alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Kekurangan Tenaga Sat PP Kota Batu Dipasok 71 Personel Pegawai SKPD

KOTA BATU – Sambat (mengeluh) kekurangan 71 personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu akhirnya mendapatkan pasokan tenaga baru sejumlah kekurangan yang diminta. Personel itu didapatkan dari rasionalisasi pegawai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang kelebihan.
“Ya, salah satunya dengan rasionalisasi pegawai. SKPD yang kelebihan akan ditambahkan pada SKPD yang kekurangan,” kata Wali Kota Batu Hj. Dra Dewanti Rumpoko MSi, Rabu (1/7).
Dewanti mengaku langsung merespons keluhan Satpol PP yang meminta tambahan tenaga kepada Pemkot Batu untuk mengatasi solusi dari kekurangan personel tersebut.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Batu ini berharap, nantinya pegawai yang dimutasi ke Sapol PP bisa menjadikan sebuah tantangan baru. “Karena kemungkinan tugas dan fungsinya akan sedikit berbeda dari sebelumnya,” tandasnya.
Tentunya, lanjut Dewanti, sebelum bertugas di Satpol PP akan ada pelatihan dasar untuk personel baru agar mengetahui bagaimana mengambil tindakan ketika bertugas di Satpol PP.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Batu M Nur Adhim mengatakan, sebelum ada tambahan jumlah personel Satpol PP di Kota Batu hanya 114 personel, padahal idealnya setidaknya mempunyai 185 personel atau kurang 71 orang lagi.
Menurut Adhim, bukan tanpa alasan pihaknya meminta tambahan tenaga kepada Pemkot Batu. Mengingat, Satpol PP sendiri mengemban 3 fungsi. Yakni, penegakan perda, menyelenggarakan Trantibum tranmas, dan menyelenggarakan fungsi kelinmasan.
Untuk menjalankan ketiganya itu, lanjut Adhim, membutuhkan divisi dan beberapa personel. Seperti contoh, untuk penegakan perda, memerlukan personel yang difokuskan untuk mengemban tugas sebagai penyidik.
Begitupun, untuk trantibum tranmas dan juga linmas, tentunya membutuhkan banyak personel, karena menangani banyak hal. “Contoh kecilnya seperti penanganan anjal, gepeng, penutupan reklame, dan yang lainnya,” ucapnya.
Dia menambahkan, untuk bisa memaksimalkan fungsi Satpol PP, memang harus memenuhi standar. Salah satunya, tenaga SDM dan sarana prasarana.
Pewarta: Ulfa Afrian
Foto: Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

KOTA BATU – Sambat (mengeluh) kekurangan 71 personel dalam menjalankan tugas sehari-hari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu akhirnya mendapatkan pasokan tenaga baru sejumlah kekurangan yang diminta. Personel itu didapatkan dari rasionalisasi pegawai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang kelebihan.
“Ya, salah satunya dengan rasionalisasi pegawai. SKPD yang kelebihan akan ditambahkan pada SKPD yang kekurangan,” kata Wali Kota Batu Hj. Dra Dewanti Rumpoko MSi, Rabu (1/7).
Dewanti mengaku langsung merespons keluhan Satpol PP yang meminta tambahan tenaga kepada Pemkot Batu untuk mengatasi solusi dari kekurangan personel tersebut.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Batu ini berharap, nantinya pegawai yang dimutasi ke Sapol PP bisa menjadikan sebuah tantangan baru. “Karena kemungkinan tugas dan fungsinya akan sedikit berbeda dari sebelumnya,” tandasnya.
Tentunya, lanjut Dewanti, sebelum bertugas di Satpol PP akan ada pelatihan dasar untuk personel baru agar mengetahui bagaimana mengambil tindakan ketika bertugas di Satpol PP.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Batu M Nur Adhim mengatakan, sebelum ada tambahan jumlah personel Satpol PP di Kota Batu hanya 114 personel, padahal idealnya setidaknya mempunyai 185 personel atau kurang 71 orang lagi.
Menurut Adhim, bukan tanpa alasan pihaknya meminta tambahan tenaga kepada Pemkot Batu. Mengingat, Satpol PP sendiri mengemban 3 fungsi. Yakni, penegakan perda, menyelenggarakan Trantibum tranmas, dan menyelenggarakan fungsi kelinmasan.
Untuk menjalankan ketiganya itu, lanjut Adhim, membutuhkan divisi dan beberapa personel. Seperti contoh, untuk penegakan perda, memerlukan personel yang difokuskan untuk mengemban tugas sebagai penyidik.
Begitupun, untuk trantibum tranmas dan juga linmas, tentunya membutuhkan banyak personel, karena menangani banyak hal. “Contoh kecilnya seperti penanganan anjal, gepeng, penutupan reklame, dan yang lainnya,” ucapnya.
Dia menambahkan, untuk bisa memaksimalkan fungsi Satpol PP, memang harus memenuhi standar. Salah satunya, tenaga SDM dan sarana prasarana.
Pewarta: Ulfa Afrian
Foto: Dok Radar Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/