KABUPATEN – Sejak tutup mulai 5 April lalu akibat pandemi Covid-19, hingga hari ini (29/7) Taman Wisata Air Wendit belum ada tanda-tanda dibuka kembali. Sementara, di satu sisi 150 pedagang kecil sangat menggantungkan ekonominya dari beroperasinya tempat wisata yang berlokasi di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis ini.

”Sejak Wendit tutup, terus terang kami para pedagang sudah tidak memiliki penghasilan lagi. Sementara kami harus tetap menghidupi keluarga dan banyak di antara pedagang juga punya angsuran pinjaman di bank maupun koperasi,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Taman Wisata Air Wendit Tugas Harianto.

Karena itu, Harianto melanjutkan, pihaknya berharap agar Taman Wisata Wendit bisa segera dibuka. Dia mengatakan jika penghasilan pedagang sudah jauh berkurang seiring dengan makin sepinya kunjungan warga ke Wendit. Menyusul adanya kenaikan tarif tiket masuk yang dilakukan oleh pengelola.

“Kondisinya semakin parah seiring dengan penutupan tempat wisata Wendit gegara Covid-19,” kata pria yang akrab disapa Gatot ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyatakan, pihaknya mempersilakan pengelola destinasi wisata buatan untuk kembali beroperasi.

”Destinasi mana pun mau buka kapan saja boleh, sepanjang protokol kesehatannya dijalankan,” kata Made saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang kemarin sore.

Namun tentunya, pihak pengelola harus melaporkan dulu kepada pihak yang berwenang agar satgas pariwisata bisa memeriksa kesiapan mereka. ”<em>Standard operating procedure</em> (SOP)-nya harus berjalan dengan baik,” tegas Made.

Pria asal Bali itu juga mensyaratkan agar seluruh destinasi wisata yang akan dibuka tersebut melaksanakan tahapan uji coba.

Dari ratusan destinasi wisata buatan yang ada di Kabupaten Malang, Made membenarkan Taman Wisata Air Wendit sudah mengajukan izin pembukaan kembali. ”Uji cobanya masih akan dimulai awal bulan depan,” katanya.

Adapun lama periode uji coba tersebut maksimal akan berjalan selama satu bulan. Sedangkan pengawasan uji coba tersebut nantinya akan diutamakan pada momen akhir pekan. Atau pada momen liburan di mana banyak wisatawan yang berdatangan.

”Termasuk kami juga minta agar setiap ada destinasi yang buka, maka kepala desa dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) juga harus ikut bertanggung jawab. Ada tanda tangan pakta integritas bahwa mereka akan ikut mengawal jalannya protokol kesehatan di tempat wisata itu,” pungkas Made.

Pewarta: Farik Fajarwati
Editor: Hendarmono Al S