alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Angka Kematian Nakes Tinggi, PPNI Kota Malang Turun Tangan

MALANG KOTA – Tingginya kasus kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat terpapar Covid-19 membuat Kota Malang masuk dalam 10 besar nasional. Data per Desember 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 10 nakes di Kota Malang meninggal karena Covid-19. Untuk itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Malang bergerak memberikan santunan kepada para nakes. Terutama yang terjun langsung dalam menangani Covid-19.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Malang Bagong Priyantono mengatakan, sebanyak 279 nakes terutama perawat di Kota Malang terpapar selama menjalankan tugas. Apalagi situasi beberapa bulan terakhir menunjukkan angka positif yang masih tinggi mengakibatkan nakes kewalahan. ”Banyak nakes yang berguguran karena Covid-19 selama hampir satu tahun ini dan mereka butuh dukungan,” ucapnya. Untuk itu, Bagong berinisiatif memberikan santunan kepada perawat yang sedang bertugas melayani pasien Covid-19.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mendukung perlindungan nakes agar tingkat kematian dapat ditekan. Salah satu hal yang ditekankan yakni dukungan moral agar nakes tetap sehat dalam menjalankan tugas. ”Saya tahu lelahnya nakes selama menangani pasien Covid-19, rintangannya berat, untuk itu kami mengapresiasi PPNI memberikan santunan,” katanya.

Bung Edi–sapaan akrabnya– menjelaskan, saat ini status Kota Malang masih dalam zona oranye Covid-19 sehingga harus tetap diwaspadai. Masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dengan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Dia berharap dengan kesadaran ini angka penyebaran bahkan kematian akibat Covid-19 dapat ditekan. (rmc/adn/c1/mas)

MALANG KOTA – Tingginya kasus kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat terpapar Covid-19 membuat Kota Malang masuk dalam 10 besar nasional. Data per Desember 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 10 nakes di Kota Malang meninggal karena Covid-19. Untuk itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Malang bergerak memberikan santunan kepada para nakes. Terutama yang terjun langsung dalam menangani Covid-19.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Malang Bagong Priyantono mengatakan, sebanyak 279 nakes terutama perawat di Kota Malang terpapar selama menjalankan tugas. Apalagi situasi beberapa bulan terakhir menunjukkan angka positif yang masih tinggi mengakibatkan nakes kewalahan. ”Banyak nakes yang berguguran karena Covid-19 selama hampir satu tahun ini dan mereka butuh dukungan,” ucapnya. Untuk itu, Bagong berinisiatif memberikan santunan kepada perawat yang sedang bertugas melayani pasien Covid-19.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mendukung perlindungan nakes agar tingkat kematian dapat ditekan. Salah satu hal yang ditekankan yakni dukungan moral agar nakes tetap sehat dalam menjalankan tugas. ”Saya tahu lelahnya nakes selama menangani pasien Covid-19, rintangannya berat, untuk itu kami mengapresiasi PPNI memberikan santunan,” katanya.

Bung Edi–sapaan akrabnya– menjelaskan, saat ini status Kota Malang masih dalam zona oranye Covid-19 sehingga harus tetap diwaspadai. Masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dengan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Dia berharap dengan kesadaran ini angka penyebaran bahkan kematian akibat Covid-19 dapat ditekan. (rmc/adn/c1/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/