin agar tidak menimbulkan rasa haus berlebihan saat puasa.
3. Atur waktu mengerjakan tugas
Langkah ini perlu dilakukan agar Anda tidak kewalahan dengan tugas dan jadwal kuliah yang padat. Anda bisa memanfaatkan waktu setelah Subuh untuk mengerjakan tugas karena di waktu tersebut energi masih optimal.
Anda juga dapat mengerjakan tugas setelah berbuka puasa dan sebelum salat Isya. Hal ini karena Anda telah memiliki energi dari makanan yang dikonsumsi saat berbuka.
4. Atur waktu beribadah
Sediakan waktu singkat setelah salat fardu untuk membaca Al-Qur’an dan berzikir. Anda juga dapat melakukan salat sunah di waktu Duha setiap hari. Selain itu, gunakan waktu di antara jadwal kuliah untuk beristigfar atau menghafal doa-doa singkat.
5. Hindari aktivitas yang menguras energi
Hindari aktivitas fisik yang berat seperti olahraga berintensitas tinggi atau bepergian yang terlalu banyak di siang hari. Sebagai gantinya, Anda bisa berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan.
Hal ini membuat energi untuk beribadah dan mengerjakan tugas dapat terjaga. Selain itu, jangan melakukan terlalu banyak aktivitas sekaligus agar otak tidak cepat merasa lelah.
Dengan menerapkan kelima strategi tersebut, mengerjakan tugas dan beribadah dapat dilakukan dengan seimbang. Anda pun dapat menjalani Ramadan dengan tetap produktif dan lebih terarah.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian