alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Poros Golkar-PKB Bakal Tantang Jago PDIP di Pilbup Malang?

KABUPATEN MALANG – PDIP yang mencalonkan HM Sanusi-Didik Gatot Subroto tak bisa “santai-santai” menatap Pilbup (Pemilihan Bupati) Malang 2020. Sebab, Golkar tengah bersiap membuat koalisi besar bersama PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
Koalisi Golkar-PKB kabarnya tinggal menunggu waktu. ”Pokoknya Juli ini, urusan siapa calon bupatinya, dari PKB atau Golkar, sudah harus klir,” terang fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ridwan Hisjam kemarin.
Dia menyebut, DPP telah menunjuk Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang Siadi sebagai bakal calon bupati Malang. Namun, penunjukan masih berupa surat tugas, belum ada rekomendasi. Tugas dari Siadi adalah mencari pasangan yang tepat dan menggandeng partai koalisi.
”Karena Partai Golkar di DPRD Kabupaten Malang hanya punya 8 kursi, maka mau tidak mau harus koalisi dengan partai lain,” tandas pria yang juga anggota DPR RI ini.
Pernyataan Ridwan ini menunjukkan bahwa Golkar memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sebab, dari sisi jumlah kursi di DPRD Kabupaten Malang, Golkar masih kalah dari PKB.
PKB seperti diketahui memiliki 12 kursi di dewan. Jumlahnya sama dengan PDIP.
Kalau dari hitung-hitungan kursi, harusnya PKB yang lebih punya hak untuk mengajukan bakal calon bupati. Bukan sekadar bakal calon wakil bupati.
Pembahasan siapa yang jadi nomor satu dan siapa yang nomor dua sepertinya memang a lot.
”Belum deal apakah PKB atau Golkar yang jadi calon bupatinya. Kalau kami sih masih ngotot calon bupati dari Golkar, wakilnya dari PKB,” tegas Ridwan.
Bahkan, tidak menutup peluang, koalisi Golkar-PKB bakal gagal terwujud. Ridwan pun menyiapkan opsi lain.
”Kami cari koalisi partai lain. Saya kira masih cukup waktu kok,” tandas dia.
Terpisah,  Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang Muslimin mengaku bahwa pihaknya terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.
Bahkan, PKB sudah memberi surat tugas ke dr Umar Usman untuk menjaring komunikasi dengan Partai Golkar dan juga partai lain. Hanya, partai yang akan kolaborasi itu harus bisa mendongkrak suara calon dari PKB dalam pilkada mendatang.
Lantas bagaimana dengan keinginan Golkar yang akan jadi calon bupati, sedangkan PKB jadi wakilnya? ”Kami selalu berpatokan pada proporsionalitas saja,” tegas Muslimin.
Berita selengkapnya bisa dibaca di koran Jawa Pos Radar Malang edisi Rabu (1/7). 
Pewarta: Farik Fajarwati
Editor: Indra M

KABUPATEN MALANG – PDIP yang mencalonkan HM Sanusi-Didik Gatot Subroto tak bisa “santai-santai” menatap Pilbup (Pemilihan Bupati) Malang 2020. Sebab, Golkar tengah bersiap membuat koalisi besar bersama PKB (Partai Kebangkitan Bangsa).
Koalisi Golkar-PKB kabarnya tinggal menunggu waktu. ”Pokoknya Juli ini, urusan siapa calon bupatinya, dari PKB atau Golkar, sudah harus klir,” terang fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ridwan Hisjam kemarin.
Dia menyebut, DPP telah menunjuk Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang Siadi sebagai bakal calon bupati Malang. Namun, penunjukan masih berupa surat tugas, belum ada rekomendasi. Tugas dari Siadi adalah mencari pasangan yang tepat dan menggandeng partai koalisi.
”Karena Partai Golkar di DPRD Kabupaten Malang hanya punya 8 kursi, maka mau tidak mau harus koalisi dengan partai lain,” tandas pria yang juga anggota DPR RI ini.
Pernyataan Ridwan ini menunjukkan bahwa Golkar memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sebab, dari sisi jumlah kursi di DPRD Kabupaten Malang, Golkar masih kalah dari PKB.
PKB seperti diketahui memiliki 12 kursi di dewan. Jumlahnya sama dengan PDIP.
Kalau dari hitung-hitungan kursi, harusnya PKB yang lebih punya hak untuk mengajukan bakal calon bupati. Bukan sekadar bakal calon wakil bupati.
Pembahasan siapa yang jadi nomor satu dan siapa yang nomor dua sepertinya memang a lot.
”Belum deal apakah PKB atau Golkar yang jadi calon bupatinya. Kalau kami sih masih ngotot calon bupati dari Golkar, wakilnya dari PKB,” tegas Ridwan.
Bahkan, tidak menutup peluang, koalisi Golkar-PKB bakal gagal terwujud. Ridwan pun menyiapkan opsi lain.
”Kami cari koalisi partai lain. Saya kira masih cukup waktu kok,” tandas dia.
Terpisah,  Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang Muslimin mengaku bahwa pihaknya terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.
Bahkan, PKB sudah memberi surat tugas ke dr Umar Usman untuk menjaring komunikasi dengan Partai Golkar dan juga partai lain. Hanya, partai yang akan kolaborasi itu harus bisa mendongkrak suara calon dari PKB dalam pilkada mendatang.
Lantas bagaimana dengan keinginan Golkar yang akan jadi calon bupati, sedangkan PKB jadi wakilnya? ”Kami selalu berpatokan pada proporsionalitas saja,” tegas Muslimin.
Berita selengkapnya bisa dibaca di koran Jawa Pos Radar Malang edisi Rabu (1/7). 
Pewarta: Farik Fajarwati
Editor: Indra M

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/