alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Disable Motorcycle Indonesia Salurkan Bantuan Donatur Senilai Rp 50 Juta

KABUPATEN – Kelompok Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Kabupaten Malang menggelar bakti sosial dan penyaluran bantuan alat kesehatan bagi masyarakat penyandang disabilitas, Senin (28/2).  Acara itu dilaksanakan di Sekretariat DMI Kabupaten Malang, Jalan Raya Kendalpayak, Gang Kamboja, RT 09 RW 05 Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Total nilai bantuan yang diserahkan dari para donatur kemarin mencapai Rp 50 juta. Bentuknya berupa kursi roda, walker tanpa roda, Kruk Sella, dan sembako.”Para kaum disable ini sebenarnya ingin seperti orang yang normal pada umumnya. Ingin berada di tempat publik. Makanya kita bantu dengan alat-alat ini. Semoga bermanfaat,” kata Ketua DMI Abdul Wachid kemarin.

Dia menjelaskan, acara itu diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas di Kabupaten Malang.Pihaknya juga telah rutin menyelenggarakan kegiatan tersebut.”Kegiatan seperti ini sudah berlangsung sekitar 12 tahun. Harapannya, para kaum disable bisa juga berada di ruang publik serta mengasah potensi yang dimiliki,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Bupati MalangDidik GatotSubroto merasa terharu saat menghadiri acara tersebut.Biasanya, yang menyelenggarakan bakti sosial dan penyaluran bantuan adalah orang-orang dengan kondisi tubuh normal. Bukan para kaum disable seperti DMI. ”Seharusnya kita-kita ini yang peka terhadap hal demikian. Tapi kita juga tidak bisa menutup ruang bagi mereka. Jika mereka mampu melakukan, kenapa tidak?” katanya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mendukung para disabilitas dalam mendapatkan ruang gerak dan ruang berkarya. Pemerintah daerah maupun pusat juga akan mendorong dan memfasilitasi mereka dalam menggali potensi-potensi masing-masing. Agar dalam  mengambil kebijakan, bukan hanya orang yang bertubuh normal saja yang dijadikan tolok ukur.

Dia juga mengingatkan bahwa DMI juga ada di seluruh wilayah Malang Raya.Baik di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.Sebisa mungkin pengurus dan anggota di tiga wilayah itu saling bersinergi memperjuangkan aspirasi masing-masing.  ”Ada yang pintar menjahit kita wadahi, ada yang pintar elektro kita wadahi. Nanti akan dibantu oleh dinas-dinas terkait sesuai potensi mereka. Sehingga,” ujar Wabup. (rb1/fat)

KABUPATEN – Kelompok Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Kabupaten Malang menggelar bakti sosial dan penyaluran bantuan alat kesehatan bagi masyarakat penyandang disabilitas, Senin (28/2).  Acara itu dilaksanakan di Sekretariat DMI Kabupaten Malang, Jalan Raya Kendalpayak, Gang Kamboja, RT 09 RW 05 Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Total nilai bantuan yang diserahkan dari para donatur kemarin mencapai Rp 50 juta. Bentuknya berupa kursi roda, walker tanpa roda, Kruk Sella, dan sembako.”Para kaum disable ini sebenarnya ingin seperti orang yang normal pada umumnya. Ingin berada di tempat publik. Makanya kita bantu dengan alat-alat ini. Semoga bermanfaat,” kata Ketua DMI Abdul Wachid kemarin.

Dia menjelaskan, acara itu diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas di Kabupaten Malang.Pihaknya juga telah rutin menyelenggarakan kegiatan tersebut.”Kegiatan seperti ini sudah berlangsung sekitar 12 tahun. Harapannya, para kaum disable bisa juga berada di ruang publik serta mengasah potensi yang dimiliki,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Bupati MalangDidik GatotSubroto merasa terharu saat menghadiri acara tersebut.Biasanya, yang menyelenggarakan bakti sosial dan penyaluran bantuan adalah orang-orang dengan kondisi tubuh normal. Bukan para kaum disable seperti DMI. ”Seharusnya kita-kita ini yang peka terhadap hal demikian. Tapi kita juga tidak bisa menutup ruang bagi mereka. Jika mereka mampu melakukan, kenapa tidak?” katanya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mendukung para disabilitas dalam mendapatkan ruang gerak dan ruang berkarya. Pemerintah daerah maupun pusat juga akan mendorong dan memfasilitasi mereka dalam menggali potensi-potensi masing-masing. Agar dalam  mengambil kebijakan, bukan hanya orang yang bertubuh normal saja yang dijadikan tolok ukur.

Dia juga mengingatkan bahwa DMI juga ada di seluruh wilayah Malang Raya.Baik di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.Sebisa mungkin pengurus dan anggota di tiga wilayah itu saling bersinergi memperjuangkan aspirasi masing-masing.  ”Ada yang pintar menjahit kita wadahi, ada yang pintar elektro kita wadahi. Nanti akan dibantu oleh dinas-dinas terkait sesuai potensi mereka. Sehingga,” ujar Wabup. (rb1/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/