KOTA BATU – Kesadaran caleg dan tim sukses untuk mematuhi peraturan kampanye sepertinya perlu di-upgrade. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih banyak menemukan pelanggaran kampanye terutama terkait Alat Peraga Kampanye (APK) liar di Kota Batu. Di awal bulan Februari saja, telah ditemukan sebanyak 76 APK yang melanggar. Mulai yang berbentuk baliho, banner, hingga spanduk. 

Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman menyatakan APK tersebut ditemukan terpasang di tempat ibadah, sekolah dan rumah sakit.

“Lokasi itu kan dilarang ada pemasangan APK jenis apapun,” ujarnya.

Dari penertiban APK yang dilakukan Bawaslu bersama Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP), sejak 5 bulan terakhir yakni 23 September 2018 hingga awal Februari 2019 sebanyak 464 APK telah ditertibkan.

“Kita sudah menggelar sebanyak kurang lebih 6 kali penertiban di seluruh titik dalam 3 kecamatan di Kota Batu, datanya sudah mencapai 464 APK yang melanggar aturan,” imbuhnya.

Dari pembersihan yang dilakukan mulai dari Kecamatan Junrejo, Kecamatan Batu, dan Kecamatan Bumiaji, area paling rawan terdapat pelanggaran APK itu yakni di Kecamatan Batu. Seperti di area Jl Panglima Sudirman, Jl Diponegoro, Jl Gajahmada, serta area Alun-Alun Kota Batu.

Karenanya, Rochman berharap ada kesadaran diri dari calon legislatig (Caleg) untuk melakukan pemasangan APK sesuai aturan. “Kalau di Kecamatan Batu itu karena banyak lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk menyebar APK. Kita harapkan kesadaran diri dari Caleg ya. Karena masih banyak yang memasang di area pohon dan menggunakan kawat besi, padahal pemakuan atau pemasangan dengan kawat besi itu jelas dilarang,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Aris Dwi K
Penyunting : Fia